Kontrak Ponaryo hingga musim 2013-2014 berakhir
Senin, 02 Desember 2013 - 16:39 WIB
Kontrak Ponaryo hingga musim 2013-2014 berakhir
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Sriwijaya FC (SFC) Dodi Reza Alex menegaskan, bahwa manajemen tidak mengubah perjanjian kontrak dengan Ponaryo Astaman. Manajemen tetap akan mengakhiri kontrak sang kapten hingga musim 2013/2014 berakhir.
Penegasan tersebut diungkapkan Dodi Reza usai acara launching dan tanda tangan kontrak bersama seluruh pemain dan pelatih SFC di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Minggu (1/12).
''Untuk Ponaryo, saya tidak pernah mencabut pernyataan saya, tapi media saja yang menyebut dan menulis. Dalam rapat terakhir, kontrak untuk Ponaryo tidak diubah sama sekali. Jadi semua tidak perlu saya batalkan dan saya tanda tangan lagi, karena kontraknya seperti itu,” tegasnya.
Putra sulung Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu menuturkan, manajemen akan melakukan perubahan-perubahan, apabila memang ada permintaan dari si pemain itu sendiri. ''Kecuali ada permintaan dari Ponaryo sendiri. Selama tidak ada permintaan dari Ponaryo saya kira kontrak itu seperti biasa berjalan, tapi yang jelas kontraknya tidak berubah,”sambungnya.
Dodi juga menyatakan, bahwa sejak kemarin memang tidak ada masalah sama sekali tentang bagaimana nasib Ponaryo Astaman. Maka, pihak SFC tak terlalu merisaukan isu-isu yang berkembang di media.
Sebaliknya, Dodi malah ingin mengevaluasi kinerja para pengurus SFC. Sebagai ukurannya, bagaimana para pengurus selama ini memberikan kontribusi baik tenaga, pikiran, moril dan materil terhadap SFC.
''Karena syarat untuk menjadi pengurus SFC itu yang pertama harus siap berkorban untuk klub, dalam hal ini memang benar-benar tanpa pamrih. Tidak ada satupun pengurus yang dibayar (gaji), itu memang dari awal. Kedua, tidak ada yang mendapatkan bonus, saya tegaskan di sini tidak ada bonus bagi para pengurus,” jelasnya.
Kemudian, tandas Dodi, pengurus tersebut sewaktu-waktu siap apabila diperlukan, misal untuk menalangi hal-hal kecil di lapangan maupun di luar lapangan. Tentu saja kontribusi tadi juga dibarengi usaha dan kerja keras, agar tim ini bisa lebih dikelola secara modern dan terbuka, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemain.
''Unsur-unsur tersebut menjadi harga mati bagi pengurus, jadi tentu saja akan ada evaluasi kepada pengurus ke depan. Sama halnya dengan semua pemain dan pelatih, sesuai dengan parameter evaluasi. Jadi ke depan kami harus mendapatkan pengurus yang lebih memberikan kontribusi yang lebi besar untuk SFC,” tukasnya.
Penegasan tersebut diungkapkan Dodi Reza usai acara launching dan tanda tangan kontrak bersama seluruh pemain dan pelatih SFC di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Minggu (1/12).
''Untuk Ponaryo, saya tidak pernah mencabut pernyataan saya, tapi media saja yang menyebut dan menulis. Dalam rapat terakhir, kontrak untuk Ponaryo tidak diubah sama sekali. Jadi semua tidak perlu saya batalkan dan saya tanda tangan lagi, karena kontraknya seperti itu,” tegasnya.
Putra sulung Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu menuturkan, manajemen akan melakukan perubahan-perubahan, apabila memang ada permintaan dari si pemain itu sendiri. ''Kecuali ada permintaan dari Ponaryo sendiri. Selama tidak ada permintaan dari Ponaryo saya kira kontrak itu seperti biasa berjalan, tapi yang jelas kontraknya tidak berubah,”sambungnya.
Dodi juga menyatakan, bahwa sejak kemarin memang tidak ada masalah sama sekali tentang bagaimana nasib Ponaryo Astaman. Maka, pihak SFC tak terlalu merisaukan isu-isu yang berkembang di media.
Sebaliknya, Dodi malah ingin mengevaluasi kinerja para pengurus SFC. Sebagai ukurannya, bagaimana para pengurus selama ini memberikan kontribusi baik tenaga, pikiran, moril dan materil terhadap SFC.
''Karena syarat untuk menjadi pengurus SFC itu yang pertama harus siap berkorban untuk klub, dalam hal ini memang benar-benar tanpa pamrih. Tidak ada satupun pengurus yang dibayar (gaji), itu memang dari awal. Kedua, tidak ada yang mendapatkan bonus, saya tegaskan di sini tidak ada bonus bagi para pengurus,” jelasnya.
Kemudian, tandas Dodi, pengurus tersebut sewaktu-waktu siap apabila diperlukan, misal untuk menalangi hal-hal kecil di lapangan maupun di luar lapangan. Tentu saja kontribusi tadi juga dibarengi usaha dan kerja keras, agar tim ini bisa lebih dikelola secara modern dan terbuka, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemain.
''Unsur-unsur tersebut menjadi harga mati bagi pengurus, jadi tentu saja akan ada evaluasi kepada pengurus ke depan. Sama halnya dengan semua pemain dan pelatih, sesuai dengan parameter evaluasi. Jadi ke depan kami harus mendapatkan pengurus yang lebih memberikan kontribusi yang lebi besar untuk SFC,” tukasnya.
(aww)