Kedatangan Sergio van Dijk jangan rusak Persib
Senin, 17 Maret 2014 - 13:55 WIB
Kedatangan Sergio van Dijk jangan rusak Persib
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Persib Bandung untuk memulangkan mesin gol, Sergio van Dijk, mulai dijajaki. Namun, rencana itu jangan sampai mengganggu kondusivitas tim. Tidak dapat dimungkiri jika kehadiran striker yang berhasil mengemas 21 gol musim lalu akan membuat salah satu pemain tersingkir dari posisinya.
Ferdinand Alfred Sinaga dan Tantan yang selama ini mendampingi Djibril Coulibaly sebagai pemain terdepan terancam posisinya. Bahkan striker potensial Persib, Rudiyana, harus merasakan kerasnya persaingan.
Mantan pemain Persib era 90an, Yusuf Bachtiar mengatakan hal tersebut merupakan risiko sebuah tim profesional. Ada yang datang dibarengi dengan mereka yang keluar. ''Itu risiko tim profesional sekelas Persib. Sebagai klub profesional, pemainnya pun harus profesional. Di mana ada satu pemain yang datang, pemain lain harus siap,” kata Yusuf.
Kedatangan Sergio, kata dia, untuk membantu tim menjadi lebih kuat. Apalagi dengan target juara yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Keputusan mengembalikan pemain naturalisasi ini harus didukung oleh pemain lainnya.
Sebagaimana keputusan pelatih di setiap pertandingan. Kondusivitas tim yang sudah terbina sejauh ini, jangan sampai dirusak dengan anggapan hilangnya pemain di tim utama. ''Jangan sampai demikian karena pemain harus profesional. Siapa pun yang datang, tim harus tetap utuh karena kondusivitas tim yang utama,” lanjut dia.
Berkaca pada sejumlah pertandingan yang telah dilakoni musim ini, Persib memiliki pemain yang mampu menjaga konsistensinya ketika bermain di posisi berbeda. Seorang striker dapat berubah posisi menjadi sayap atau bahkan bek sayap di satu pertandingan.
Ketika Tantan ditugaskan berduet dengan Supardi di sisi kanan, mereka secara otomatis saling berubah posisi. Saat Supardi melakukan overlap, Tantan senantiasa mundur untuk menjaga pertahanan. Diungkapkan Yusuf, rotasi posisi menjadi kuntungan tersendiri bagi sebuah tim.
''Ketika datang, Sergio yang nantinya diproyeksikan berduet dengan Coulibaly di depan. Saya pikir Ferdinand bisa digeser ke samping. Begitupun juga dengan Tantan. Komposisi ini bisa dicoba ketika Persib ingin menampilkan permainan menyerang. Formasinya bisa menjadi 4-2-4,” kata dia.
Yusuf mengaku mendukung dengan upaya mengembalikan Sergio ke Bandung. Menurutnya karakter permainan pemain yang saat ini bermain untuk Sepahan FC di Liga Iran ini dibutuhkan tim. Sergio memiliki kemampuan menjaga bola yang tidak dimiliki striker pada umumnya. Dengan kemampuan tersebut, Persib akan memiliki alur serangan yang jelas.
''Jadi ketika bola diberikan kepadanya, bola tidak mudah lepas. Dia bisa mengontrol bola sambil menunggu pemain di lini kedua maju. Kemampuan ini memudahkan pada gelandang untuk mengkreasi alur serangan,” pungkas dia.
Ferdinand Alfred Sinaga dan Tantan yang selama ini mendampingi Djibril Coulibaly sebagai pemain terdepan terancam posisinya. Bahkan striker potensial Persib, Rudiyana, harus merasakan kerasnya persaingan.
Mantan pemain Persib era 90an, Yusuf Bachtiar mengatakan hal tersebut merupakan risiko sebuah tim profesional. Ada yang datang dibarengi dengan mereka yang keluar. ''Itu risiko tim profesional sekelas Persib. Sebagai klub profesional, pemainnya pun harus profesional. Di mana ada satu pemain yang datang, pemain lain harus siap,” kata Yusuf.
Kedatangan Sergio, kata dia, untuk membantu tim menjadi lebih kuat. Apalagi dengan target juara yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Keputusan mengembalikan pemain naturalisasi ini harus didukung oleh pemain lainnya.
Sebagaimana keputusan pelatih di setiap pertandingan. Kondusivitas tim yang sudah terbina sejauh ini, jangan sampai dirusak dengan anggapan hilangnya pemain di tim utama. ''Jangan sampai demikian karena pemain harus profesional. Siapa pun yang datang, tim harus tetap utuh karena kondusivitas tim yang utama,” lanjut dia.
Berkaca pada sejumlah pertandingan yang telah dilakoni musim ini, Persib memiliki pemain yang mampu menjaga konsistensinya ketika bermain di posisi berbeda. Seorang striker dapat berubah posisi menjadi sayap atau bahkan bek sayap di satu pertandingan.
Ketika Tantan ditugaskan berduet dengan Supardi di sisi kanan, mereka secara otomatis saling berubah posisi. Saat Supardi melakukan overlap, Tantan senantiasa mundur untuk menjaga pertahanan. Diungkapkan Yusuf, rotasi posisi menjadi kuntungan tersendiri bagi sebuah tim.
''Ketika datang, Sergio yang nantinya diproyeksikan berduet dengan Coulibaly di depan. Saya pikir Ferdinand bisa digeser ke samping. Begitupun juga dengan Tantan. Komposisi ini bisa dicoba ketika Persib ingin menampilkan permainan menyerang. Formasinya bisa menjadi 4-2-4,” kata dia.
Yusuf mengaku mendukung dengan upaya mengembalikan Sergio ke Bandung. Menurutnya karakter permainan pemain yang saat ini bermain untuk Sepahan FC di Liga Iran ini dibutuhkan tim. Sergio memiliki kemampuan menjaga bola yang tidak dimiliki striker pada umumnya. Dengan kemampuan tersebut, Persib akan memiliki alur serangan yang jelas.
''Jadi ketika bola diberikan kepadanya, bola tidak mudah lepas. Dia bisa mengontrol bola sambil menunggu pemain di lini kedua maju. Kemampuan ini memudahkan pada gelandang untuk mengkreasi alur serangan,” pungkas dia.
(aww)