Jonatan tak merasa terbebani
Rabu, 19 Februari 2014 - 09:39 WIB
Jonatan tak merasa terbebani
A
A
A
Sindonews.com - Pebulu tangkis muda Indonesia tak ingin berlama-lama merenungkan kekalahan yang dialami tim beregu di ajang Asia Junior Championship 2014. Pasalnya, mereka masih mempunyai peluang menggondol juara di nomor perseorangan.
Pada nomor perseorangan ini, Jonatan Christie menjadi pemain andalan Indonesia. Dia yang kini menduduki peringkat dua dunia kelas junior diharapkan mampu memenuhi target juara, seperti yang pernah diutarakan manajer tim, Lius Pongoh.
Meski begitu, Jonatan mengaku tak merasa terbebani dengan target yang diberikan tim Merah Putih. Karena setiap pemain memikul tanggung jawab yang sama seperti dirinya. "Target pribadi saya memang juara dan saya tidak merasa ada beban. Kalah menang itu hal biasa. Target kan tidak selalu terpenuhi. Kita harus punya target supaya lebih tertantang," ujar Jonatan dilansir badmintonindonesia.org, Rabu (19/2).
"Sebetulnya atlet kita tidak kalah sama atlet luar. Tapi tahun lalu, fighting spirit-nya masih kurang. Saya akui kalau saya juga masih kurang. Seharusnya lebih tidak gampang menyerah lagi," tambah Jonatan.
Pada nomor tunggal putri, Ruselli Hartawan, Gregoria Mariska, Fitriani, dan Vehrenica Debora Rumate diminta tampil semaksimal mungkin di turnamen yang dihelat di Taipei Gymnasium ini. Sebab titik kelemahan tim Merah Putih berada pada sektor ini.
"Target tunggal putri di AJC 2014 ini adalah mengukur sejauh mana kemampuan tunggal putri Indonesia. Dengan melihat kiprah mereka di turnamen ini, kami bisa mengetahui program seperti apa yang paling sesuai dijalankan kedepannya," kata Bambang Supriyanto, pelatih tunggal putri AJC 2014.
"Tunggal putri kalau ditargetkan untuk final atau semifinal ya berat juga. Apalagi melihat materi pemain yang ada, ditambah lawan-lawan yang cukup berat seperti Busanan (Ongbumrungpan), Akane (Yamaguchi) dan Aya (Ohori)," tukasnya.
Pada nomor perseorangan ini, Jonatan Christie menjadi pemain andalan Indonesia. Dia yang kini menduduki peringkat dua dunia kelas junior diharapkan mampu memenuhi target juara, seperti yang pernah diutarakan manajer tim, Lius Pongoh.
Meski begitu, Jonatan mengaku tak merasa terbebani dengan target yang diberikan tim Merah Putih. Karena setiap pemain memikul tanggung jawab yang sama seperti dirinya. "Target pribadi saya memang juara dan saya tidak merasa ada beban. Kalah menang itu hal biasa. Target kan tidak selalu terpenuhi. Kita harus punya target supaya lebih tertantang," ujar Jonatan dilansir badmintonindonesia.org, Rabu (19/2).
"Sebetulnya atlet kita tidak kalah sama atlet luar. Tapi tahun lalu, fighting spirit-nya masih kurang. Saya akui kalau saya juga masih kurang. Seharusnya lebih tidak gampang menyerah lagi," tambah Jonatan.
Pada nomor tunggal putri, Ruselli Hartawan, Gregoria Mariska, Fitriani, dan Vehrenica Debora Rumate diminta tampil semaksimal mungkin di turnamen yang dihelat di Taipei Gymnasium ini. Sebab titik kelemahan tim Merah Putih berada pada sektor ini.
"Target tunggal putri di AJC 2014 ini adalah mengukur sejauh mana kemampuan tunggal putri Indonesia. Dengan melihat kiprah mereka di turnamen ini, kami bisa mengetahui program seperti apa yang paling sesuai dijalankan kedepannya," kata Bambang Supriyanto, pelatih tunggal putri AJC 2014.
"Tunggal putri kalau ditargetkan untuk final atau semifinal ya berat juga. Apalagi melihat materi pemain yang ada, ditambah lawan-lawan yang cukup berat seperti Busanan (Ongbumrungpan), Akane (Yamaguchi) dan Aya (Ohori)," tukasnya.
(irc)