Jadwal molor, Persis tak takut pemain kabur
Rabu, 29 Januari 2014 - 00:59 WIB
Jadwal molor, Persis tak takut pemain kabur
A
A
A
Sindonews.com - Kontrak untuk 19 pemain yang telah direkomendasikan kepada manajer Persis Solo belum bisa ditindaklanjuti dalam waktu dekat. Penyebabnya, PT. Liga Indonesia (LI) akhirnya menunda kompetisi sampai dengan 14 April 2014 mendatang.
Padahal selama ini, yang selalu digadang-gadang pengurus adalah adanya jadwal pertandingan Divisi Utama. Karena dengan dasar jadwal, sponsor bisa memberikan pendanaan. Karena diundur, secara otomatis penyusunan jadwal juga ikut mundur.
PT. LI belum bisa menyusun jadwal pertandingan karena tim yang berlaga masih akan dievaluasi pada 17 Februari 2014. Evaluasi dilakukan terhadap kesiapan stadion dan finansial, dari 66 tim Divisi Utama. Menyikapi kondisi tersebut, Manajamen Persis Solo akan membicarakan terkait masalah ini dengan pelatih agar ada solusi terbaik.
Manajer karteker Persis Solo Totok Supriyanto mengatakan, pemunduran jadwal kompetisi sampai sejauh ini belum dibicarakan dengan pengurus yang lain, pelatih dan pemain. Hanya saja, secara pribadi dia sudah memiliki pandangan akan mencari solusi terbaik, untuk mengatasi masalah ini. Termasuk soal kemungkinan memberikan uang muka kontrak kepada pemain.
''Salah satunya kemungkinan itu (uang muka). Bagaimana agar soal finansial ini tidak membebani manajemen, dan tidak merugikan pemain,” ungkap Totok Supriyanto, Selasa (28/1).
Namun demikian, dirinya masih menunggu masukan dari pengurus yang lain, termasuk dari pelatih dan pemain itu sendiri. Sembari mencari solusi terbaik, dia menginginkan agar latihan yang dilakukan oleh pemain selama ini terus berjalan dan tidak terganggu dengan penundaan kompetisi.
''Sebenarnya Persis termasuk tim yang siap, dibandingkan dengan tim lain. Bahkan ada beberapa tim yang akhirnya menunda seleksi pemain, karena kompetisi ditunda,” paparnya.
Dirinya khawatir jika tidak ada latihan, nantinya justru mengganggu stamina pemain. Karena sejak dimulai seleksi dan sampai dengan adanya rekomendasi, pemain sudah menjalani latihan dan peningkatan fisik.
Pelatih Persis Solo Widyantoro bisa memaklumi jika manajemen kesulitan pendanaan untuk mengontrak pemain. Dia mengaku sudah meminta kepada jajaran pengurus untuk segera menindaklanjuti setelah menerima rekomendasi dengan mengikat kontrak.
Kendati belum ada kejelasan kontrak, dia tidak terlalu khawatir akan banyak pemain yang hengkang. ''Pemain Persis Solo ini sebagian besar pemain lokal, tidak ada pemain bintang. Kalau pemain bintang, biasanya langsung lari,” ucapnya.
Seperti diberitakan, akibat tidak adanya kejelasan kontrak, salah satu pemain belakang Persis Ahmad Taufik memilih hengkang ke Persijap Jepara yang sudah memastikan menyodorkan kontrak.
Padahal selama ini, yang selalu digadang-gadang pengurus adalah adanya jadwal pertandingan Divisi Utama. Karena dengan dasar jadwal, sponsor bisa memberikan pendanaan. Karena diundur, secara otomatis penyusunan jadwal juga ikut mundur.
PT. LI belum bisa menyusun jadwal pertandingan karena tim yang berlaga masih akan dievaluasi pada 17 Februari 2014. Evaluasi dilakukan terhadap kesiapan stadion dan finansial, dari 66 tim Divisi Utama. Menyikapi kondisi tersebut, Manajamen Persis Solo akan membicarakan terkait masalah ini dengan pelatih agar ada solusi terbaik.
Manajer karteker Persis Solo Totok Supriyanto mengatakan, pemunduran jadwal kompetisi sampai sejauh ini belum dibicarakan dengan pengurus yang lain, pelatih dan pemain. Hanya saja, secara pribadi dia sudah memiliki pandangan akan mencari solusi terbaik, untuk mengatasi masalah ini. Termasuk soal kemungkinan memberikan uang muka kontrak kepada pemain.
''Salah satunya kemungkinan itu (uang muka). Bagaimana agar soal finansial ini tidak membebani manajemen, dan tidak merugikan pemain,” ungkap Totok Supriyanto, Selasa (28/1).
Namun demikian, dirinya masih menunggu masukan dari pengurus yang lain, termasuk dari pelatih dan pemain itu sendiri. Sembari mencari solusi terbaik, dia menginginkan agar latihan yang dilakukan oleh pemain selama ini terus berjalan dan tidak terganggu dengan penundaan kompetisi.
''Sebenarnya Persis termasuk tim yang siap, dibandingkan dengan tim lain. Bahkan ada beberapa tim yang akhirnya menunda seleksi pemain, karena kompetisi ditunda,” paparnya.
Dirinya khawatir jika tidak ada latihan, nantinya justru mengganggu stamina pemain. Karena sejak dimulai seleksi dan sampai dengan adanya rekomendasi, pemain sudah menjalani latihan dan peningkatan fisik.
Pelatih Persis Solo Widyantoro bisa memaklumi jika manajemen kesulitan pendanaan untuk mengontrak pemain. Dia mengaku sudah meminta kepada jajaran pengurus untuk segera menindaklanjuti setelah menerima rekomendasi dengan mengikat kontrak.
Kendati belum ada kejelasan kontrak, dia tidak terlalu khawatir akan banyak pemain yang hengkang. ''Pemain Persis Solo ini sebagian besar pemain lokal, tidak ada pemain bintang. Kalau pemain bintang, biasanya langsung lari,” ucapnya.
Seperti diberitakan, akibat tidak adanya kejelasan kontrak, salah satu pemain belakang Persis Ahmad Taufik memilih hengkang ke Persijap Jepara yang sudah memastikan menyodorkan kontrak.
(aww)