Pertarungan berebut tinggalkan zona merah
Senin, 10 Maret 2014 - 13:47 WIB
Pertarungan berebut tinggalkan zona merah
A
A
A
Sindonews.com - Persik Kediri mematok target mencuri kesempatan saat menantang tuan rumah Persijap Jepara di Gelora Kartini, Senin (10/3). Bagi kedua kubu, memperoleh angka menjadi misi wajib dengan minimnya tabungan angka.
Tanpa tambahan poin, maka salah satu harus tertinggal di dasar klasemen. Sebagai tuan rumah, Laskar Kalinyamay--sebutan Persijap-- memang memiliki kans untuk meninggalkan zona merah jika mendapat tiga angka. Namun Persik juga tak bisa diremehkan karena mereka terbiasa mendapat angka di luar kandang.
Tim tamu juga memanaskan ambisi mereka untuk mengulang bahkan memperbaiki hasil laga sebelumnya. Pada 27 Februari lalu tim berjuluk Macan Putih mendapat satu angka dari Persita Tangerang di Karawang. Hasil itu menjadi inspirasi di Gelora Kartini nanti.
"Persijap memiliki kelemahan dalam konsentrasi di pertahanan. Dari rekaman yang saya pelajari, mereka masih belum solid. Semoga itu memberikan kesempatan bagi Persik untuk mencetak gol. Kami jelas ingin poin," ujar Asisten Pelatih Persik Kediri Aris Budi Prasetyo, Minggu (9/3).
Pulihnya striker Jean Paul Boumsong dan Rendi Irawan sedikit menambah kekuatan Macan Putih. Hampir dipastikan dua pemain itu bakal dipercaya sebagai starter. Boumsong sejauh ini menjadi satu-satunya penyerang Persik yang telah mencetak gol.
Formasi 4-5-1 yang bisa bertransformasi ke 4-2-3-1, kelihatannya tetap menjadi pilihan pelatih. Boumsong sebagai striker tunggal, ditopang tiga gelandang serang. Persik kaya pemain di posisi ini, ada Rendy Syahputra, Faris Aditama, Rendi Irawan, Fachrudin, serta Ngon Mamoun.
Dua gelandang jangkar mungkin masih manjadi milik Tamsil Sijaya dan Jefry Dwi Hadi. Sementara empat pemain di pertahanan adalah Khusnul Yuli, Michael Ndubuisi, Asep Budi dan Anwarudin. Lini tengah menjadi posisi paling menentukan bagi tim asal Kota Tahu.
Dari tiga kekalahan yang dialami musim ini, selalu berawal dari buruknya kinerja lini tengah. Sering kehilangan bola, gagal membendung tekanan lawan, hingga tak mampu memberikan dukungan pada pemain depan. Aris pun mengakui lini tengah harus dimenangkan.
"Ketika lini tengah bekerja dengan baik, kami selalu memiliki peluang mencetak gol sekaligus memperoleh angka. Semoga kami bisa memenangkan permainan dan mencetak gol," harap asisten pelatih asal Solo ini. Laga di Gelora Kartini adalah laga away keempat Persik musim ini.
Tanpa tambahan poin, maka salah satu harus tertinggal di dasar klasemen. Sebagai tuan rumah, Laskar Kalinyamay--sebutan Persijap-- memang memiliki kans untuk meninggalkan zona merah jika mendapat tiga angka. Namun Persik juga tak bisa diremehkan karena mereka terbiasa mendapat angka di luar kandang.
Tim tamu juga memanaskan ambisi mereka untuk mengulang bahkan memperbaiki hasil laga sebelumnya. Pada 27 Februari lalu tim berjuluk Macan Putih mendapat satu angka dari Persita Tangerang di Karawang. Hasil itu menjadi inspirasi di Gelora Kartini nanti.
"Persijap memiliki kelemahan dalam konsentrasi di pertahanan. Dari rekaman yang saya pelajari, mereka masih belum solid. Semoga itu memberikan kesempatan bagi Persik untuk mencetak gol. Kami jelas ingin poin," ujar Asisten Pelatih Persik Kediri Aris Budi Prasetyo, Minggu (9/3).
Pulihnya striker Jean Paul Boumsong dan Rendi Irawan sedikit menambah kekuatan Macan Putih. Hampir dipastikan dua pemain itu bakal dipercaya sebagai starter. Boumsong sejauh ini menjadi satu-satunya penyerang Persik yang telah mencetak gol.
Formasi 4-5-1 yang bisa bertransformasi ke 4-2-3-1, kelihatannya tetap menjadi pilihan pelatih. Boumsong sebagai striker tunggal, ditopang tiga gelandang serang. Persik kaya pemain di posisi ini, ada Rendy Syahputra, Faris Aditama, Rendi Irawan, Fachrudin, serta Ngon Mamoun.
Dua gelandang jangkar mungkin masih manjadi milik Tamsil Sijaya dan Jefry Dwi Hadi. Sementara empat pemain di pertahanan adalah Khusnul Yuli, Michael Ndubuisi, Asep Budi dan Anwarudin. Lini tengah menjadi posisi paling menentukan bagi tim asal Kota Tahu.
Dari tiga kekalahan yang dialami musim ini, selalu berawal dari buruknya kinerja lini tengah. Sering kehilangan bola, gagal membendung tekanan lawan, hingga tak mampu memberikan dukungan pada pemain depan. Aris pun mengakui lini tengah harus dimenangkan.
"Ketika lini tengah bekerja dengan baik, kami selalu memiliki peluang mencetak gol sekaligus memperoleh angka. Semoga kami bisa memenangkan permainan dan mencetak gol," harap asisten pelatih asal Solo ini. Laga di Gelora Kartini adalah laga away keempat Persik musim ini.
(aww)