Dua kali dipecat, AVB tetap pede
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:25 WIB
Dua kali dipecat, AVB tetap pede
A
A
A
Sindonews.com – Andre Villas-Boas (AVB), pelatih muda yang sempat meraih kesuksesan di tanah Portugal bersama Porto. Sayang nasibnya berubah saat berkarir di Inggris. Dia harus menelan pil pahil setelah dua kali dipecat oleh tim asal Inggris.
AVB sempat menukangi Chelsea pada Juni 2011 lalu. Sayang ia dipecat pada Maret 2012 lantaran tak mampu mengangkat performa The Blues. Gagal bersama Chelsea ia melanjutkan karirnya dengan mengarsiteki Tottenham Hotspur.
Sayang, pelatih asal Portugal itu kembali dipecat. Spurs memutuskan mempecat AVB pada 16 Desember 2013 setelah Spurs dihajar 0-6 dari City dan dibabat Liverpool dengan skor 0-5.
Dua kali dipecat jelas merusak track record AVB. Namun, pelatih berusia 36 tahun itu tetap merasa memiliki prestasi, salah satunya ia mengklaim dirinya berperan penting saat Chelsea meraih gelar Liga Champions pada 2012.
“Saya selalu meraih kesuksesan di tempat saya berada. Bersama Academica saya mampu ke semi final League Cup, dengan Porto saya meraih empat gelar dalam satu tahun. Di Spurs saya mampu membawa klub itu meraih poin tertinggi dan menjadi rekor poin tertinggi Spurs,” ungkap AVB seperti dikutip The Metro, Jumat (21/3).
“ Ketika saya tidak menyelesaikan musim bersama Chelsea, klub itu berhasil meraih Liga Champions. Anda harus memberikan pujian kepada pemain tapi saya adalah yang membangun tim itu,” pungkasnya.
AVB sempat menukangi Chelsea pada Juni 2011 lalu. Sayang ia dipecat pada Maret 2012 lantaran tak mampu mengangkat performa The Blues. Gagal bersama Chelsea ia melanjutkan karirnya dengan mengarsiteki Tottenham Hotspur.
Sayang, pelatih asal Portugal itu kembali dipecat. Spurs memutuskan mempecat AVB pada 16 Desember 2013 setelah Spurs dihajar 0-6 dari City dan dibabat Liverpool dengan skor 0-5.
Dua kali dipecat jelas merusak track record AVB. Namun, pelatih berusia 36 tahun itu tetap merasa memiliki prestasi, salah satunya ia mengklaim dirinya berperan penting saat Chelsea meraih gelar Liga Champions pada 2012.
“Saya selalu meraih kesuksesan di tempat saya berada. Bersama Academica saya mampu ke semi final League Cup, dengan Porto saya meraih empat gelar dalam satu tahun. Di Spurs saya mampu membawa klub itu meraih poin tertinggi dan menjadi rekor poin tertinggi Spurs,” ungkap AVB seperti dikutip The Metro, Jumat (21/3).
“ Ketika saya tidak menyelesaikan musim bersama Chelsea, klub itu berhasil meraih Liga Champions. Anda harus memberikan pujian kepada pemain tapi saya adalah yang membangun tim itu,” pungkasnya.
(wbs)