Tembus tangga kedua, Persela belum bangga
Selasa, 11 Maret 2014 - 14:37 WIB
Tembus tangga kedua, Persela belum bangga
A
A
A
Sindonews.com - Pemain tengah Serdjan Lopicic mempersembahkan pesta kemenangan untuk LA Mania --suporter Persela Lamongan-- di Stadion Surajaya, Senin (10/3) malam. Hat-trick-nya ke jala Persepam Madura United membuat Persela Lamongan sementara menempati posisi mewah di klasemen wilayah Timur.
Sebuah permainan yang semakin membuat LA Mania yakin bisa melupakan playmaker Gustavo Lopez yang bergabung Arema Cronous. Trigol Lopicic adalah hat-trick kedua di Stadion Surajaya setelah sebelumnya Bijahil Chalwa membolongi jala Persebaya Surabaya.
Namun, walau menorehkan grafik memukau di kandang, Persela belum sepenuhnya bangga. Dua kemenangan beruntun di kandang baru sebatas dianggap sebagai pondasi untuk menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya. Pelatih Eduard Tjong yakin Persela belum mencapai potensi terbaiknya.
"Ada yang masih perlu ditingkatkan lagi. Organisasi tim belum sepenuhnya stabil sepanjang pertandingan. Persela tidak boleh terlalu bangga dengan kemenangan di kandang sejauh ini. Masih banyak pertandingan sulit," ungkap Eduard Tjong.
Satu hal yang menjadi penekanan adalah Laskar Joko Tingkir memiliki momentum bagus untuk mempersolid permainan. Pada akhir Februari hingga April, tim jagoan Kota Soto bakal melakoni empat laga kandang secara berurutan. Dua di antaranya sudah dituntaskan dengan gemilang.
Dengan jadwal tersebut, Persela berkesempatan menyempurnakan kinerja tim sekaligus mengeruk poin sejauh mungkin. "Kesempatan ini memang kami manfaatkan sebaik mungkin. Sejak semula target Persela adalah tak kehilangan satu angka pun di kandang," tambah Edu.
Tantangan berikutnya yang dihadapi Edu adalah mempertahankan grafik timnya di jeda Indonesia Super League (ISL). Laskar Joko Tingkir baru kembali bertarung pada April mendatang atau istirahat sekitar sebulan. Di sini patut dilihat bagaimana upaya Persela menjaga konsistensi performanya.
Walau terkesan tak gampang memuji penampilan individu pemain, Edu tak bisa menutupi kegembiraannya melihat potensi yang dimiliki pemainnya. Persela tidak tergantung sepenuhnya pada striker dalam hal produktivitas. Ketika penyerang buntu, pemain lainnya bisa menjadi finisher.
Serdjan Lopicic misalnya, menjadi solusi efektif ketika lawan lebih terfokus pada pergerakan pemain sayap Persela. Eks pemain Persebaya tersebut secara keseluruhan bermain nyaris sempurna dan Persela patut berharap dia bakal seterusnya bermain seperti itu.
"Bagi saya tidak masalah siapa yang mencetak gol. Yang terpenting adalah optimal dalam memanfaatkan kesempatan yang ada. Saya senang sejauh ini tim bisa efektif dalam pemanfaatan peluang, baik striker atau bukan," tutur eks pelatih Persis Solo tersebut.
Persela Lamongan kini berada di peringkat dua klasemen sementara wilayah timur dengan raihan 10 angka, hanya beda gol dari pemimpin klasemen Mitra Kukar. Ini adalah posisi terbaik yang dicapai Khoirul Huda dkk sejak mereka berada di peringkat empat klasemen ISL.
Sebuah permainan yang semakin membuat LA Mania yakin bisa melupakan playmaker Gustavo Lopez yang bergabung Arema Cronous. Trigol Lopicic adalah hat-trick kedua di Stadion Surajaya setelah sebelumnya Bijahil Chalwa membolongi jala Persebaya Surabaya.
Namun, walau menorehkan grafik memukau di kandang, Persela belum sepenuhnya bangga. Dua kemenangan beruntun di kandang baru sebatas dianggap sebagai pondasi untuk menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya. Pelatih Eduard Tjong yakin Persela belum mencapai potensi terbaiknya.
"Ada yang masih perlu ditingkatkan lagi. Organisasi tim belum sepenuhnya stabil sepanjang pertandingan. Persela tidak boleh terlalu bangga dengan kemenangan di kandang sejauh ini. Masih banyak pertandingan sulit," ungkap Eduard Tjong.
Satu hal yang menjadi penekanan adalah Laskar Joko Tingkir memiliki momentum bagus untuk mempersolid permainan. Pada akhir Februari hingga April, tim jagoan Kota Soto bakal melakoni empat laga kandang secara berurutan. Dua di antaranya sudah dituntaskan dengan gemilang.
Dengan jadwal tersebut, Persela berkesempatan menyempurnakan kinerja tim sekaligus mengeruk poin sejauh mungkin. "Kesempatan ini memang kami manfaatkan sebaik mungkin. Sejak semula target Persela adalah tak kehilangan satu angka pun di kandang," tambah Edu.
Tantangan berikutnya yang dihadapi Edu adalah mempertahankan grafik timnya di jeda Indonesia Super League (ISL). Laskar Joko Tingkir baru kembali bertarung pada April mendatang atau istirahat sekitar sebulan. Di sini patut dilihat bagaimana upaya Persela menjaga konsistensi performanya.
Walau terkesan tak gampang memuji penampilan individu pemain, Edu tak bisa menutupi kegembiraannya melihat potensi yang dimiliki pemainnya. Persela tidak tergantung sepenuhnya pada striker dalam hal produktivitas. Ketika penyerang buntu, pemain lainnya bisa menjadi finisher.
Serdjan Lopicic misalnya, menjadi solusi efektif ketika lawan lebih terfokus pada pergerakan pemain sayap Persela. Eks pemain Persebaya tersebut secara keseluruhan bermain nyaris sempurna dan Persela patut berharap dia bakal seterusnya bermain seperti itu.
"Bagi saya tidak masalah siapa yang mencetak gol. Yang terpenting adalah optimal dalam memanfaatkan kesempatan yang ada. Saya senang sejauh ini tim bisa efektif dalam pemanfaatan peluang, baik striker atau bukan," tutur eks pelatih Persis Solo tersebut.
Persela Lamongan kini berada di peringkat dua klasemen sementara wilayah timur dengan raihan 10 angka, hanya beda gol dari pemimpin klasemen Mitra Kukar. Ini adalah posisi terbaik yang dicapai Khoirul Huda dkk sejak mereka berada di peringkat empat klasemen ISL.
(aww)