Pelatih desak manajemen PSS terbentuk
Jum'at, 21 Maret 2014 - 02:28 WIB
Pelatih desak manajemen PSS terbentuk
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Sartono Anwar berharap dalam waktu dekat PSS Sleman mempunyai manajemen sebelum digelarnya Divisi Utama musim 2014. Seluruh unsur dalam tim, tak terkecuali suporter, agar terus melakukan evaluasi dan perbaikan supaya target PSS promosi ke Indonesia Super League (ISL) bisa tercapai.
''Semoga saja dalam waktu dekat ini sudah ada manajemennya. Karena target lolos untuk ke kompetisi ISL (Indonesia Super League) tidak bisa dikerjakan sendiri oleh tim,” kata Pelatih Kepala PSS Sleman, Sartono Anwar.
Pencapaian target tersebut harus ditunjang juga oleh manajemen dan suporter. Setiap unsur sepak bola yang mencintai tim PSS Sleman ini pun diharap bisa melakukan evaluasi, perbaikan, dan saling memberikan masukan.''Saya ingin, suporter juga bekerjasama dengan baik,''tuturnya.
Menurutnya, apa yang dilarang oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) saat pertandingan resmi harus ditaati nantinya. Manajemen dan tim mentaati aturan permainan serta suporter juga mentaati aturan pertandingan. Supaya nantinya tim bisa menjalani kompetisi dengan bagus. Tidak mendapatkan sanksi dari PSSI, seperti denda ataupun pertandingan tanpa penonton.
''Manajemen juga harus melakukan antisipasi supaya tidak terjadi hukuman, denda, atau lainnya. Kalau kita sampai kena hukuman, kudune mikir (harusnya berpikir), saya kurang cinta apa toh dengan Sleman,” ujarnya.
Sementara, mengenai pembentukan manajemen PSS Sleman, Ketua Umum PSSI Sleman, Mulyono mengatakan, pihaknya sudah tidak mempunyai kewenangan lagi mengenai hal ini. Menurutnya, ini menunggu dilakukannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dari PT. Putra Sleman Sembada yang menaungi tim ini sendiri. ''Kita hanya sebatas memberikan masukan saja. Selebihnya, dari pihak PT yang harus melakukannya,” ucapnya.
Setelah ditinggal manajemen yang lama, yaitu Supardjiono sebagai manajer dan Rumadi, manajer operasioanal memang jabatan ini masih mengalami kekosongan. Sementara, yang dikirimkan ke PT. Liga Indonesia untuk memenuhi persyaratan pun, datanya hanya bersifat sementara.
''Semoga saja dalam waktu dekat ini sudah ada manajemennya. Karena target lolos untuk ke kompetisi ISL (Indonesia Super League) tidak bisa dikerjakan sendiri oleh tim,” kata Pelatih Kepala PSS Sleman, Sartono Anwar.
Pencapaian target tersebut harus ditunjang juga oleh manajemen dan suporter. Setiap unsur sepak bola yang mencintai tim PSS Sleman ini pun diharap bisa melakukan evaluasi, perbaikan, dan saling memberikan masukan.''Saya ingin, suporter juga bekerjasama dengan baik,''tuturnya.
Menurutnya, apa yang dilarang oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) saat pertandingan resmi harus ditaati nantinya. Manajemen dan tim mentaati aturan permainan serta suporter juga mentaati aturan pertandingan. Supaya nantinya tim bisa menjalani kompetisi dengan bagus. Tidak mendapatkan sanksi dari PSSI, seperti denda ataupun pertandingan tanpa penonton.
''Manajemen juga harus melakukan antisipasi supaya tidak terjadi hukuman, denda, atau lainnya. Kalau kita sampai kena hukuman, kudune mikir (harusnya berpikir), saya kurang cinta apa toh dengan Sleman,” ujarnya.
Sementara, mengenai pembentukan manajemen PSS Sleman, Ketua Umum PSSI Sleman, Mulyono mengatakan, pihaknya sudah tidak mempunyai kewenangan lagi mengenai hal ini. Menurutnya, ini menunggu dilakukannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dari PT. Putra Sleman Sembada yang menaungi tim ini sendiri. ''Kita hanya sebatas memberikan masukan saja. Selebihnya, dari pihak PT yang harus melakukannya,” ucapnya.
Setelah ditinggal manajemen yang lama, yaitu Supardjiono sebagai manajer dan Rumadi, manajer operasioanal memang jabatan ini masih mengalami kekosongan. Sementara, yang dikirimkan ke PT. Liga Indonesia untuk memenuhi persyaratan pun, datanya hanya bersifat sementara.
(aww)