Persis pusing nggak punya sponsor
Selasa, 18 Maret 2014 - 13:40 WIB
Persis pusing nggak punya sponsor
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen Persis Solo dibuat pusing dengan belum ada sponsor yang masuk. Padahal, kickoff kompetisi Divisi Utama sudah kian dekat. Pengurus gagal untuk menggandeng sejumlah perusahaan yang ada di Solo dan sekitarnya untuk menjadi mitra Laskar Sambernyawa.
Praktis, saat ini mulai dlakukan upaya-upaya alternatif. Salah satunya dengan menggandeng tokoh di Solo untuk bisa menjadi bapak angkat pemain. Terpaksa hal ini ditempuh, sebagai solusi terakhir dalam mengarungi kompetisi tahun ini yang menurut rencana kickoff dimulai pada 15 April 2014.
Jadwal itu sesuai dengan hasil keputusan dalam managers meeting di Surabaya, beberapa waktu lalu. Skuad Persis musim ini akan berkompetisi selama 10 bulan. ''Sponsor belum dapat. Solusi terbaik nanti, kami berupaya untuk mencari bapak angkat,” ungkap caretaker manajer Persis Totok Supriyanto.
Pengurus Persis Solo saat ini sudah mengikat kontrak 23 pemain. Para pemain tersebut, termasuk dengan tim pelatih dan pembantu umum, akan mengarungi kompetisi selama 10 bulan. Setiap bulannya, skuad tim Persis Solo membutuhkan biaya Rp300 juta/bulan. Atas dasar itu, pengurus masih membutuhkan banyak dana untuk menyelesaikan kompetisi sampai akhir.
Menurut Totok, para pemain yang sudah diikat kontrak sudah menerima gaji dua kali, dengan gaji awal pada Februari lalu. Untuk saat-saat ini, pihaknya masih bisa memberikan gaji pemain dan tim pelatih. Namun ke depan, paling tidak harus mendapatkan dana segar.
''Kita masih bisa meng-cover dari saving uji coba. Ke depan, harus ada bapak angkat yang bisa membayar gaji pemain dengan menjaring sponsor meski kecil-kecil,” kata Totok.
Sebenarnya di Solo dan sekitarnya banyak perusahaan besar. Meski begitu, sepertinya belum ada yang tertarik untuk mendukung Persis Solo dalam hal pendanaan. ''Faktanya seperti itu, sebenarnya banyak perusahaan gede-gede, tapi tidak ada yang peduli. Tapi tidak perlu saya sebutlah, nanti sakit hati,'' paparnya.
Menurut dia, bapak angkat tersebut nanti diharapkan bisa membiayai gaji seluruh pemain. Namun jika hanya membiayai sebagian saja, hal itu sudah sedikit membantu. Rencana itu akan direalisasikan sampai dengan akhir bulan ini. ''Mudah-mudahan nyantol, biar bisa membantu gaji pemain,” katanya.
Pengeluaran manajemen Persis Solo juga bakal bertambah menyusul direkomendasikannya Mbom Mbom Julien. Gelandang tengah berpaspor Kamerun itu menjadi pemain terakhir yang direkrut tim yang diasuh oleh pelatih Widyantoro tersebut. Namun soal harga kontrak belum dinegosiasikan dengan Mbom Mbom Juien.
Praktis, saat ini mulai dlakukan upaya-upaya alternatif. Salah satunya dengan menggandeng tokoh di Solo untuk bisa menjadi bapak angkat pemain. Terpaksa hal ini ditempuh, sebagai solusi terakhir dalam mengarungi kompetisi tahun ini yang menurut rencana kickoff dimulai pada 15 April 2014.
Jadwal itu sesuai dengan hasil keputusan dalam managers meeting di Surabaya, beberapa waktu lalu. Skuad Persis musim ini akan berkompetisi selama 10 bulan. ''Sponsor belum dapat. Solusi terbaik nanti, kami berupaya untuk mencari bapak angkat,” ungkap caretaker manajer Persis Totok Supriyanto.
Pengurus Persis Solo saat ini sudah mengikat kontrak 23 pemain. Para pemain tersebut, termasuk dengan tim pelatih dan pembantu umum, akan mengarungi kompetisi selama 10 bulan. Setiap bulannya, skuad tim Persis Solo membutuhkan biaya Rp300 juta/bulan. Atas dasar itu, pengurus masih membutuhkan banyak dana untuk menyelesaikan kompetisi sampai akhir.
Menurut Totok, para pemain yang sudah diikat kontrak sudah menerima gaji dua kali, dengan gaji awal pada Februari lalu. Untuk saat-saat ini, pihaknya masih bisa memberikan gaji pemain dan tim pelatih. Namun ke depan, paling tidak harus mendapatkan dana segar.
''Kita masih bisa meng-cover dari saving uji coba. Ke depan, harus ada bapak angkat yang bisa membayar gaji pemain dengan menjaring sponsor meski kecil-kecil,” kata Totok.
Sebenarnya di Solo dan sekitarnya banyak perusahaan besar. Meski begitu, sepertinya belum ada yang tertarik untuk mendukung Persis Solo dalam hal pendanaan. ''Faktanya seperti itu, sebenarnya banyak perusahaan gede-gede, tapi tidak ada yang peduli. Tapi tidak perlu saya sebutlah, nanti sakit hati,'' paparnya.
Menurut dia, bapak angkat tersebut nanti diharapkan bisa membiayai gaji seluruh pemain. Namun jika hanya membiayai sebagian saja, hal itu sudah sedikit membantu. Rencana itu akan direalisasikan sampai dengan akhir bulan ini. ''Mudah-mudahan nyantol, biar bisa membantu gaji pemain,” katanya.
Pengeluaran manajemen Persis Solo juga bakal bertambah menyusul direkomendasikannya Mbom Mbom Julien. Gelandang tengah berpaspor Kamerun itu menjadi pemain terakhir yang direkrut tim yang diasuh oleh pelatih Widyantoro tersebut. Namun soal harga kontrak belum dinegosiasikan dengan Mbom Mbom Juien.
(aww)