PSIM ngeri bentrok tim Jawa Timur
Kamis, 20 Maret 2014 - 11:30 WIB
PSIM ngeri bentrok tim Jawa Timur
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih PSIM Yogyakarta Seto Nurdiyantara waswas berada di grup lima kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Pasalnya, mayoritas tim diisi dari Jawa Timur yang dikenal kuat dan bertipikal permainan keras.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara mengatakan, awalnya dirinya mengira kalau tim besutannya akan bersama dengan klub-klub yang ada di Jawa Tengah. Namun, ternyata pada hasil yang diterimanya dari PT Liga Indonesia pada Selasa (18/3) malam lalu, menjadi satu grup dengan mayoritas klub dari Jawa Timur. ''Kalau perkiraan awalnya bersama dengan tim dari Jawa Tengah, dan dari Jawa Timur hanya satu atau dua saja,” kata dia.
Tim yang berjuluk Laskar Mataram ini bergabung di grup lima bersama dengan PSS Sleman, Persinga Ngawi, Persenga Nganjuk, PSBK Blitar, PSBI Blitar, Madiun Putra FC, dan Perseman Manokwari. Mayoritas dari tim asal Jawa Timur ini pun menjadi kewaspadaan sendiri baginya.
Menurutnya, mayoritas tim dari Jawa Timur mempunyai kekuatan dan bertipikal permainan yang keras. Dia pun telah menyampaikan hal ini kepada para pemain, dan tim pelatih. “Sudah saya sampaikan, tipikal mereka bermain keras. Namun, tergantung juga dengan pelatihnya,” ucapnya.
Sampai kini dirinya pun masih belum mengetahui kekuatan calon lawan-lawannnya nanti. Hanya, PSS Sleman lah yang bisa dirabanya, karena tim ini hanya berdekatan dan telah melakukan persiapan jauh-jauh hari.
Lanjutnya, skuadnya yang dibentuk belum lama ini pun akan tetap menyajikan permainan yang sederhana, kolektif, dan bermain cerdas. Agar, tidak hanya mengejar kemenangan saja di setiap pertandingan, namun juga suapaya sajian anak-anak asuhannya di tengah lapangan bisa enak ditonton. ''Kita tetap akan bermain kolektif, sederhana, dan cerdas,” ucapnya.
Mengenai komposisi timnya saat ini, ia pun masih belum memutuskan dua pemain seleksinya, yaitu Saiful Aris dan Fajar Listiyantara. Namun, dipastikan dalam satu hingga dua hari ke depan, nasib keduanya nanti sudah jelas.
Sekretaris PSIM Yogyakarta, Jarot Sri kastawa mengatakan, awalnya dirinya juga menyangka timnya akan bersama dengan klub dari Jawa Tengah saja. Melesetnya prediksi tersebut menyebabkan ia harus melakukan revisi anggaran yang sebelumnya telah disusun. ''Yang jelas ada revisi anggaran karena masuk ke grup Jawa Timur,” tuturnya.
Pengeluarannya nanti akan lebih membengkak antara 15 hingga 20 persen. Untuk menutup kekurangan ini pun sampai kini masih belum terpikirkannya, dan terlebih dahulu harus melakukan koordinasi dengan pengurus lain. “'Belum bisa matur (mengatakannya) saya, harus komunikasi dengan manajemen dulu,” paparnya.
Dia pun menegaskan, meski calon-calon lawannya nanti berubah, target timnya saat ini akan tetap. Yaitu, minimal bisa bertahan di kompetisi dan diupayakan bisa menjadi runner-up grup. ''Amin, semoga saja,” ucapnya
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara mengatakan, awalnya dirinya mengira kalau tim besutannya akan bersama dengan klub-klub yang ada di Jawa Tengah. Namun, ternyata pada hasil yang diterimanya dari PT Liga Indonesia pada Selasa (18/3) malam lalu, menjadi satu grup dengan mayoritas klub dari Jawa Timur. ''Kalau perkiraan awalnya bersama dengan tim dari Jawa Tengah, dan dari Jawa Timur hanya satu atau dua saja,” kata dia.
Tim yang berjuluk Laskar Mataram ini bergabung di grup lima bersama dengan PSS Sleman, Persinga Ngawi, Persenga Nganjuk, PSBK Blitar, PSBI Blitar, Madiun Putra FC, dan Perseman Manokwari. Mayoritas dari tim asal Jawa Timur ini pun menjadi kewaspadaan sendiri baginya.
Menurutnya, mayoritas tim dari Jawa Timur mempunyai kekuatan dan bertipikal permainan yang keras. Dia pun telah menyampaikan hal ini kepada para pemain, dan tim pelatih. “Sudah saya sampaikan, tipikal mereka bermain keras. Namun, tergantung juga dengan pelatihnya,” ucapnya.
Sampai kini dirinya pun masih belum mengetahui kekuatan calon lawan-lawannnya nanti. Hanya, PSS Sleman lah yang bisa dirabanya, karena tim ini hanya berdekatan dan telah melakukan persiapan jauh-jauh hari.
Lanjutnya, skuadnya yang dibentuk belum lama ini pun akan tetap menyajikan permainan yang sederhana, kolektif, dan bermain cerdas. Agar, tidak hanya mengejar kemenangan saja di setiap pertandingan, namun juga suapaya sajian anak-anak asuhannya di tengah lapangan bisa enak ditonton. ''Kita tetap akan bermain kolektif, sederhana, dan cerdas,” ucapnya.
Mengenai komposisi timnya saat ini, ia pun masih belum memutuskan dua pemain seleksinya, yaitu Saiful Aris dan Fajar Listiyantara. Namun, dipastikan dalam satu hingga dua hari ke depan, nasib keduanya nanti sudah jelas.
Sekretaris PSIM Yogyakarta, Jarot Sri kastawa mengatakan, awalnya dirinya juga menyangka timnya akan bersama dengan klub dari Jawa Tengah saja. Melesetnya prediksi tersebut menyebabkan ia harus melakukan revisi anggaran yang sebelumnya telah disusun. ''Yang jelas ada revisi anggaran karena masuk ke grup Jawa Timur,” tuturnya.
Pengeluarannya nanti akan lebih membengkak antara 15 hingga 20 persen. Untuk menutup kekurangan ini pun sampai kini masih belum terpikirkannya, dan terlebih dahulu harus melakukan koordinasi dengan pengurus lain. “'Belum bisa matur (mengatakannya) saya, harus komunikasi dengan manajemen dulu,” paparnya.
Dia pun menegaskan, meski calon-calon lawannya nanti berubah, target timnya saat ini akan tetap. Yaitu, minimal bisa bertahan di kompetisi dan diupayakan bisa menjadi runner-up grup. ''Amin, semoga saja,” ucapnya
(aww)