Jalin rasa saling percaya, Persib perbanyak uji coba
Senin, 30 Desember 2013 - 16:38 WIB
Jalin rasa saling percaya, Persib perbanyak uji coba
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung terus mengintensifkan persiapan menjelang Indonesia Super League (ISL) musim depan. Kerangka dan kekompakan tim mulai terbentuk. Namun beberapa kekurangan masih dimiliki Firman Utina dkk.
Berbagai program latihan, pertandingan uji coba, hingga sejumlah evaluasi diterapkan tim pelatih pimpinan Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman. Rangkaian agenda yang terlewati diklaim memberikan efek positif untuk tim kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat ini.
Namun tetap saja, skuad Pangeran Biru belum mencapai tahap ideal untuk mengarungi kerasnya kompetisi unifikasi di tahun 2014. Masih tersisa waktu sekitar satu bulan sebelum kickoff ISL musim depan, yang rencananya digelar 1 Februari 2014.
Tim pelatih pun bertekad memaksimalkan rentang waktu itu untuk membawa skuad Pangeran Biru ke performa terbaik. Salah satunya dengan mengejar target empat hingga lima belas laga uji coba. Hingga kini, Persib baru menuntaskan delapan pertandingan ekshibisi melawan tim dari berbagai kualitas.
Kendati jumlah laga yang dituntaskan baru setengah target, striker baru Ferdinand Sinaga mengaku sudah bisa merasakan hasilnya. Menurut mantan pemain Persib yunior ini, persiapan lama yang dilakukan Pangeran Biru memungkinkan kekompakan tim ini lebih baik dari peserta ISL lainnya.
''Banyaknya pertandingan uji coba yang kami lakukan memberi manfaat besar untuk tim. Bagi pelatih, bisa memilih pemain mana saja yang pas untuk dirotasi, dan siapa pemain yang cocok untuk suatu posisi. Saya sendiri merasakannya, kerjasama antarlini sudah mulai baik dan kompak,” kata Ferdinand.
Setelah angkat koper dari East Java Tournament 2013, Persib mendapat sorotan dalam hal produktivitas lini depan. Melihat kondisi ini, tim pelatih bergerak cepat dengan menggembleng para pemainnya terkait ball posession, speed, dan finishing touch. Sekitar satu pekan berlalu, kelemahan itu mulai teratasi. Pangeran Biru berpesta sembilan gol berbalas satu saat berhadapan dengan tim Divisi II, Benfica Karawang.
Sebagai penyerang, Ferdinand mengaku mendapat pelajaran dari evaluasi yang dilakukan. Dia hanya berharap, produktivitas lini depan Persib yang disokong para gelandang, bisa melahirkan banyak gol di kompetisi reguler nanti.
''Bagi saya yang seorang striker, pembenahan kemarin bisa menjadi catatan agar penampilan ke depannya lebih baik lagi. Apa pun risikonya, mencetak gol adalah tugas saya. Intinya, setiap pertandingan harus bekerja keras,” ucapnya.
Setelah kekompakan tumbuh, dan produktivitas mulai bisa teratasi, Ferdinand memiliki catatan lain yang menurutnya masih butuh pemantapan. Dengan karakter bermain Persib berupa umpan pendek satu-dua bertempo cepat, kerja sama apik antarlini menjadi salah satu faktor paling penting. Karena itu, menurutnya, kepercayaan antarpemain mutlak dibutuhkan.
''Untuk menumbuhkan kepercayaan itu lumayan sulit. Itu harus dibangun karena di lapangan kami bermain sebelas orang. Saya harap kepercayaan antarpemain dan antarlini bisa semakin tinggi. Jangan ada istilah menyepelekan pemain lain, apalagi semua pemain di Persib memiliki kualitas yang relatif sama,” pungkas pria berusia 25 tahun ini.
Berbagai program latihan, pertandingan uji coba, hingga sejumlah evaluasi diterapkan tim pelatih pimpinan Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman. Rangkaian agenda yang terlewati diklaim memberikan efek positif untuk tim kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat ini.
Namun tetap saja, skuad Pangeran Biru belum mencapai tahap ideal untuk mengarungi kerasnya kompetisi unifikasi di tahun 2014. Masih tersisa waktu sekitar satu bulan sebelum kickoff ISL musim depan, yang rencananya digelar 1 Februari 2014.
Tim pelatih pun bertekad memaksimalkan rentang waktu itu untuk membawa skuad Pangeran Biru ke performa terbaik. Salah satunya dengan mengejar target empat hingga lima belas laga uji coba. Hingga kini, Persib baru menuntaskan delapan pertandingan ekshibisi melawan tim dari berbagai kualitas.
Kendati jumlah laga yang dituntaskan baru setengah target, striker baru Ferdinand Sinaga mengaku sudah bisa merasakan hasilnya. Menurut mantan pemain Persib yunior ini, persiapan lama yang dilakukan Pangeran Biru memungkinkan kekompakan tim ini lebih baik dari peserta ISL lainnya.
''Banyaknya pertandingan uji coba yang kami lakukan memberi manfaat besar untuk tim. Bagi pelatih, bisa memilih pemain mana saja yang pas untuk dirotasi, dan siapa pemain yang cocok untuk suatu posisi. Saya sendiri merasakannya, kerjasama antarlini sudah mulai baik dan kompak,” kata Ferdinand.
Setelah angkat koper dari East Java Tournament 2013, Persib mendapat sorotan dalam hal produktivitas lini depan. Melihat kondisi ini, tim pelatih bergerak cepat dengan menggembleng para pemainnya terkait ball posession, speed, dan finishing touch. Sekitar satu pekan berlalu, kelemahan itu mulai teratasi. Pangeran Biru berpesta sembilan gol berbalas satu saat berhadapan dengan tim Divisi II, Benfica Karawang.
Sebagai penyerang, Ferdinand mengaku mendapat pelajaran dari evaluasi yang dilakukan. Dia hanya berharap, produktivitas lini depan Persib yang disokong para gelandang, bisa melahirkan banyak gol di kompetisi reguler nanti.
''Bagi saya yang seorang striker, pembenahan kemarin bisa menjadi catatan agar penampilan ke depannya lebih baik lagi. Apa pun risikonya, mencetak gol adalah tugas saya. Intinya, setiap pertandingan harus bekerja keras,” ucapnya.
Setelah kekompakan tumbuh, dan produktivitas mulai bisa teratasi, Ferdinand memiliki catatan lain yang menurutnya masih butuh pemantapan. Dengan karakter bermain Persib berupa umpan pendek satu-dua bertempo cepat, kerja sama apik antarlini menjadi salah satu faktor paling penting. Karena itu, menurutnya, kepercayaan antarpemain mutlak dibutuhkan.
''Untuk menumbuhkan kepercayaan itu lumayan sulit. Itu harus dibangun karena di lapangan kami bermain sebelas orang. Saya harap kepercayaan antarpemain dan antarlini bisa semakin tinggi. Jangan ada istilah menyepelekan pemain lain, apalagi semua pemain di Persib memiliki kualitas yang relatif sama,” pungkas pria berusia 25 tahun ini.
(aww)