Beban juara umum, FPTI Jateng desak Pelatda
Senin, 24 Maret 2014 - 17:48 WIB
Beban juara umum, FPTI Jateng desak Pelatda
A
A
A
Sindonews.com - Pengurus FPTI Jateng meminta kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk secepatnya memfasilitasi pelaksanaan pelatihan daerah (Pelatda). Semula FPTI Jateng merencanakan Pelatda dimulai pada Februari 2014. Namun, hingga saat ini belum terealisasi.
Belum dimulainya Pelatda lantaran tidak ada kucuran dana dari komite yang membidangi beberapa cabang olahraga tersebut. Berlarut-larutnya program pelatda ini dikhawatirkan dapat mengganggu persiapan FPTI dalam menyeleksi atlet-atlet yang disiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat.
Ketua Bidang Kompetisi Tave Askar mengatakan, dibandingkan dengan provinsi lain, Jawa Tengah terbilang terlambat. Saat ini banyak provinsi yang menjadi pesaing terkuat Jateng sudah mulai melakukan pemusatan latihan untuk persiapan PON.
''Seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur, mereka sudah mulai pemusatan latihan. Itu tim kuat semua,''kata Tave Askar di sela-sela persiapan Kejurda Panjat Tebing Pelajar di markas FPTI Jateng, di kompleks Stadion Jatidiri Semarang, Senin (24/3).
Untuk itu, dia berharap agar FPTI Jateng juga secepatnya bisa bergerak. Sebenarnya pembentukan manajemen persiapan PON untuk panjat tebing sudah dilakukan, dengan manajer Purwandi Amd. Hanya saja, karena tidak ada sokongan dana dari KONI, sampai dengan saat ini belum bisa bergerak.
''Setelah ada manajer, kan tinggal memilih pelatih, lalu atlet-atletnya. Tinggal pelaksanaannya saja kapan, kita inginnya cepat,''jelasnya.
Desakan FPTI ini cukup beralasan. Sebab, Jateng untuk cabang olahraga panjat tebing ini menanggung beban berat dua tahun mendatang. Pasalnya, dalam PON 2012, panjat tebing menjadi juara umum dalam pesta olahraga empat tahunan tersebut. Sehingga, mau tidak mau, ini menjadi tugas berat bagi pengurus.
''Pada PON 2012, kita bisa memperoleh 6 emas dan menjadi juara umum karena rata-rata daerah lain 2 emas. Yang berat ini mempertahankan,''tandasnya.
Ketersediaan anggaran untuk persiapan PON memang sangat dibutuhkan. Karena dari dana bisa menutup biaya untuk mes, konsumsi atlet dan pemberian vitamin bagi para atlet selama mengikuti pemusatan latihan. Atlet yang menyumbang emas dari Jateng dalam PON 2012 di antaranya adalah Temi Telilasa untuk nomor lead, Susanti, Santi Wellyanti dan lainnya. Pelaksana Tugas (PLT) KONI Jateng Hartono belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya kendati terdengar nada aktif namun tidak ada respons.
Belum dimulainya Pelatda lantaran tidak ada kucuran dana dari komite yang membidangi beberapa cabang olahraga tersebut. Berlarut-larutnya program pelatda ini dikhawatirkan dapat mengganggu persiapan FPTI dalam menyeleksi atlet-atlet yang disiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat.
Ketua Bidang Kompetisi Tave Askar mengatakan, dibandingkan dengan provinsi lain, Jawa Tengah terbilang terlambat. Saat ini banyak provinsi yang menjadi pesaing terkuat Jateng sudah mulai melakukan pemusatan latihan untuk persiapan PON.
''Seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur, mereka sudah mulai pemusatan latihan. Itu tim kuat semua,''kata Tave Askar di sela-sela persiapan Kejurda Panjat Tebing Pelajar di markas FPTI Jateng, di kompleks Stadion Jatidiri Semarang, Senin (24/3).
Untuk itu, dia berharap agar FPTI Jateng juga secepatnya bisa bergerak. Sebenarnya pembentukan manajemen persiapan PON untuk panjat tebing sudah dilakukan, dengan manajer Purwandi Amd. Hanya saja, karena tidak ada sokongan dana dari KONI, sampai dengan saat ini belum bisa bergerak.
''Setelah ada manajer, kan tinggal memilih pelatih, lalu atlet-atletnya. Tinggal pelaksanaannya saja kapan, kita inginnya cepat,''jelasnya.
Desakan FPTI ini cukup beralasan. Sebab, Jateng untuk cabang olahraga panjat tebing ini menanggung beban berat dua tahun mendatang. Pasalnya, dalam PON 2012, panjat tebing menjadi juara umum dalam pesta olahraga empat tahunan tersebut. Sehingga, mau tidak mau, ini menjadi tugas berat bagi pengurus.
''Pada PON 2012, kita bisa memperoleh 6 emas dan menjadi juara umum karena rata-rata daerah lain 2 emas. Yang berat ini mempertahankan,''tandasnya.
Ketersediaan anggaran untuk persiapan PON memang sangat dibutuhkan. Karena dari dana bisa menutup biaya untuk mes, konsumsi atlet dan pemberian vitamin bagi para atlet selama mengikuti pemusatan latihan. Atlet yang menyumbang emas dari Jateng dalam PON 2012 di antaranya adalah Temi Telilasa untuk nomor lead, Susanti, Santi Wellyanti dan lainnya. Pelaksana Tugas (PLT) KONI Jateng Hartono belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya kendati terdengar nada aktif namun tidak ada respons.
(aww)