Persebaya tendang pemain asing
Kamis, 06 Maret 2014 - 12:52 WIB
Persebaya tendang pemain asing
A
A
A
Sindonews.com - Pupus sudah harapan Armand Alladoum bisa berbaju Persebaya musim depan. Pemain asal Republik Chad itu resmi dipulangkan Rabu (5/3). Asisten Manajer Persebaya, Amran Said Ali mengatakan dari rekomendasi tim pelatih mengatakan jika Armand sudah tidak lagi menjalani seleksi. "Hari ini (kemarin), sudah tidak ikut seleksi, " ujarnya.
Selama empat hari di Surabaya, Armand memang terlihat bukan tipikal pemain yang dicari Persebaya, yaitu gelandang yang bisa menjadi playameker sebagai pengganti Nzekou. Namun lebih condong bertipikal sebagai striker dan gelandang sayap.
Sebagai gantinya, Persebaya masih memberikan kesempatan pada Julio Cesar Larrea Flores. Pemain asal Paraguy ini masih diberikan kesempatan hingga, Jumat (7/3) sebelum berangkat laga away ke kandang Persiba Balikpapan. "Untuk Julio masih dilihat dua hari lagi, " ucapnya.
Sementara menurut penuturan Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid, Persebaya mendaftarkan total empat pemain sebagai calon pengganti Nzekou. Selain Armand dan Julio, dua pemain lainnya adalah Issac Popou asal Liberia dan Stefano Lilipaly.
Nama terakhir merupakan salah satu pemain naturaliasi Indonesia. Saat ini, Lilipaly tercatat sebagai pemain Almere City. "Betul, kita daftarkan empat-empatnya. Nanti yang terpilih akan kita urus berkas-berkasnya. Yang penting didaftarkan dulu," ucap Abror.
Persebaya sendiri membutuhkan seorang gelandang setelah mendepak Nzeko sejak Kamis (27/2) lalu. Pemain asal Kamerun itu dianggap kurang berkontribusi ke Persebaya. Sebagai seorang gelandang, penampilannya tak sebanding dengan besarnya nilai kontraknya, yakni Rp 900 juta.
Manajemen Persebaya sendiri menegaskan tak sekadar mencari seorang gelandang, melainkan pemain dengan karakter playmaker. Sebab, Persebaya butuh orang yang bisa menghidupkan laga sekaligus mengontrol permainan. ''Mudah-mudahan dari empat itu ada satu yang sesuai harapan kita," ujarnya.
Dari empat pemain, Persebaya tak lagi menggunakan satu agen pemain seperti sebelumnya di bawah Francis Yonga. Namun khusus Julio Cesar Larrea Flores berada di bawah bendera Eko Subekti.
Selama empat hari di Surabaya, Armand memang terlihat bukan tipikal pemain yang dicari Persebaya, yaitu gelandang yang bisa menjadi playameker sebagai pengganti Nzekou. Namun lebih condong bertipikal sebagai striker dan gelandang sayap.
Sebagai gantinya, Persebaya masih memberikan kesempatan pada Julio Cesar Larrea Flores. Pemain asal Paraguy ini masih diberikan kesempatan hingga, Jumat (7/3) sebelum berangkat laga away ke kandang Persiba Balikpapan. "Untuk Julio masih dilihat dua hari lagi, " ucapnya.
Sementara menurut penuturan Direktur Olahraga Persebaya, Dhimam Abror Djuraid, Persebaya mendaftarkan total empat pemain sebagai calon pengganti Nzekou. Selain Armand dan Julio, dua pemain lainnya adalah Issac Popou asal Liberia dan Stefano Lilipaly.
Nama terakhir merupakan salah satu pemain naturaliasi Indonesia. Saat ini, Lilipaly tercatat sebagai pemain Almere City. "Betul, kita daftarkan empat-empatnya. Nanti yang terpilih akan kita urus berkas-berkasnya. Yang penting didaftarkan dulu," ucap Abror.
Persebaya sendiri membutuhkan seorang gelandang setelah mendepak Nzeko sejak Kamis (27/2) lalu. Pemain asal Kamerun itu dianggap kurang berkontribusi ke Persebaya. Sebagai seorang gelandang, penampilannya tak sebanding dengan besarnya nilai kontraknya, yakni Rp 900 juta.
Manajemen Persebaya sendiri menegaskan tak sekadar mencari seorang gelandang, melainkan pemain dengan karakter playmaker. Sebab, Persebaya butuh orang yang bisa menghidupkan laga sekaligus mengontrol permainan. ''Mudah-mudahan dari empat itu ada satu yang sesuai harapan kita," ujarnya.
Dari empat pemain, Persebaya tak lagi menggunakan satu agen pemain seperti sebelumnya di bawah Francis Yonga. Namun khusus Julio Cesar Larrea Flores berada di bawah bendera Eko Subekti.
(aww)