PSMS asuransikan pemain Rp1 miliar
Sabtu, 21 Desember 2013 - 11:11 WIB
PSMS asuransikan pemain Rp1 miliar
A
A
A
Sindonews.com - PSMS Medan menyiapkan anggaran Rp1 miliar yang diperuntukan bagi asuransi pemain. Asuransi tersebut juga diperuntukan bagi keluarga pemain.
Ketua Umum PSMS Medan Muhammad Fauzi Nasution mengatakan, asuransi itu dinilai perlu diadakan untuk kepentingan tim dan pemain. "Asuransi ini sangat perlu untuk pemain. Ini sebagai jaminan untuk pemain dan juga keluarga," ungkap Fauzi.
Langkah itu sebagai pembelajaran dari pengalaman di kompetisi musim lalu. Dia melihat pemain yang enggan bermain maksimal saat menghadapi lawan. Pemain tampak tidak tampil ngotot saat menghadapi lawan one the one.
Tak ayal, pemain kerap kehilangan bola dan lawan bergerak bebas tanpa kawalan ketat. Tak tanggung-tanggung, asuransi tersebut juga menggandeng RS Columbia Asia, bertaraf internasional. Katanya, dengan rumah sakit bertaraf internasional, ia menjamin pelayanan yang maksimal akan didapat pemain dan keluarga.
"Jelas pemain seperti ketakutan bermain tampil ngotot. Pasti ada pemikiran, kalau kaki patah atau cedera siapa yang akan tanggung. Tidak ada jaminan untuk itu. Itu sudah saya tanyakan langsung dengan pengurus dulu," jelas Fauzi.
Dengan asuransi ini, lanjut dokter spesialis bedah itu, pemain akan bermain tanpa ada gangguan pikiran. Pemain akan bermain lepas, karena sudah ada jaminan bagi dirinya dan keluarga. "Kalau sudah ada jaminan, saya jamin, pemain akan bermain lepas dan tampil maksimal. Karena apalagi yang dipikirkannya, kalau pemain cedera ditanggung, begitu juga dengan keluarga pemain, kalau sakit juga sudah ditanggung," jelasnya.
Katanya, asuransi tersebut saat PSMS terdahulu, sudah dipikirkan pengurus dan realisasi tinggal selangkah lagi. Sayang, PSMS berhenti ditengah jalan saat kompetisi bergulir. Akibatnya, asuransi pun batal. "Jadinya, asuransinya tidak jadi. Padahal sudah sepakat dengan asuransi dan tinggal kontraknya saja," pungkasnya.
Asuransi ini sebagai bentuk kesiapan pihaknya membentuk tim menatap kompetisi musim depan. Selain mempersiapkan pelatih yang akan ditentukan Komisi Teknik yang diketuai Parlin Siagian. Setelah itu, kepelatihan pun membentuk kerangka skuad Ayam Kinantan. Pengurus harus bergerak cepat mempersiapkan keseluruhan ini.
Ketua Umum PSMS Medan Muhammad Fauzi Nasution mengatakan, asuransi itu dinilai perlu diadakan untuk kepentingan tim dan pemain. "Asuransi ini sangat perlu untuk pemain. Ini sebagai jaminan untuk pemain dan juga keluarga," ungkap Fauzi.
Langkah itu sebagai pembelajaran dari pengalaman di kompetisi musim lalu. Dia melihat pemain yang enggan bermain maksimal saat menghadapi lawan. Pemain tampak tidak tampil ngotot saat menghadapi lawan one the one.
Tak ayal, pemain kerap kehilangan bola dan lawan bergerak bebas tanpa kawalan ketat. Tak tanggung-tanggung, asuransi tersebut juga menggandeng RS Columbia Asia, bertaraf internasional. Katanya, dengan rumah sakit bertaraf internasional, ia menjamin pelayanan yang maksimal akan didapat pemain dan keluarga.
"Jelas pemain seperti ketakutan bermain tampil ngotot. Pasti ada pemikiran, kalau kaki patah atau cedera siapa yang akan tanggung. Tidak ada jaminan untuk itu. Itu sudah saya tanyakan langsung dengan pengurus dulu," jelas Fauzi.
Dengan asuransi ini, lanjut dokter spesialis bedah itu, pemain akan bermain tanpa ada gangguan pikiran. Pemain akan bermain lepas, karena sudah ada jaminan bagi dirinya dan keluarga. "Kalau sudah ada jaminan, saya jamin, pemain akan bermain lepas dan tampil maksimal. Karena apalagi yang dipikirkannya, kalau pemain cedera ditanggung, begitu juga dengan keluarga pemain, kalau sakit juga sudah ditanggung," jelasnya.
Katanya, asuransi tersebut saat PSMS terdahulu, sudah dipikirkan pengurus dan realisasi tinggal selangkah lagi. Sayang, PSMS berhenti ditengah jalan saat kompetisi bergulir. Akibatnya, asuransi pun batal. "Jadinya, asuransinya tidak jadi. Padahal sudah sepakat dengan asuransi dan tinggal kontraknya saja," pungkasnya.
Asuransi ini sebagai bentuk kesiapan pihaknya membentuk tim menatap kompetisi musim depan. Selain mempersiapkan pelatih yang akan ditentukan Komisi Teknik yang diketuai Parlin Siagian. Setelah itu, kepelatihan pun membentuk kerangka skuad Ayam Kinantan. Pengurus harus bergerak cepat mempersiapkan keseluruhan ini.
(aww)