Monchare tak sesuai harapan, Persebaya korban permainan agen
Selasa, 28 Januari 2014 - 00:07 WIB
Monchare tak sesuai harapan, Persebaya korban permainan agen
A
A
A
Sindonews.com - Pil pahit harus ditelan Daniel Monchare. Pemain asing asal Kamerun itu harus angkat koper dari Persebaya sebelum kompetisi Indonesia Super League (ISL) bergulir. Kemampuan pemain belakang berusia 31 tahun dinilai tidak sesuai harapan tim pelatih, "Monchare akan kita pulangkan secepatnya, kemungkinan besok (hari ini) sudah tidak lagi ikut latihan bersama tim
Persebaya, " ucap President Direktur Persebaya, Diar Kusuma Putra.
Keputusan manajemen memulangkan Daniel Monchare menjadikan rekor baru sebagai pemain tercepat yang "dipecat" musim ini. Sebab, pemain yang terakhir merumput di liga sepak bola Maroko itu sudah meneken kontrak selama semusim dengan nilai sekitar Rp600 hingga Rp700 juta.
Tidak hanya itu, Monchare juga harus menunda keinginannya menjalani debut perdana di pentas sepak bola Indonesia. Dia akan kesulitan mendapatkan tim baru karena kompetisi tinggal satu pekan lagi bergulir. "Apa yang digambarkan agennya tidak sesuai dengan ekspektasi awal kita," ucap Diar.
Penampilan Monchare selama dua turnamen preseason, Piala Gubernur Jatim maupun Inter Island Cup 2014 memang tidak terlalu istimewa. Bahkan, kerap melakukan blunder dan kurang taktis dalam mengambil bola dari kaki lawan. Padahal, Monchare sudah dijajal dalam dua posisi berbeda centerback maupun stopper, tapi hasilnya juga sama saja.
Sebenarnya, manajemen Persebaya juga melakukan blunder karena terlalu cepat mengambil keputusan mengontrak Monchare, tanpa melalui proses seleksi. Padahal kemampuannya di lapangan tidak diketahui karena belum pernah merumput di Indonesia. "Kita sudah antisipasi diklausal kontrak, jika tidak sesuai bisa ditukar, " ujarnya Diar.
Meski bisa ditukar dengan pemain asing lain, namun tetap saja Persebaya terancam harus kembali merogoh dompetnya. Sebab, kandidat pemain pengganti Onorionde Kughegbe John harganya tidak sama dengan Monchare. Akibatnya Persebaya harus melakukan negosiasi kembali. "Belum teken, masih nego," ucap Sekretaris Tim Persebaya, Rahmad Sumanjaya.
Bisa jadi, ada indikasi Persebaya menjadi "mainan" agen kedua pemain yaitu Francis Yonga. Sebab, meski bisa menukar pemain, namun ternyata harganya tidak sama. Persebaya dipastikan tetap akan merekrut O.K. John karena sudah tidak punya waktu lagi. Selain itu, jika Persebaya mencari pemain di luar agen Francis Yonga, dipastikan uang kontrak Daniel Monchare tidak bisa kembali.
Sepak terjang Francis Yonga sebagai agen pemain di Indonesia juga tidak bisa dibilang baik. Sebab, beberapa klub sempat mengeluhkan kinerja mantan pemain Arema ini. Salah satunya, Persib Bandung yang sempat mendesak PSSI menghukum Yonga karena tidak bertanggung jawab dengan pemainnya. Mulai dari lamban mengurus ITC hingga uang kontrak tidak diberikan kepada pemain.
Andai O.K. John bergabung dengan Persebaya juga belum menjamin lini belakang lebih garang. Maklum, kemampuan pemain berusia 31 tahun itu sebenarnya sudah mulai menurun. Terbukti, musim lalu, dia gagal menyelamatkan Persiwa Wamena dari jurang degradasi. Meski sebelumnya, O.K. John pernah tampil konsisten di beberapa klub, mulai Persik Kediri maupun Persegres Gresik United.
Persebaya, " ucap President Direktur Persebaya, Diar Kusuma Putra.
Keputusan manajemen memulangkan Daniel Monchare menjadikan rekor baru sebagai pemain tercepat yang "dipecat" musim ini. Sebab, pemain yang terakhir merumput di liga sepak bola Maroko itu sudah meneken kontrak selama semusim dengan nilai sekitar Rp600 hingga Rp700 juta.
Tidak hanya itu, Monchare juga harus menunda keinginannya menjalani debut perdana di pentas sepak bola Indonesia. Dia akan kesulitan mendapatkan tim baru karena kompetisi tinggal satu pekan lagi bergulir. "Apa yang digambarkan agennya tidak sesuai dengan ekspektasi awal kita," ucap Diar.
Penampilan Monchare selama dua turnamen preseason, Piala Gubernur Jatim maupun Inter Island Cup 2014 memang tidak terlalu istimewa. Bahkan, kerap melakukan blunder dan kurang taktis dalam mengambil bola dari kaki lawan. Padahal, Monchare sudah dijajal dalam dua posisi berbeda centerback maupun stopper, tapi hasilnya juga sama saja.
Sebenarnya, manajemen Persebaya juga melakukan blunder karena terlalu cepat mengambil keputusan mengontrak Monchare, tanpa melalui proses seleksi. Padahal kemampuannya di lapangan tidak diketahui karena belum pernah merumput di Indonesia. "Kita sudah antisipasi diklausal kontrak, jika tidak sesuai bisa ditukar, " ujarnya Diar.
Meski bisa ditukar dengan pemain asing lain, namun tetap saja Persebaya terancam harus kembali merogoh dompetnya. Sebab, kandidat pemain pengganti Onorionde Kughegbe John harganya tidak sama dengan Monchare. Akibatnya Persebaya harus melakukan negosiasi kembali. "Belum teken, masih nego," ucap Sekretaris Tim Persebaya, Rahmad Sumanjaya.
Bisa jadi, ada indikasi Persebaya menjadi "mainan" agen kedua pemain yaitu Francis Yonga. Sebab, meski bisa menukar pemain, namun ternyata harganya tidak sama. Persebaya dipastikan tetap akan merekrut O.K. John karena sudah tidak punya waktu lagi. Selain itu, jika Persebaya mencari pemain di luar agen Francis Yonga, dipastikan uang kontrak Daniel Monchare tidak bisa kembali.
Sepak terjang Francis Yonga sebagai agen pemain di Indonesia juga tidak bisa dibilang baik. Sebab, beberapa klub sempat mengeluhkan kinerja mantan pemain Arema ini. Salah satunya, Persib Bandung yang sempat mendesak PSSI menghukum Yonga karena tidak bertanggung jawab dengan pemainnya. Mulai dari lamban mengurus ITC hingga uang kontrak tidak diberikan kepada pemain.
Andai O.K. John bergabung dengan Persebaya juga belum menjamin lini belakang lebih garang. Maklum, kemampuan pemain berusia 31 tahun itu sebenarnya sudah mulai menurun. Terbukti, musim lalu, dia gagal menyelamatkan Persiwa Wamena dari jurang degradasi. Meski sebelumnya, O.K. John pernah tampil konsisten di beberapa klub, mulai Persik Kediri maupun Persegres Gresik United.
(aww)