Manajer Persib tuntut Tony Apriliani ?
Jum'at, 14 Maret 2014 - 18:39 WIB
Manajer Persib tuntut Tony Apriliani ?
A
A
A
Sindonews.com - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, berencana melakukan tuntutan kepada Tony Apriliani. Salah satu anggota pengurus PSSI itu dianggap telah menyebarkan isu miring terhadap Maung Bandung.
Sebelumnya, Tony sempat mengatakan jika Persib bisa menerima sanksi turun kasta atau degradasi terkait masalah hukum yang dialami petinggi PT Persib Bandung Bermartabat.
"Dia bilang tiga bos Persib bermasalah, tiga itu siapa? Dia itu ngawur tidak mengerti struktur organisasi. Saya akan tuntut dia," kata Umuh saat ditemui sindonews.com di Grha Persib, Jumat (14/3).
Pria yang menukangi Persib sejak lima musim itu mengaku murka dengan apa yang diungkapkan Tony. Sebagai pejabat yang berasal dari Jawa Barat, kata Umuh, harusnya Tony melakukan konfirmasi terlebih dulu. Atas apa yang diungkapnya, seluruh masyarakat Jawa Barat kecewa.
"Jabar (Jawa Barat) menangis, orang Jabar sendiri memvonis Persib degradasi tanpa adanya landasan yang jelas," kata dia.
Umuh menegaskan, yang menentukan tim degradasi atau tidak itu tidak sembarangan. Perlu pengkajian lebih lanjut. "Tidak punya wewenang mengatakan itu. Biar nanti pengadilan yang membuktikannya," pungkas dia.
Sebelumnya, Tony sempat mengatakan jika Persib bisa menerima sanksi turun kasta atau degradasi terkait masalah hukum yang dialami petinggi PT Persib Bandung Bermartabat.
"Dia bilang tiga bos Persib bermasalah, tiga itu siapa? Dia itu ngawur tidak mengerti struktur organisasi. Saya akan tuntut dia," kata Umuh saat ditemui sindonews.com di Grha Persib, Jumat (14/3).
Pria yang menukangi Persib sejak lima musim itu mengaku murka dengan apa yang diungkapkan Tony. Sebagai pejabat yang berasal dari Jawa Barat, kata Umuh, harusnya Tony melakukan konfirmasi terlebih dulu. Atas apa yang diungkapnya, seluruh masyarakat Jawa Barat kecewa.
"Jabar (Jawa Barat) menangis, orang Jabar sendiri memvonis Persib degradasi tanpa adanya landasan yang jelas," kata dia.
Umuh menegaskan, yang menentukan tim degradasi atau tidak itu tidak sembarangan. Perlu pengkajian lebih lanjut. "Tidak punya wewenang mengatakan itu. Biar nanti pengadilan yang membuktikannya," pungkas dia.
(nug)