Hasil tes kecepatan penggawa Persib memuaskan
Rabu, 26 Maret 2014 - 04:50 WIB
Hasil tes kecepatan penggawa Persib memuaskan
A
A
A
Sindonews.com - Materi fisik yang tersaji pada latihan rutin Persib Bandung belakangan ini mulai menunjukkan hasil. Di balik letih dan keluh yang dialami selama latihan, kondisi fisik Atep cs dinilai sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Pada latihan yang digelar di Stadion Persib, kemarin, Pelatih Djadjang Nurjaman telah menambah intensitas latihan. Selain berlari tanpa henti mengelilingi lapangan, tim pun dibagi dua untuk menggelar game internal.
Peningkatan fisik terlihat pada game yang berlangsung 3x10 menit ini. Pergerakan pemain terlihat lebih dinamis dengan pola permainan lebih hidup. Menurut Djadjang game tersebut bagian dari peningkatan aerobik dan fisik.
''Secara keseluruhan bagus saya melihat ada peningkatan. Di game tadi mereka sudah mulai bisa mengatur tempo. Dari materi yang kita berikan sudah dapat diserap dengan baik,''kata pelatih yang akrab disapa Djanur ini.
Seusai game, Djanur kembali memberikan materi fisik berupa shuttle run. Berlari bolak-balik sebanyak enam kali pada jarak 20 meter, latihan ini untuk menunjukkan sejauhmana kecepatan pemain. Masing-masing pemain saling beradu lari pada drill ini.
Djanur memasangkan pemain berdasarkan kecepatan.Sigit Hermawan yang beradu lari dengan Atep mendapat kesempatan pertama, disusul Makan Konate dan Taufiq, Jajang Sukmara dan M Agung Pribadi.
Di balik sejumlah nama yang dianggap memiliki kecepatan di atas pemain lainnya, rupanya Rudiyana yang berhasil menjadi yang tercepat. Dalam tiga kali kesempatan pemain 22 tahun ini berhasil membukukan catatan waktu rata-rata 21,3 detik.
Lebih cepat 0,7 detik dari Makan Konate dan Sigit Hermawan. Pemilik VO2 Max tertinggi, Atep dan Taufiq, berada di belakangnya dengan catatam waktu 23 detik per satu kali percobaan.''Saya cukup puas dengan kondisi pemain sekarang, kecepatan mereka sudah cukup meningkat. Dari catatan itu ada beberapa pemain yang menonjol. Rudiyana, Sigit dan Atep cukup bagus,''kata Djanur.
Namun di samping kecepatan Rudiyana, pemain yang memiliki fisik paling stabil yakni Makan Konate. Dalam tiga percobaan lari gelandang asal Mali ini memiliki catatan waktu yang sama yakni 22 detik. Tidak ada penurunan fisik meski staminanya terkuras oleh serangkaian latihan.
''Konate memang sejak bergabung dengan tim fisiknya paling bagus. Dia itu kuat dan umurnya memang masih muda. Selain kecepatan dia memang punya daya tahan yang bagus,''kata Djanur mengomnetrari pemain 22 tahun tersebut.
Lebih lanjut diungkapkan mantan pemain di era 80-an ini pemain masih bisa meningkatkan kondisi fisiknya lebih dari ini. Untuk itu latihan fisik masih akan digelar sampai akhir minggu ini.''Saya ingin intensitas latihan mereka naik. Aerobik dan fisiknya harus bisa ditingkatkan,''pungkas dia.
Pada latihan yang digelar di Stadion Persib, kemarin, Pelatih Djadjang Nurjaman telah menambah intensitas latihan. Selain berlari tanpa henti mengelilingi lapangan, tim pun dibagi dua untuk menggelar game internal.
Peningkatan fisik terlihat pada game yang berlangsung 3x10 menit ini. Pergerakan pemain terlihat lebih dinamis dengan pola permainan lebih hidup. Menurut Djadjang game tersebut bagian dari peningkatan aerobik dan fisik.
''Secara keseluruhan bagus saya melihat ada peningkatan. Di game tadi mereka sudah mulai bisa mengatur tempo. Dari materi yang kita berikan sudah dapat diserap dengan baik,''kata pelatih yang akrab disapa Djanur ini.
Seusai game, Djanur kembali memberikan materi fisik berupa shuttle run. Berlari bolak-balik sebanyak enam kali pada jarak 20 meter, latihan ini untuk menunjukkan sejauhmana kecepatan pemain. Masing-masing pemain saling beradu lari pada drill ini.
Djanur memasangkan pemain berdasarkan kecepatan.Sigit Hermawan yang beradu lari dengan Atep mendapat kesempatan pertama, disusul Makan Konate dan Taufiq, Jajang Sukmara dan M Agung Pribadi.
Di balik sejumlah nama yang dianggap memiliki kecepatan di atas pemain lainnya, rupanya Rudiyana yang berhasil menjadi yang tercepat. Dalam tiga kali kesempatan pemain 22 tahun ini berhasil membukukan catatan waktu rata-rata 21,3 detik.
Lebih cepat 0,7 detik dari Makan Konate dan Sigit Hermawan. Pemilik VO2 Max tertinggi, Atep dan Taufiq, berada di belakangnya dengan catatam waktu 23 detik per satu kali percobaan.''Saya cukup puas dengan kondisi pemain sekarang, kecepatan mereka sudah cukup meningkat. Dari catatan itu ada beberapa pemain yang menonjol. Rudiyana, Sigit dan Atep cukup bagus,''kata Djanur.
Namun di samping kecepatan Rudiyana, pemain yang memiliki fisik paling stabil yakni Makan Konate. Dalam tiga percobaan lari gelandang asal Mali ini memiliki catatan waktu yang sama yakni 22 detik. Tidak ada penurunan fisik meski staminanya terkuras oleh serangkaian latihan.
''Konate memang sejak bergabung dengan tim fisiknya paling bagus. Dia itu kuat dan umurnya memang masih muda. Selain kecepatan dia memang punya daya tahan yang bagus,''kata Djanur mengomnetrari pemain 22 tahun tersebut.
Lebih lanjut diungkapkan mantan pemain di era 80-an ini pemain masih bisa meningkatkan kondisi fisiknya lebih dari ini. Untuk itu latihan fisik masih akan digelar sampai akhir minggu ini.''Saya ingin intensitas latihan mereka naik. Aerobik dan fisiknya harus bisa ditingkatkan,''pungkas dia.
| Pemain | Tes Shuttle Run | Rata-rata | ||
| 1 | 2 | 3 | ||
| Rudiyana | 21 | 21 | 22 | 21,70 |
| Sigit Hermawan | 21 | 22 | 23 | 22,00 |
| Makan Konate | 22 | 22 | 22 | 22,00 |
| Atep | 22 | 23 | 24 | 23,00 |
| Taufiq | 22 | 23 | 24 | 23,00 |
| M Agung Pribadi | 22 | 23 | 24 | 23,00 |
| Jajang Sukmara | 22 | 24 | 23 | 23,00 |
| Hariono | 23 | 24 | 23 | 23,33 |
| Tony Sucipto | 23 | 24 | 24 | 23,67 |
| Coulibaly Djibril | 22 | 24 | - | 23,00 |
| Vladimir Vujovic | - | 22 | 24 | 23,00 |
| Abdul Rahman | - | 23 | 25 | 24,00 |
| M Natsir | 23 | 25 | 24 | 24,00 |
| Shahar Ginanjar | 25 | 26 | 25 | 25,33 |
(aww)