Tanda-tanda Persib di jalur juara
Senin, 24 Maret 2014 - 15:18 WIB
Tanda-tanda Persib di jalur juara
A
A
A
Sindonews.com - Juara. Lagu lama yang tidak pernah bisa dinyanyikan. Chord dalam ‘lagu’ tersebut seakan terlalu sulit dikuasai ''Ksatria Bergitar Biru''. Mungkin perlu 18 tahun baginya menguasai tembang tersebut dan 18 tahun itu, sekarang.
Disadari atau tidak, musim ini tanda-tanda menggapai juara sudah mulai tampak. Ada hal berbeda di musim ini yang membuat keyakinan meraih prestasi akan segera terjawab di akhir musim nanti. Jalur itu kini sudah dimiliki Persib Bandung.
Jika menilik papan klasemen tentu saja Maung Bandung masih kalah oleh seterunya Arema Cronus. Meski cukup sukses di posisi kedua, namun dalam angka, Atep cs. yang memiliki jumlah laga lebih banyak malah tertinggal dua angka.
Namun papan klasemen bukanlah segalanya. Cukup masuk di posisi empat Persib sudah berkesempatan melaju ke fase berikutnya dan itu sangat mungkin. Sang Arsitek Djadjang Nurdjaman sudah sangat baik meramu pemainnya untuk tidak hanya bertanding namun bersatu dan menang.
Tidak ada lagi sosok bintang maupun nonbintang di musim ini. Yang ada hanya Persib. Sejak awal tim terbentuk, Persib sudah digemparkian oleh keluarnya sang juru gol, Sergio Van Dijk. Klub, pemain, pelatih, bobotoh terutama manajer berang. Mereka ketar-ketir seakan Persib hanya hidup dari satu pemain.
Terlebih setelah Djibril Coulibaly divonis menderita cedera panjang. Sebagai calon juara Persib sudah mendapati ujian bertubi sebelum musim berjalan. Perlu dicatat, Persib bukan tim yang kalah sebelum bertanding.
Tekad kuat menjawabnya dengan prestasi. Persib tampil luar biasa dengan membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Kekalahan di kandang atas Semen Padang adalah sebuah keberuntungan.
Persib mendapat nasib baik karena peringatan itu datang di awal. Di mana tim semakin termotivasi untuk tampil lebih baik. Menang 2-0 di kandang Barito Putra adalah buktinya. Dalam catatan di enam pertandingan tersebut, Persib tidak pernah berhenti berlari di sepanjang pertandingan. Terbukti Maung Bandung selalu mencetak gol di 20 menit terakhir. Ini tren berbeda dengan musim lalu.
Di mana setelah unggul satu gol Persib akan mengganti seluruh penyerangnya dan langsung menurunkan para asisten kiper di sekitar kotak pertahanan. Cobaan itu datang lagi, Persib kembali diuji dengan kasus yang menyeret para petinggi klub. Uang Rp 1,7 miliar diteruskan ke meja pengadilan oleh pria yang mengaku bobotoh. Padahal sejak kapan suporter melaporkan timnya ke pengadilan.
Kasus ini melebar dengan kabar penyitaan seluruh aset yang dimiliki PT. Persib Bandung Bermartabat. Jika Konate Makan, Hariono, atau I Made Wirawan dimiliki PT. PBB, berarti akan berpindah tangan bobotoh itu? Pertanyaannya mau diapakan mereka? Dijual? Tidak seperti kasus Sergio yang telah berlalu, gugatan ini masih dalam proses hukum sehingga belum diketahui bagaimana Persib menghadapinya.
Namun, sampai hari ini, tim tetap bermain, pelatih tetap melatih dan pendukung tetap mendukung. Ini yang sepertinya sikap yang diambil Persib dan memang seperti inilah seharusnya sebuah tim. ''Anjing menggongong, khafilah berlalu''. Mereka mengonggong, Persib tetap bersatu. Juara, juara, dan juara tidak akan tergoyah untuk hal yang tidak relevan dengan sepak bola.
''Arema punya jadwal di AFC, kita tidak boleh diam. Fisik kita harus lebih baik dari mereka,” ungkap Djadjang.
Dua kalimat biasa namun membuktikan betapa musim ini telah dikonsep meniti jalur kemenangan. Pijakan berikutnya, bagaimana mengalahkan Arema.
Disadari atau tidak, musim ini tanda-tanda menggapai juara sudah mulai tampak. Ada hal berbeda di musim ini yang membuat keyakinan meraih prestasi akan segera terjawab di akhir musim nanti. Jalur itu kini sudah dimiliki Persib Bandung.
Jika menilik papan klasemen tentu saja Maung Bandung masih kalah oleh seterunya Arema Cronus. Meski cukup sukses di posisi kedua, namun dalam angka, Atep cs. yang memiliki jumlah laga lebih banyak malah tertinggal dua angka.
Namun papan klasemen bukanlah segalanya. Cukup masuk di posisi empat Persib sudah berkesempatan melaju ke fase berikutnya dan itu sangat mungkin. Sang Arsitek Djadjang Nurdjaman sudah sangat baik meramu pemainnya untuk tidak hanya bertanding namun bersatu dan menang.
Tidak ada lagi sosok bintang maupun nonbintang di musim ini. Yang ada hanya Persib. Sejak awal tim terbentuk, Persib sudah digemparkian oleh keluarnya sang juru gol, Sergio Van Dijk. Klub, pemain, pelatih, bobotoh terutama manajer berang. Mereka ketar-ketir seakan Persib hanya hidup dari satu pemain.
Terlebih setelah Djibril Coulibaly divonis menderita cedera panjang. Sebagai calon juara Persib sudah mendapati ujian bertubi sebelum musim berjalan. Perlu dicatat, Persib bukan tim yang kalah sebelum bertanding.
Tekad kuat menjawabnya dengan prestasi. Persib tampil luar biasa dengan membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Kekalahan di kandang atas Semen Padang adalah sebuah keberuntungan.
Persib mendapat nasib baik karena peringatan itu datang di awal. Di mana tim semakin termotivasi untuk tampil lebih baik. Menang 2-0 di kandang Barito Putra adalah buktinya. Dalam catatan di enam pertandingan tersebut, Persib tidak pernah berhenti berlari di sepanjang pertandingan. Terbukti Maung Bandung selalu mencetak gol di 20 menit terakhir. Ini tren berbeda dengan musim lalu.
Di mana setelah unggul satu gol Persib akan mengganti seluruh penyerangnya dan langsung menurunkan para asisten kiper di sekitar kotak pertahanan. Cobaan itu datang lagi, Persib kembali diuji dengan kasus yang menyeret para petinggi klub. Uang Rp 1,7 miliar diteruskan ke meja pengadilan oleh pria yang mengaku bobotoh. Padahal sejak kapan suporter melaporkan timnya ke pengadilan.
Kasus ini melebar dengan kabar penyitaan seluruh aset yang dimiliki PT. Persib Bandung Bermartabat. Jika Konate Makan, Hariono, atau I Made Wirawan dimiliki PT. PBB, berarti akan berpindah tangan bobotoh itu? Pertanyaannya mau diapakan mereka? Dijual? Tidak seperti kasus Sergio yang telah berlalu, gugatan ini masih dalam proses hukum sehingga belum diketahui bagaimana Persib menghadapinya.
Namun, sampai hari ini, tim tetap bermain, pelatih tetap melatih dan pendukung tetap mendukung. Ini yang sepertinya sikap yang diambil Persib dan memang seperti inilah seharusnya sebuah tim. ''Anjing menggongong, khafilah berlalu''. Mereka mengonggong, Persib tetap bersatu. Juara, juara, dan juara tidak akan tergoyah untuk hal yang tidak relevan dengan sepak bola.
''Arema punya jadwal di AFC, kita tidak boleh diam. Fisik kita harus lebih baik dari mereka,” ungkap Djadjang.
Dua kalimat biasa namun membuktikan betapa musim ini telah dikonsep meniti jalur kemenangan. Pijakan berikutnya, bagaimana mengalahkan Arema.
(aww)