Tiga faktor penyebab BK Porda diundur
Jum'at, 14 Maret 2014 - 02:04 WIB
Tiga faktor penyebab BK Porda diundur
A
A
A
Sindonews.com - Jadwal pelaksanaan babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XII/2014 yang rencananya digelar 16 Maret 2014 di Kabupaten Bekasi diundur April 2014 mendatang. Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI Jawa Barat periode 2013-2017, Wahid Wahyudi menuturkan, target pelaksanaan BK itu meleset karena beberapa alasan.
Pertama karena cuaca yang akhir-akhir ini hujan mengguyur kabupaten Bekasi. Yang kedua, para atlet tengah melaksanakan ujian sekolah. Kendala ketiga yang dihadapi Pengprov FPTI Jabar yaitu gedung yang akan dipakai di BK digunakan untuk peletakan surat suara pemilihan umum legislatif.
''Akhir-akhir ini kan hujan mengguyur daerah Jabar sedangkan pada waktu yang sama juga anak-anak ujian sekolah. Jika dipaksakan bisa saja, tapi tidak akan enjoy. Akhirnya saya ambil keputusan untuk diundur hingga akhir April sekitar tanggal 24,”katanya kepada wartawan, usai pelantikan kepengurusun Pengprov FPTI Jabar periode 2013-2017 di Gedung KONI Jabar, Kamis (13/3).
Atas keputusan tersebut, kata Wahid, Pengcab FPTi yang tersebar di Jabar memiliki waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan diri. Keputusan tersebut juga dibicarakan dalam rapat kerja Pengprov FPTI.
Pengprov FPTI Jabar mengikat komitmen bersama Pengcab FPTI daerah untuk mengembalikan prestasi panjat tebing Jabar dengan puncak prestasi di PON XIX/2014. "Masa sebagai tuan rumah kami gagal meraih emas, kami justeru menargetkan juara umum para PON XIX/ 2016 mendatang. Bila panjat tebing Jabar bersatu maka kekuatan tak bisa tertahankan," kata Wahid.
Kegagalan meraih medali emas pada PON XVIII/2012 menjadi salah satu bahan evaluasi bagi top organisai panjat tebing Jabar itu untuk melakukan upaya dan strategi untuk memaksimalkan kemampuan pada PON XIX/2016 di Jabar.
"Kepengurusan periode 2013-2017 ini akan merevitalisasi prestasi dan mengikat komitmen bersama Pengcab FPTI melalui ajang Porda 2014 nanti. Ajang itu momentum bersatunya kembali kekuatan panjat tebing Jabar menjelang PON," katanya.
Pertama karena cuaca yang akhir-akhir ini hujan mengguyur kabupaten Bekasi. Yang kedua, para atlet tengah melaksanakan ujian sekolah. Kendala ketiga yang dihadapi Pengprov FPTI Jabar yaitu gedung yang akan dipakai di BK digunakan untuk peletakan surat suara pemilihan umum legislatif.
''Akhir-akhir ini kan hujan mengguyur daerah Jabar sedangkan pada waktu yang sama juga anak-anak ujian sekolah. Jika dipaksakan bisa saja, tapi tidak akan enjoy. Akhirnya saya ambil keputusan untuk diundur hingga akhir April sekitar tanggal 24,”katanya kepada wartawan, usai pelantikan kepengurusun Pengprov FPTI Jabar periode 2013-2017 di Gedung KONI Jabar, Kamis (13/3).
Atas keputusan tersebut, kata Wahid, Pengcab FPTi yang tersebar di Jabar memiliki waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan diri. Keputusan tersebut juga dibicarakan dalam rapat kerja Pengprov FPTI.
Pengprov FPTI Jabar mengikat komitmen bersama Pengcab FPTI daerah untuk mengembalikan prestasi panjat tebing Jabar dengan puncak prestasi di PON XIX/2014. "Masa sebagai tuan rumah kami gagal meraih emas, kami justeru menargetkan juara umum para PON XIX/ 2016 mendatang. Bila panjat tebing Jabar bersatu maka kekuatan tak bisa tertahankan," kata Wahid.
Kegagalan meraih medali emas pada PON XVIII/2012 menjadi salah satu bahan evaluasi bagi top organisai panjat tebing Jabar itu untuk melakukan upaya dan strategi untuk memaksimalkan kemampuan pada PON XIX/2016 di Jabar.
"Kepengurusan periode 2013-2017 ini akan merevitalisasi prestasi dan mengikat komitmen bersama Pengcab FPTI melalui ajang Porda 2014 nanti. Ajang itu momentum bersatunya kembali kekuatan panjat tebing Jabar menjelang PON," katanya.
(aww)