Adu program calon pelatih PSMS Medan
Kamis, 26 Desember 2013 - 17:55 WIB
Adu program calon pelatih PSMS Medan
A
A
A
Sindonews.com - Pengurus PSMS Medan mulai menggodok para calon pelatih. Mereka diminta memaparkan program dan target jika terpilih membesut PSMS Medan di Kebun Bunga, Medan. Dalam pemaparan program dan target tersebut para calon pelatih kompak mengangkat derajat PSMS untuk menempatkannnya di posisi kasta tertinggi sepak bola di Indonesia.
Pemaparan program dilakukan empat calon pelatih, dari sebelumnya lima yang melamar menjadi arsitek PSMS Medan. Liestiadi mendapat kesempatan pertama menjelaskan program yang disusunnya di hadapan para pengurus.
Liestiadi memaparkan, program yang akan diterapkannya dengan metode sepakbola modern. Dirinya mengajukan diri dengan kelebihan yang ada pada dirinya, yakni, dapat menganalisa pertandingan, kelemahan dan kekuatan lawan per individu, scouting player, merancang statistik pertandingan dan football manajemen.
Dirinya menekankan disiapkannya minimal 22 hingga maksimal 25 pemain dengan kontrak panjang. Dikatakannya, dengan kepengurusan baru ini, dirinya menginginkan ikon baru bagi PSMS. Sehingga, pemain-pemain muda menjadi sasarannya menjadi skuad PSMS Medan. Pemain dengan karakter pekerja keras dan semangat tinggi akan dicarinya menjadi kerangka tim.
"Kita harus bisa memunculkan ikon baru, jangan pemain yang sudah terkenal. Jadi, kita harus mencetak pemain. Makanya, saya ingin kontrak pemain minimal 3 tahun. Kontrak jangka panjang minimal 3 tahun karena kita ingin membuat PSMS berprestasi dan juga mencetak pemain yang biasa menjadi luar biasa," ujarnya.
Soal target, pelatih berlisensi A AFC ini pun menyakinkan manajemen, mampu mengantarkan PSMS ke Indonesia Super Liga (ISL) musim 2015/2016. Tak hanya itu, skuad yang dimiliki pun akan membangkitkan gairah sepakbola Medan, dimana masa kejayaan saat PSMS menjadi pemasok pemain di Timnas Indonesia.
"Target jangka panjang saya mau PSMS juara ISL. Sponsor datang apabila berprestasi dan menjadikan PSMS mandiri, mempertahankan juara, memproduksi pemain kaliber sehingga pemain dilirik masuk dalam skuad Timnas dan tim lain yang menjadi pemasukan bagi tim dari penjualan," jelasnya.
Edy Syahputra dalam paparannya memiliki misi membangun PSMS dan menempatkannya di tempat semestinya yang seharusnya di kasta tertinggi di ISL. Rentang waktu persiapan tim Januari mendatang, memang menjadi tugas pelatih mengodok pemain dan membentuk kerangka tim dengan cepat.
Dalam hal ini, Edy menyakinkan pengurus, dirinya telah menyiapkan 15 pemain. "Data yang ada pada saya, 15 pemain dan 15 pemain bila tidak disetujui pengurus. Mereka akan loyal kepada PSMS," ungkapnya.
Dikatakannya skuad yang dibentuk berjumlah 25 pemain, sehingga dibutuhkan 11 pemain lagi. Dalam hal ini, dirinya melirik pemain-pemain yang dimiliki para klub anggota PSMS. Dalam hal ini, tentu 40 klub anggota PSMS menyiapkan 2 pemainnya untuk mengikuti seleksi khusus.
"Kita lihat potensi-potensi pemain dari SSB ini. Kalau ada yang bagus, kenapa tidak kita masukan dalam skuad. Kita tes kesehatan VO2Max. Ini juga untuk melihat riwayat pemain. Saya akui untuk ini mahal, saya siapkan plan B, langsung dites pemain," jelasnya.
Sedangkan Muhammad Khaidir menekankan pemain yang memiliki kualitas teknik yang baik, serta kolektivitas dan modernitas dalam sepakbola. Dengan pemain-pemain yang memiliki hal tersebut, dirinya yakin dapat mengembalikan masa kejayaan PSMS. Dirinya tidak akan mencampuri wewenang pengurus dan fokus pada teknis tim.
"Saya ingin pemain muda yang berusia 21 tahun. Dan pemain yang dipersiapkan harus seimbang antara pemain inti dengan pemain cadangan. PSMS harus miliki warna tersendiri, harus tampil beda dengan klub lainnya," tegas pelatih lisensi A itu.
Terakhir, Suharto AD juga menekankan kekompakan tim menjadi kunci utama dalam membangun PSMS dari tidur panjangnya. Hal ini akan ditekankannya kepada pemain bukan saja didalam lapangan, tetapi juga luar lapangan. "Kekompakan adalah modal utama dalam sebuah tim. Dan ini akan saya terapkan dalam tim, bukan saja dalam lapangan tapi juga diluar lapangan," pungkasnya.
Pemaparan program dilakukan empat calon pelatih, dari sebelumnya lima yang melamar menjadi arsitek PSMS Medan. Liestiadi mendapat kesempatan pertama menjelaskan program yang disusunnya di hadapan para pengurus.
Liestiadi memaparkan, program yang akan diterapkannya dengan metode sepakbola modern. Dirinya mengajukan diri dengan kelebihan yang ada pada dirinya, yakni, dapat menganalisa pertandingan, kelemahan dan kekuatan lawan per individu, scouting player, merancang statistik pertandingan dan football manajemen.
Dirinya menekankan disiapkannya minimal 22 hingga maksimal 25 pemain dengan kontrak panjang. Dikatakannya, dengan kepengurusan baru ini, dirinya menginginkan ikon baru bagi PSMS. Sehingga, pemain-pemain muda menjadi sasarannya menjadi skuad PSMS Medan. Pemain dengan karakter pekerja keras dan semangat tinggi akan dicarinya menjadi kerangka tim.
"Kita harus bisa memunculkan ikon baru, jangan pemain yang sudah terkenal. Jadi, kita harus mencetak pemain. Makanya, saya ingin kontrak pemain minimal 3 tahun. Kontrak jangka panjang minimal 3 tahun karena kita ingin membuat PSMS berprestasi dan juga mencetak pemain yang biasa menjadi luar biasa," ujarnya.
Soal target, pelatih berlisensi A AFC ini pun menyakinkan manajemen, mampu mengantarkan PSMS ke Indonesia Super Liga (ISL) musim 2015/2016. Tak hanya itu, skuad yang dimiliki pun akan membangkitkan gairah sepakbola Medan, dimana masa kejayaan saat PSMS menjadi pemasok pemain di Timnas Indonesia.
"Target jangka panjang saya mau PSMS juara ISL. Sponsor datang apabila berprestasi dan menjadikan PSMS mandiri, mempertahankan juara, memproduksi pemain kaliber sehingga pemain dilirik masuk dalam skuad Timnas dan tim lain yang menjadi pemasukan bagi tim dari penjualan," jelasnya.
Edy Syahputra dalam paparannya memiliki misi membangun PSMS dan menempatkannya di tempat semestinya yang seharusnya di kasta tertinggi di ISL. Rentang waktu persiapan tim Januari mendatang, memang menjadi tugas pelatih mengodok pemain dan membentuk kerangka tim dengan cepat.
Dalam hal ini, Edy menyakinkan pengurus, dirinya telah menyiapkan 15 pemain. "Data yang ada pada saya, 15 pemain dan 15 pemain bila tidak disetujui pengurus. Mereka akan loyal kepada PSMS," ungkapnya.
Dikatakannya skuad yang dibentuk berjumlah 25 pemain, sehingga dibutuhkan 11 pemain lagi. Dalam hal ini, dirinya melirik pemain-pemain yang dimiliki para klub anggota PSMS. Dalam hal ini, tentu 40 klub anggota PSMS menyiapkan 2 pemainnya untuk mengikuti seleksi khusus.
"Kita lihat potensi-potensi pemain dari SSB ini. Kalau ada yang bagus, kenapa tidak kita masukan dalam skuad. Kita tes kesehatan VO2Max. Ini juga untuk melihat riwayat pemain. Saya akui untuk ini mahal, saya siapkan plan B, langsung dites pemain," jelasnya.
Sedangkan Muhammad Khaidir menekankan pemain yang memiliki kualitas teknik yang baik, serta kolektivitas dan modernitas dalam sepakbola. Dengan pemain-pemain yang memiliki hal tersebut, dirinya yakin dapat mengembalikan masa kejayaan PSMS. Dirinya tidak akan mencampuri wewenang pengurus dan fokus pada teknis tim.
"Saya ingin pemain muda yang berusia 21 tahun. Dan pemain yang dipersiapkan harus seimbang antara pemain inti dengan pemain cadangan. PSMS harus miliki warna tersendiri, harus tampil beda dengan klub lainnya," tegas pelatih lisensi A itu.
Terakhir, Suharto AD juga menekankan kekompakan tim menjadi kunci utama dalam membangun PSMS dari tidur panjangnya. Hal ini akan ditekankannya kepada pemain bukan saja didalam lapangan, tetapi juga luar lapangan. "Kekompakan adalah modal utama dalam sebuah tim. Dan ini akan saya terapkan dalam tim, bukan saja dalam lapangan tapi juga diluar lapangan," pungkasnya.
(aww)