Persis rawan gagal dapatkan pemain seleksi
Rabu, 15 Januari 2014 - 00:42 WIB
Persis rawan gagal dapatkan pemain seleksi
A
A
A
Sindonews.com – Persis Solo secara resmi belum mengontrak satu pemain pun untuk satu musim kompetisi. Kendala yang melatarbelakangi belum dikontraknya pemain karena sampai sekarang belum ada sponsor yang siap memberikan dana segar bagi laskar Sambernyawa untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2014.
Kondisi limbung seperti ini rawan menjadikan pemain tidak sabar menunggu resmi dikontrak sehingga kabur mencari tim lain. Apalagi, kick of Divisi Utama juga belum ada kepastian. Sebelumnya, dikabarkan kick off akan dimulai pada pertengahan Februari 2014.
Hanya saja, dimulainya kompetisi pada kasta di bawah Indonesia Super League (ISL) ini tidak menutup kemungkinan bisa molor. Karena manager metting yang semula diagendakan pada 13 Januari 2014, kini diundur pada 27 Januari 2014.
Praktis, kesiapan PT Liga Indonesia untuk memulai kompetisi juga akan dibuat sulit karena waktu rapat sangat mepet dengan rencana dimulainya kompetisi. Terlebih lagi, ada opsi kick of baru dimulai pada April 2014.
Itu karena ada rencana untuk menciutkan jumlah tim di Divisi Utama, dari saat ini sekitar 64 tim, akan dipangkas hanya 32 tim saja. Hal ini sesuai dengan hasil Kongres PSSI 17 Maret 2013. Saat itu Kongres memutuskan proyeksi pada 2017 Divisi Utama hanya diikuti sebanyak 32 tim.
Nah, untuk mempercepat dan tidak sampai 2017, opsi 32 tim itu bisa dipenuhi pada 2015. Dengan begitu, kompetisi harus molor lagi sampai April. Itu karena PT LI harus melakukan verifikasi kelayakan tim, baik dari sisi infrastruktur maupun dari sisi keuangan.
Sebelum Kongres PSSI 26 Januari, pada 25 Januari 2014, Komite Eksekutif PSSI akan mempertimbangkan opsi kick off April akan dipilih jika 32 klub bisa diimplementasikam pada 2015.
Tak pelak, pemain Persis Solo bisa meninggalkan lokasi latihan di Stadion Sriwedari jika harus ternyata kick off pada April 2014. Padahal sampai sejauh ini sudah ada rekomendasi terhadap 14 pemain seleksi, namun belum ada yang diikat kontrak. Seleksi pemain Persis sudah dimulai pada 3 Desember 2014 dan belum dibatasi waktunya.
Sebab, masih banyak tim Divisi Utama yang melakukan seleksi pemain, baik secara terbuka maupun tertutup. PSIS Semarang, salah satu tim yang melakukan seleksi tertutup karena sudah mengikat kontrak 16 pemain.
Salah satu pengurus Persis Solo Totok Supriyanto mengaku sejauh ini belum berani melakukan kontrak pemain karena belum ada kepastian dana dari sponsor. Menurutnya, sponsor siap memberikan dana jika sudah mendapatkan kepastian jadwal pertandingan, sehingga bisa diestimasi alokasi biaya selama satu musim kompetisi.
“Kalau sudah ada jadwal pertandingan, dana sponsor ini menyesuaikan. Kan jika dapat dana yang besar, tentunya pemain juga akan dikontrak dengan gaji tinggi,” kata Totok Supriyanto.
Meski belum ada kejelasan kontrak, satu dari 26 pemain yang masih bertahan mengikuti seleksi Persis Solo yakni Tinton Suharto menyatakan komitmennya akan tetap bertahan di Solo. Bekas pemain Persis Solo LPIS dan PPSM Magelang ini mengaku masih enjoy meski ada tawaran dari klub lain.
“Saya sudah nyaman berada di Solo. Ibarat sebuah pekerjaan, kenyamanan adalah hal terpenting dan saya mendapatkannya di sini,” ujar Tinton seperti dilansir pasoepati.net. Karena itu, musim ini dia berambisi bisa masuk skuad Persis Solo dan meraih prestasi maksimal.
Kondisi limbung seperti ini rawan menjadikan pemain tidak sabar menunggu resmi dikontrak sehingga kabur mencari tim lain. Apalagi, kick of Divisi Utama juga belum ada kepastian. Sebelumnya, dikabarkan kick off akan dimulai pada pertengahan Februari 2014.
Hanya saja, dimulainya kompetisi pada kasta di bawah Indonesia Super League (ISL) ini tidak menutup kemungkinan bisa molor. Karena manager metting yang semula diagendakan pada 13 Januari 2014, kini diundur pada 27 Januari 2014.
Praktis, kesiapan PT Liga Indonesia untuk memulai kompetisi juga akan dibuat sulit karena waktu rapat sangat mepet dengan rencana dimulainya kompetisi. Terlebih lagi, ada opsi kick of baru dimulai pada April 2014.
Itu karena ada rencana untuk menciutkan jumlah tim di Divisi Utama, dari saat ini sekitar 64 tim, akan dipangkas hanya 32 tim saja. Hal ini sesuai dengan hasil Kongres PSSI 17 Maret 2013. Saat itu Kongres memutuskan proyeksi pada 2017 Divisi Utama hanya diikuti sebanyak 32 tim.
Nah, untuk mempercepat dan tidak sampai 2017, opsi 32 tim itu bisa dipenuhi pada 2015. Dengan begitu, kompetisi harus molor lagi sampai April. Itu karena PT LI harus melakukan verifikasi kelayakan tim, baik dari sisi infrastruktur maupun dari sisi keuangan.
Sebelum Kongres PSSI 26 Januari, pada 25 Januari 2014, Komite Eksekutif PSSI akan mempertimbangkan opsi kick off April akan dipilih jika 32 klub bisa diimplementasikam pada 2015.
Tak pelak, pemain Persis Solo bisa meninggalkan lokasi latihan di Stadion Sriwedari jika harus ternyata kick off pada April 2014. Padahal sampai sejauh ini sudah ada rekomendasi terhadap 14 pemain seleksi, namun belum ada yang diikat kontrak. Seleksi pemain Persis sudah dimulai pada 3 Desember 2014 dan belum dibatasi waktunya.
Sebab, masih banyak tim Divisi Utama yang melakukan seleksi pemain, baik secara terbuka maupun tertutup. PSIS Semarang, salah satu tim yang melakukan seleksi tertutup karena sudah mengikat kontrak 16 pemain.
Salah satu pengurus Persis Solo Totok Supriyanto mengaku sejauh ini belum berani melakukan kontrak pemain karena belum ada kepastian dana dari sponsor. Menurutnya, sponsor siap memberikan dana jika sudah mendapatkan kepastian jadwal pertandingan, sehingga bisa diestimasi alokasi biaya selama satu musim kompetisi.
“Kalau sudah ada jadwal pertandingan, dana sponsor ini menyesuaikan. Kan jika dapat dana yang besar, tentunya pemain juga akan dikontrak dengan gaji tinggi,” kata Totok Supriyanto.
Meski belum ada kejelasan kontrak, satu dari 26 pemain yang masih bertahan mengikuti seleksi Persis Solo yakni Tinton Suharto menyatakan komitmennya akan tetap bertahan di Solo. Bekas pemain Persis Solo LPIS dan PPSM Magelang ini mengaku masih enjoy meski ada tawaran dari klub lain.
“Saya sudah nyaman berada di Solo. Ibarat sebuah pekerjaan, kenyamanan adalah hal terpenting dan saya mendapatkannya di sini,” ujar Tinton seperti dilansir pasoepati.net. Karena itu, musim ini dia berambisi bisa masuk skuad Persis Solo dan meraih prestasi maksimal.
(wbs)