Pilar dicomot PSIM, tim Pra-PON DIY pesimistis
Rabu, 19 Maret 2014 - 04:30 WIB
Pilar dicomot PSIM, tim Pra-PON DIY pesimistis
A
A
A
Sindonews.com - Kehilangan beberapa pemain pilar membuat pelatih Pra-PON Daerah Istimewa Yogyakarta gelisah. Target yang semula optimis lolos dalam Pra-PON nanti pun harus berpikir dua kali dengan sisa komposisi pemain saat ini.
Pelatih Pra-PON DIY, Daryanto Hadi mengatakan, komposisi pemainnya saat ini benar-benar sangat minim. Sebab, ada delapan pilarnya yang diambil oleh skuad PSIM Yogyakarta untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2014.''Enam pemain yang masuk dalam kontrak dan ditambah dua lagi berstatus magang di PSIM,” kata dia, Selasa (18/3).
Tak hanya itu, satu penyerang andalannya, Martinus Novianto Ardi juga diyakini tak bisa memperkuat skuadnya. Sebab, pemain tersebut dipanggil oleh Indra Sajfri untuk seleksi Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19.
Apalagi ketika melihat penampilan Martinus yang diturunkan Indra Sjafri saat melawan Mitra Kukar U-21 pada Senin (17/3) malam. Permainan apik dan juga tendangan jarak jauhnya yang membahayakan pertahanan lawan kemungkinan bisa diambil oleh skuad yang berjuluk Garuda Jaya tersebut.''Ya, kalau diambil tim yang lebih baik kan kita tidak bisa mencegahnya,” tuturnya.
Saat ini, persiapan timnya pun masih belum dilakukan. Padahal, Pra-PON nanti akan digulirkan pada akhir 2014 mendatang. Tunas Jogja, tim di bawah naungan Pengcab PSSI Kota Yogyakarta yang selalu diambilnya untuk masuk dalam skuad pun saat ini belum mempersiapkan tim untuk mengikuti kompetisi Divisi I.
Targetnya, tim Pra-PON DIY sudah mempunyai komposisi pemain pada awal April ini. Untuk itu, beberapa spekulasi pun akan dia ambil. Seperti, dengan memantau para pemain sepak bola di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIY yang baru berlangsung ini.
Selain itu, jika sampai akhir April nanti tetap masih belum mempunyai pemain yang diinginkan. Dirinya akan membuka seleksi terbuka. Yaitu dengan memberikan pengumuman ke setiap sekolah ataupun Sekolah Sepak Bola (SSB) di DIY, untuk menjaring pemain. ''Kita umumkan kepada sekolah atau SSB yang punya pemain berbakat U-21 kita seleksi,” ucapnya.
Dengan kondisi ini, rasa optimistis sebelumnya untuk bisa mencapai target ikut dalam ajang PON pun mulai diragukan. Namun, dia akan tetap berusaha semaksimal mungkin, agar bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk DIY. ''Ya mikir pindo (beripikir dua kali, Red) kalau seperti ini. Dengan skuad dulu sih optimistis,” tuturnya.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) KONI DIY, Agung Nugroho mengatakan, sepak bola di DIY dalam ajang empat tahun ini sudah puluhan tahun tidak mempunyai prestasi. Untuk itu, dia berharap kepada tim bisa meningkatkannya.''Ya memang belum ada prestasi dari PON sebelum-sebelumnya,” ucapnya.
Pelatih Pra-PON DIY, Daryanto Hadi mengatakan, komposisi pemainnya saat ini benar-benar sangat minim. Sebab, ada delapan pilarnya yang diambil oleh skuad PSIM Yogyakarta untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2014.''Enam pemain yang masuk dalam kontrak dan ditambah dua lagi berstatus magang di PSIM,” kata dia, Selasa (18/3).
Tak hanya itu, satu penyerang andalannya, Martinus Novianto Ardi juga diyakini tak bisa memperkuat skuadnya. Sebab, pemain tersebut dipanggil oleh Indra Sajfri untuk seleksi Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19.
Apalagi ketika melihat penampilan Martinus yang diturunkan Indra Sjafri saat melawan Mitra Kukar U-21 pada Senin (17/3) malam. Permainan apik dan juga tendangan jarak jauhnya yang membahayakan pertahanan lawan kemungkinan bisa diambil oleh skuad yang berjuluk Garuda Jaya tersebut.''Ya, kalau diambil tim yang lebih baik kan kita tidak bisa mencegahnya,” tuturnya.
Saat ini, persiapan timnya pun masih belum dilakukan. Padahal, Pra-PON nanti akan digulirkan pada akhir 2014 mendatang. Tunas Jogja, tim di bawah naungan Pengcab PSSI Kota Yogyakarta yang selalu diambilnya untuk masuk dalam skuad pun saat ini belum mempersiapkan tim untuk mengikuti kompetisi Divisi I.
Targetnya, tim Pra-PON DIY sudah mempunyai komposisi pemain pada awal April ini. Untuk itu, beberapa spekulasi pun akan dia ambil. Seperti, dengan memantau para pemain sepak bola di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIY yang baru berlangsung ini.
Selain itu, jika sampai akhir April nanti tetap masih belum mempunyai pemain yang diinginkan. Dirinya akan membuka seleksi terbuka. Yaitu dengan memberikan pengumuman ke setiap sekolah ataupun Sekolah Sepak Bola (SSB) di DIY, untuk menjaring pemain. ''Kita umumkan kepada sekolah atau SSB yang punya pemain berbakat U-21 kita seleksi,” ucapnya.
Dengan kondisi ini, rasa optimistis sebelumnya untuk bisa mencapai target ikut dalam ajang PON pun mulai diragukan. Namun, dia akan tetap berusaha semaksimal mungkin, agar bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk DIY. ''Ya mikir pindo (beripikir dua kali, Red) kalau seperti ini. Dengan skuad dulu sih optimistis,” tuturnya.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) KONI DIY, Agung Nugroho mengatakan, sepak bola di DIY dalam ajang empat tahun ini sudah puluhan tahun tidak mempunyai prestasi. Untuk itu, dia berharap kepada tim bisa meningkatkannya.''Ya memang belum ada prestasi dari PON sebelum-sebelumnya,” ucapnya.
(aww)