50 induk olahraga geruduk kantor Menpora

Jum'at, 24 Januari 2014 - 17:21 WIB
50 induk olahraga geruduk...
50 induk olahraga geruduk kantor Menpora
A A A
Sindonews.com - Perwakilan 50 induk organisasi olahraga atau yang dikenal dengan nama Pengurus Besar (PB) gerah melihat sikap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, yang dinilai lamban dalam mengurusi polemik berkepanjangan yang terjadi antara KONI dengan KOI. Karenanya mereka berbondong-bondong datang ke tempat kerja mantan anggota DPR komisi X tersebut hanya untuk mengusulkan penyatuan kedua badan olahraga tersebut.

Tak hanya mendatangi kantor Menpora, para perwakilan itu langsung menyerahkan tanda tangan yang dikumpulkan sebelumnyake Roy sebagai tanda keinginan mereka agar KONI dan KOI bisa dilebur kembali, minimal pelaksanaan kerjanya dalam memajukan prestasi atlet nasional.

"Keinginan kami menghadap Menpora adalah menyatukan kembali KOI dan KONI yang selama ini berselisih pendapat dalam pelaksanaan kewajiban dan haknya saat mempersiapkan atlet menuju multi event internasional," jelas Ketua Umum Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi), Kusumo HM di laman Satlak Prima, Jumat (24/1).

"Kami berharap, dalam waktu dekat pembinaan olahraga nasional satu visi dan misi menggapai prestasi puncak di multi event internasional,” sambungnya.

Kusumo menambahkan bila semua induk organisasi olahraga menginginkan adanya satu pimpinan seperti di era Wismoyo Arismunanda dan Agum Gumelar. Melalui satu pucuk pimpinan semua harapan dan keinginan induk organisasi olahraga bisa terselesaikan. Namun setelah KONI dan KOI dipisah melalui UU No 3 tahun 2005 KONI dan KOI tarik menarik dalam memberikan kebijakan.

Bahkan terkesan KOI “over laping” menjalankan tugas KONI seperti halnya pengukuhan induk organisasi olahraga. Padahal, sejak jaman dulu, KOI tidak memiliki anggota, meski mempunyai AD/ART. Namun diera reformasi KOI menyatakan memiliki anggota dan berhak juga mengukuhkan induk organisasi olahraga yang selesai menggelar Munas. Padahal di daerah tidak ada yang namanya KOI daerah. Sementara KONI sudah jelas memiliki KONIDA diberbagai daerah yang ada di Tanah Air.

Senada dengan Kusumo, Sekjen PB PGSI, Sonny Santoso menegaskan, KONI dan KOI seharusnya menjadi satu atap. Dengan begitu tidak ada lagi perselisihan pendapat saat mengirim atlet ke multi event internasional. Kondisi seperti itu sempat terjadi saat pengadaan alat-alat pertandingan yang akhirnya baru keluar setelah atlet tampil di SEA Games XXVII Myanmar 2013.

"Kejadian yang memalukan itu tidak boleh terjadi lagi dimasa mendatang, apalagi Indonesia menyiapkan atlet menuju Asian Games di Korsel September 2014 dan SEA Games di Singapura tahun 2015. Dengan harapan, kontingen olahraga nasional lebih solid dan menyatu dalam menggapai prestasi puncak," timpal Sony.
(akr)
Berita Terkait
KOI, KONI dan Kemenpora...
KOI, KONI dan Kemenpora Solid Hadapi SEA Games 2025: Dukung Atlet Penuhi Target Medali
KONI dan KOI Dorong...
KONI dan KOI Dorong FFI Kembangkan Futsal ke Kancah Internasional
Terindikasi Korupsi,...
Terindikasi Korupsi, Koni Sumsel Digeledah Timsus Kejati Sumsel
Kenapa Ikan Koi Suka...
Kenapa Ikan Koi Suka Melompat? Ini Jawabannya
POBSI akan Adakan Rakornas...
POBSI akan Adakan Rakornas 2022
POBSI Gelar Rakernas...
POBSI Gelar Rakernas Virtual
Berita Terkini
Akademi Persib Bandung...
Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
2 jam yang lalu
Goal Aksis dan Cipta...
Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA Berebut Gelar Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15
2 jam yang lalu
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
2 jam yang lalu
Besok, Luis Figo Siap...
Besok, Luis Figo Siap Meriahkan Pesta Bola Dunia 2026
2 jam yang lalu
FIFA Larang Wasit Inggris...
FIFA Larang Wasit Inggris Pimpin Argentina, Kenapa?
2 jam yang lalu
Heboh Email AFA Diretas...
Heboh Email AFA Diretas Sebut Argentina Diuntungkan Wasit
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved