Bubarkan skuad juara, bangun kekuatan anyar
Selasa, 12 November 2013 - 14:15 WIB
Bubarkan skuad juara, bangun kekuatan anyar
A
A
A
Sindonews.com - Tim PSS Sleman segera dibubarkan oleh manajemen setelah menjuarai kompetisi Divisi Utama LPIS 2013. Selanjutnya, minggu depan, PSS akan membentuk tim untuk menyongsong kompetisi mendatang.
Manajer PSS Sleman Supardjiono mengatakan, minggu ini pihaknya segera menggelar rapat manajemen untuk mengevaluasi tim. Kemudian, baru akan membubarkan seluruh pemainnya yang memperkuat tim pada kompetisi tahun ini. "Kita akan bubarkan. Nanti, pemain yang kita pertahankan akan dinego," kata dia, Selasa (12/11) kemarin.
Selanjutnya, minggu depan pihaknya baru akan melakukan pembentukan tim. Siapa saja pemain yang dipertahankan atau yang akan didatangkan, baru dihubungi. Namun begitu, pihaknya belum bisa mengungkapkan nama-nama tersebut. "Kita sudah mempunyai incaran juga," tuturnya.
Memang, manajemen beberapa waktu lalu telah memantau dua pemain asing dari Persiba, yaitu bek Eduardo Bizarro dan striker Roberto Kwateh. Kedua pemain tersebut dipantau saat Persiba Bantul melakukan laga playoff Indonesian Premier League (IPL).
Tak hanya itu, keduanya juga diajak memperkuat PSS Sleman, saat uji coba melawan Tim Nasional (Timnas) Timor Leste U-23 beberapa waktu lalu. Selain mereka, dalam pertandingan itu juga diajak pemain asing dari klun Perseman Manokwari, yaitu Cornelis Kaimu, Ronaldo Maeseto, dan Valentino Telaubun.
Untuk kompetisi mendatang, manajemen masih belum mengetahui, apakah akan berlaga di Divisi Utama, atau menjadi tim promosi di Indonesia Super League (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia. Sebab, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sudah tidak diakui oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "Kita masih menunggu kabar dari PSSI," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, PSS Sleman telah meraih juara setelah berhasil menang tipis, dengan skor 2-1 melawan Lampung FC di final. Gelar yang diraihnya itu merupakan yang pertama kalinya setelah 13 tahun mengikuti kompetisi ini.
Dua gol yang dicetak PSS dalam laga final kemarin, yaitu dari sepakan striker mereka, Agung Suprayogi dan eksekusi penalti oleh bek Wahyu Gunawan. Pada akhir-akhir laga, Agung Suprayogi ditarik keluar oleh pelatih, Lafran Pribadi, karena mengalami cedera.
"Ya, memang terasa sakit di paha. Sampai saat ini masih kerasa, tapi sudah sedikit lumayan berkurang," kata Agung Suprayogi, striker yang sebelumnya pernah membela tim PSIM Yogyakarta, tersebut.
Lanjutnya, untuk masa depannya di PSS Sleman, belum ditentukannya. Saat ini, lebih memilih untuk istirahat terlebih dahulu. "Apakah akan kembali (ke PSIM) atau masih di PSS, belum tahu. Itu nanti," tuturnya.
Untuk menjaga stamina pun, dirinya lebih memilih latihan bersama anak-anak kampung. Selain itu juga, untuk menjaga kebugarannya dengan fitnes. "Hanya latihan sama anak-anak kampung saja, tidak tarkam (sepak bola antar kampung) untuk persiapan kompetisi mendatang," paparnya.
Manajer PSS Sleman Supardjiono mengatakan, minggu ini pihaknya segera menggelar rapat manajemen untuk mengevaluasi tim. Kemudian, baru akan membubarkan seluruh pemainnya yang memperkuat tim pada kompetisi tahun ini. "Kita akan bubarkan. Nanti, pemain yang kita pertahankan akan dinego," kata dia, Selasa (12/11) kemarin.
Selanjutnya, minggu depan pihaknya baru akan melakukan pembentukan tim. Siapa saja pemain yang dipertahankan atau yang akan didatangkan, baru dihubungi. Namun begitu, pihaknya belum bisa mengungkapkan nama-nama tersebut. "Kita sudah mempunyai incaran juga," tuturnya.
Memang, manajemen beberapa waktu lalu telah memantau dua pemain asing dari Persiba, yaitu bek Eduardo Bizarro dan striker Roberto Kwateh. Kedua pemain tersebut dipantau saat Persiba Bantul melakukan laga playoff Indonesian Premier League (IPL).
Tak hanya itu, keduanya juga diajak memperkuat PSS Sleman, saat uji coba melawan Tim Nasional (Timnas) Timor Leste U-23 beberapa waktu lalu. Selain mereka, dalam pertandingan itu juga diajak pemain asing dari klun Perseman Manokwari, yaitu Cornelis Kaimu, Ronaldo Maeseto, dan Valentino Telaubun.
Untuk kompetisi mendatang, manajemen masih belum mengetahui, apakah akan berlaga di Divisi Utama, atau menjadi tim promosi di Indonesia Super League (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia. Sebab, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sudah tidak diakui oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "Kita masih menunggu kabar dari PSSI," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, PSS Sleman telah meraih juara setelah berhasil menang tipis, dengan skor 2-1 melawan Lampung FC di final. Gelar yang diraihnya itu merupakan yang pertama kalinya setelah 13 tahun mengikuti kompetisi ini.
Dua gol yang dicetak PSS dalam laga final kemarin, yaitu dari sepakan striker mereka, Agung Suprayogi dan eksekusi penalti oleh bek Wahyu Gunawan. Pada akhir-akhir laga, Agung Suprayogi ditarik keluar oleh pelatih, Lafran Pribadi, karena mengalami cedera.
"Ya, memang terasa sakit di paha. Sampai saat ini masih kerasa, tapi sudah sedikit lumayan berkurang," kata Agung Suprayogi, striker yang sebelumnya pernah membela tim PSIM Yogyakarta, tersebut.
Lanjutnya, untuk masa depannya di PSS Sleman, belum ditentukannya. Saat ini, lebih memilih untuk istirahat terlebih dahulu. "Apakah akan kembali (ke PSIM) atau masih di PSS, belum tahu. Itu nanti," tuturnya.
Untuk menjaga stamina pun, dirinya lebih memilih latihan bersama anak-anak kampung. Selain itu juga, untuk menjaga kebugarannya dengan fitnes. "Hanya latihan sama anak-anak kampung saja, tidak tarkam (sepak bola antar kampung) untuk persiapan kompetisi mendatang," paparnya.
(aww)