Berani bersaing dengan mantan kiper Timnas
Rabu, 04 Desember 2013 - 19:10 WIB
Berani bersaing dengan mantan kiper Timnas
A
A
A
Sindonews.com - Dua kiper PSM Makassar, I Ngurah Komang Arya dan Gerry Mandagi, siap bersaing dengan tiga kiper lain saat berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim depan. Terlebih, mereka harus bersaing dengan dua kiper berpengalaman, Markus Haris Maulana dan Samsidar, mantan kiper tim nasional Indonesia.
Persaingan makin ketat dengan hadirnya kiper muda PSM Fachrul Nurdin. Di bawah asuhan Hermansyah pelatih kiper baru PSM, kelima kiper tersebut terus memperlihatkan kemampuan yang terbaiknya agar bisa berkostum PSM musim depan.
Namun peluang Markus lebih besar, pasalnya dirinya didatangkan dan sudah deal harga dengan manajemen PSM. Artinya masih ada dua tempat untuk kiper, karena idealnya tim yang akan berkompetisi musim depan harus memiliki tiga kiper.
Untuk tiga kiper yang ada dalam skuad Juku Eja sebelumnya, memang peluang I Ngurah Komang Arya sangat besar, pasalnya sejak bergabung di PSM, dirinya langsung menggantikan Denny Marcel kiper utama PSM tahun lalu. Bukan hanya itu, selam semusim, dia terus dipercaya menjadi kiper utama. Hanya dua laga kiper asal Bali tersebut digantikan karena mengalami cedera. Selebihnya dirinya tetap dipercaya.
Sementara itu, Gerry Mandagi dan Fachrul, sama-sama belum pernah meraskan atmosfer pertandingan kedua hanya jadi penghangat bangku cadangan. Saat Gerry baru direkrut pada putaran kedua kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim ini, dirinya langsung menggantikan posisi Fachrul jadi kiper cadangan.
I Ngurah kiper PSM yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya siap bersaing meski pesaingnya merupakan mantan kiper timnas dan mempunyai nama besar di kancah sepak bola Indonesia. "Saya siap bersaing, kita sudah tau semua kiper yang ada mantan timnas, yah kita tunjukkan saja yang terbaik saat latihan, karena kalau rejeki tidak akan kemana," kata dia saat dikonfirmasi KORAN SINDO.
Hal senada juga dikatakan oleh Gerry, kiper kelahiran Manado Sulawesi Utara ini mengatakan, meski kiper yang ada sekarang merupakan kiper yang berpengalaman, lebih senior dan punya naman besar namun dirinya tetap optimis. "Saya selalu optimistis dan mau bekerja lebih keras lagi ke depannya," kata dia.
Bukan hanya itu, dirinya menyakini nama besar bisa disaingi dengan kerja yang keras dan lebih giat berlatih. Namun, lanjutnya dirinya menyerahkan sepenuhnya sama tim kepelatihan. "Selebihnya ada pelatih yang lebih tau dan yang menentukan siapa yang layak. Semoga saya bisa lolos," kata ek kiper PSS Sleman ini.
Sebelumnya, pelatih kiper PSM Hermasyah mngakui jika semua kiper PSM sangat bagus dan mempunyai kemampuan, untuk itu dirinya akan berusaha membawa kiper yang nantinya dipertahankan PSM agar bisa lebih baik lagi. "Yah tugas saya adalah membantu pelatih Jorg untuk menentukan kiper yang layak, dan saya akan berusaha membawa kiper PSM lebih baik lagi," kata mantan pelatih kiper Bangka Blitung ini.
Persaingan makin ketat dengan hadirnya kiper muda PSM Fachrul Nurdin. Di bawah asuhan Hermansyah pelatih kiper baru PSM, kelima kiper tersebut terus memperlihatkan kemampuan yang terbaiknya agar bisa berkostum PSM musim depan.
Namun peluang Markus lebih besar, pasalnya dirinya didatangkan dan sudah deal harga dengan manajemen PSM. Artinya masih ada dua tempat untuk kiper, karena idealnya tim yang akan berkompetisi musim depan harus memiliki tiga kiper.
Untuk tiga kiper yang ada dalam skuad Juku Eja sebelumnya, memang peluang I Ngurah Komang Arya sangat besar, pasalnya sejak bergabung di PSM, dirinya langsung menggantikan Denny Marcel kiper utama PSM tahun lalu. Bukan hanya itu, selam semusim, dia terus dipercaya menjadi kiper utama. Hanya dua laga kiper asal Bali tersebut digantikan karena mengalami cedera. Selebihnya dirinya tetap dipercaya.
Sementara itu, Gerry Mandagi dan Fachrul, sama-sama belum pernah meraskan atmosfer pertandingan kedua hanya jadi penghangat bangku cadangan. Saat Gerry baru direkrut pada putaran kedua kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim ini, dirinya langsung menggantikan posisi Fachrul jadi kiper cadangan.
I Ngurah kiper PSM yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya siap bersaing meski pesaingnya merupakan mantan kiper timnas dan mempunyai nama besar di kancah sepak bola Indonesia. "Saya siap bersaing, kita sudah tau semua kiper yang ada mantan timnas, yah kita tunjukkan saja yang terbaik saat latihan, karena kalau rejeki tidak akan kemana," kata dia saat dikonfirmasi KORAN SINDO.
Hal senada juga dikatakan oleh Gerry, kiper kelahiran Manado Sulawesi Utara ini mengatakan, meski kiper yang ada sekarang merupakan kiper yang berpengalaman, lebih senior dan punya naman besar namun dirinya tetap optimis. "Saya selalu optimistis dan mau bekerja lebih keras lagi ke depannya," kata dia.
Bukan hanya itu, dirinya menyakini nama besar bisa disaingi dengan kerja yang keras dan lebih giat berlatih. Namun, lanjutnya dirinya menyerahkan sepenuhnya sama tim kepelatihan. "Selebihnya ada pelatih yang lebih tau dan yang menentukan siapa yang layak. Semoga saya bisa lolos," kata ek kiper PSS Sleman ini.
Sebelumnya, pelatih kiper PSM Hermasyah mngakui jika semua kiper PSM sangat bagus dan mempunyai kemampuan, untuk itu dirinya akan berusaha membawa kiper yang nantinya dipertahankan PSM agar bisa lebih baik lagi. "Yah tugas saya adalah membantu pelatih Jorg untuk menentukan kiper yang layak, dan saya akan berusaha membawa kiper PSM lebih baik lagi," kata mantan pelatih kiper Bangka Blitung ini.
(aww)