Hibernasi, Persegres cermati kondisi
Jum'at, 07 Maret 2014 - 14:49 WIB
Hibernasi, Persegres cermati kondisi
A
A
A
Sindonews.com -- Persegres Gresik United menjadi tim dengan libur paling panjang pada jeda Indonesia Super League (ISL) kali ini. Sejak menghadapi Barito Putra pada 25 Februari lalu, Persegres baru akan bertanding lagi pada 13 April kontra Pelita Bandung Raya.
Menjalani 'hibernasi' yang demikian lama, membuat staf pelatih mengkhawatirkan kondisi fisik pasukannya. Apalagi pemain diberi libur selama sepekan pada awal Maret dan baru kembali ke lapangan untuk berlatih pada Senin (10/3) mendatang.
Pelatih Persegres Agus Yuwono pun mengibaratkan libur kompetisi ini sebagai pra musim kedua. Bagaimana tidak, timnya tidak menjalani rutinitas kompetisi selama lebih dari enam pekan. Jadwal yang tentunua sangat tidak disukai seorang pelatih.
"Kondisi seperti ini tantangannya jelas pada kondisi fisik. Saya harus merancang latihan yang cocok untuk menjaga kondisi pemain, mungkin juga diselingi ujicoba. Bahkan saat kembali berlatih minggu depan pun kami masih 'nganggur' sebulan," jelasnya.
Laskar Joko Samudro sebenarnya masih bertanding pada 6 Maret ini menghadapi Arema Cronus. Tapi jadwal tersebut digeser ke 8 April karena berdekatan dengan laga tim nasional sekaligus pertandingan AFC Cup antara Arema menghadapi Hanoi T&T.
Agus Yuwono pun langsung memberikan libur selama sepekan dan mengingatkan agar pemainnya menjaga pola makan sekaligus tetap latihan selama liburan. "Semua pemain pulang dan saya yakin mereka profesional menjaga kondisi kebugarannya," lanjut pelatih asal Malang.
Situasi ini juga tidak menguntungkan dari sisi mood bertanding pemain. Apalagi lawan berikutnya tergolong berat walau bertanding di Stadion Petrokimia, yakni Pelita Bandung Raya dan Persib Bandung. Dua tim tersebut terbukti pernah menjadi momok bagi tim Jatim lainnya, Persik Kediri.
Agus seakan memulai dari awal lagi ketika timnya belum menunjukkan performa terbaiknya. "Mau bagaimana lagi, beginilah situasinya. Jadwal memang begitu dan tim harus menjalaninya dengan persiapan yang tidak seperti biasanya. Saya juga berharap istirahat panjang ini memberikan dampak positif," terangnya.
Dampak positif yang dimaksud adalah melupakan tren kurang memuaskan dan bisa benar-benar fokus di laga berikutnya. Persegres terakhir kali dikecewakan Barito Putra pada 25 Februari dengan hasil imbang 2-2 di Gresik. Itu hasil imbang ketiga kalinya dalam lima laga.
Menjalani 'hibernasi' yang demikian lama, membuat staf pelatih mengkhawatirkan kondisi fisik pasukannya. Apalagi pemain diberi libur selama sepekan pada awal Maret dan baru kembali ke lapangan untuk berlatih pada Senin (10/3) mendatang.
Pelatih Persegres Agus Yuwono pun mengibaratkan libur kompetisi ini sebagai pra musim kedua. Bagaimana tidak, timnya tidak menjalani rutinitas kompetisi selama lebih dari enam pekan. Jadwal yang tentunua sangat tidak disukai seorang pelatih.
"Kondisi seperti ini tantangannya jelas pada kondisi fisik. Saya harus merancang latihan yang cocok untuk menjaga kondisi pemain, mungkin juga diselingi ujicoba. Bahkan saat kembali berlatih minggu depan pun kami masih 'nganggur' sebulan," jelasnya.
Laskar Joko Samudro sebenarnya masih bertanding pada 6 Maret ini menghadapi Arema Cronus. Tapi jadwal tersebut digeser ke 8 April karena berdekatan dengan laga tim nasional sekaligus pertandingan AFC Cup antara Arema menghadapi Hanoi T&T.
Agus Yuwono pun langsung memberikan libur selama sepekan dan mengingatkan agar pemainnya menjaga pola makan sekaligus tetap latihan selama liburan. "Semua pemain pulang dan saya yakin mereka profesional menjaga kondisi kebugarannya," lanjut pelatih asal Malang.
Situasi ini juga tidak menguntungkan dari sisi mood bertanding pemain. Apalagi lawan berikutnya tergolong berat walau bertanding di Stadion Petrokimia, yakni Pelita Bandung Raya dan Persib Bandung. Dua tim tersebut terbukti pernah menjadi momok bagi tim Jatim lainnya, Persik Kediri.
Agus seakan memulai dari awal lagi ketika timnya belum menunjukkan performa terbaiknya. "Mau bagaimana lagi, beginilah situasinya. Jadwal memang begitu dan tim harus menjalaninya dengan persiapan yang tidak seperti biasanya. Saya juga berharap istirahat panjang ini memberikan dampak positif," terangnya.
Dampak positif yang dimaksud adalah melupakan tren kurang memuaskan dan bisa benar-benar fokus di laga berikutnya. Persegres terakhir kali dikecewakan Barito Putra pada 25 Februari dengan hasil imbang 2-2 di Gresik. Itu hasil imbang ketiga kalinya dalam lima laga.
(wbs)