Tim Pra PON Jateng krisis winger
Kamis, 27 Maret 2014 - 06:37 WIB
Tim Pra PON Jateng krisis winger
A
A
A
Sindonews.com – Seleksi tim Pra PON Jateng sudah hampir final. Saat ini sudah terjaring 37 pemain, yang diperoleh dari hasil dua kali seleksi. Saat ini para pemain tersebut dikembalikan kepada klubnya di masing-masing daerah.
Mereka akan dikumpulkan kembali dalam training center (TC) pada 7 April mendatang. Rencananya, TC akan dilakukan pada minggu kedua dan keempat, setiap bulannya. Kendati sudah memiliki banyak pilihan pemain, tim PON masih membutuhkan pemain yang bisa mengisi posisi winger. Pelatih Tim Pra PON Firmandayo mengaku belum mendapatkan pemain untuk posisi sayap kanan maupun kiri.
“Belum ada (yang ideal), semua masih standar,” ungkap Firmandoyo, di Markas Asosiasi Provinsi PSSI Jateng, di kompleks Stadion Citarum Semarang, kemarin.
Namun demikian, Firmandoyo melihat ada dua penyerang yang bisa digeser ke samping kanan dan kiri, untuk mengisi posisi tersebut. Keduanya adalah Amir Santoso asal Demak dan Ganang AN (Kabupaten Semarang.
“Nanti akan kami arahkan ke situ dan lihat perkembangannya,” jelasnya.
Sampai dengan pembentukan akhir tim, akan diterapkan degradasi dan promosi agar persaingan untuk masuk skuad sangat kompetitif. Setiap pemain yang dinyatakan tidak layak, akan langsung dicoret dan tidak berhak mengikuti TC selanjutnya.
Skuad tim Pra PON Jateng nantinya berjumlah antara 23-25 pemain. Mereka adalah pemain maksimal kelahiran 1993. Tim tersebut harus sudah siap untuk mengikuti kompetisi yang diperkirakan akan dimulai antara April-Juni 2015.
Mantan pelatih PSIS Semarang ini menuturkan, sebenarnya pembentukan akan dilakukan lebih cepat. Hanya saja, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menunjukkan kemampuannya.
Dia menjelaskan, sampai dengan saat ini belum diputuskan lokasi TC. “Bisa di Boyolali, di Magelang, ada banyak kemungkinan,” terangnya.
Sejumlah calon pemain di tim Pra PON Jateng dihuni oleh beberapa pemain dari tim di Divisi Utama maupun Indonesia Super League (ISL). Seperti pemain tengah Andi Rahmat dan bek kanan Taufik Hidayat, adalah punggawa PSIS Semarang.
Kemudian ada striker Andika Dian Asruri (Persijap Jepara), Aditya Wafak (U-21) Persela Lamongan dan Solikhul Islam, striker dari U-21 Mitra Kukar.
Lebih jauh Firmandoyo menjelaskan, pihaknya akan melakukan seleksi secara ketat. Harapannya, ada out put bagi pemain ke depan setelah tidak lagi membela daerahnya, dan bisa menjadi pemain profesional.
“Seperti saat ini, banyak pemain eks Pra PON 2012 yang bermain di PSIS dan tim lainnya,” ujar dia.
Mereka akan dikumpulkan kembali dalam training center (TC) pada 7 April mendatang. Rencananya, TC akan dilakukan pada minggu kedua dan keempat, setiap bulannya. Kendati sudah memiliki banyak pilihan pemain, tim PON masih membutuhkan pemain yang bisa mengisi posisi winger. Pelatih Tim Pra PON Firmandayo mengaku belum mendapatkan pemain untuk posisi sayap kanan maupun kiri.
“Belum ada (yang ideal), semua masih standar,” ungkap Firmandoyo, di Markas Asosiasi Provinsi PSSI Jateng, di kompleks Stadion Citarum Semarang, kemarin.
Namun demikian, Firmandoyo melihat ada dua penyerang yang bisa digeser ke samping kanan dan kiri, untuk mengisi posisi tersebut. Keduanya adalah Amir Santoso asal Demak dan Ganang AN (Kabupaten Semarang.
“Nanti akan kami arahkan ke situ dan lihat perkembangannya,” jelasnya.
Sampai dengan pembentukan akhir tim, akan diterapkan degradasi dan promosi agar persaingan untuk masuk skuad sangat kompetitif. Setiap pemain yang dinyatakan tidak layak, akan langsung dicoret dan tidak berhak mengikuti TC selanjutnya.
Skuad tim Pra PON Jateng nantinya berjumlah antara 23-25 pemain. Mereka adalah pemain maksimal kelahiran 1993. Tim tersebut harus sudah siap untuk mengikuti kompetisi yang diperkirakan akan dimulai antara April-Juni 2015.
Mantan pelatih PSIS Semarang ini menuturkan, sebenarnya pembentukan akan dilakukan lebih cepat. Hanya saja, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menunjukkan kemampuannya.
Dia menjelaskan, sampai dengan saat ini belum diputuskan lokasi TC. “Bisa di Boyolali, di Magelang, ada banyak kemungkinan,” terangnya.
Sejumlah calon pemain di tim Pra PON Jateng dihuni oleh beberapa pemain dari tim di Divisi Utama maupun Indonesia Super League (ISL). Seperti pemain tengah Andi Rahmat dan bek kanan Taufik Hidayat, adalah punggawa PSIS Semarang.
Kemudian ada striker Andika Dian Asruri (Persijap Jepara), Aditya Wafak (U-21) Persela Lamongan dan Solikhul Islam, striker dari U-21 Mitra Kukar.
Lebih jauh Firmandoyo menjelaskan, pihaknya akan melakukan seleksi secara ketat. Harapannya, ada out put bagi pemain ke depan setelah tidak lagi membela daerahnya, dan bisa menjadi pemain profesional.
“Seperti saat ini, banyak pemain eks Pra PON 2012 yang bermain di PSIS dan tim lainnya,” ujar dia.
(wbs)