Young guns PSIM menjanjikan, senior kehabisan bensin
Kamis, 27 Maret 2014 - 11:07 WIB
Young guns PSIM menjanjikan, senior kehabisan bensin
A
A
A
Sindonews.com - Agresivitas skuad muda PSIM Yogyakarta teruji dalam beberapa uji coba dengan tim lokal maupun selevel. Namun, dirasa masih ada satu kelemahan, yaitu mental yang kurang karena masih belum merasakan laga dengan kondisi tekanan banyak penonton.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta Seto Nurdiyantara mengatakan, anak-anak asuhannya yang masih muda mempunyai stamina cukup bagus dan bermotivasi tinggi. Setiap uji coba pertandingan tanpa penonton yang selama ini dilakukan pun selalu ada peningkatan.''Dengan tampilnya anak-anak muda, mereka mempunyai stamina yang lumayan, aliran bola lebih cepat,''kata dia.
Penilaian tersebut muncul dari pantauannya selama latihan bersama dengan dua tim terakhir, yaitu saat lawan PS Altaria, klub di bawah PSSI Pengcab Kota Yogyakarta dan menjajalnya bertanding dengan tim selevel, PPSM Magelang. Dalam dua laga tersebut, Seto Nurdiyantara di babak pertama menurunkan mayoritas pemain senior. Kemudian paro kedua baru memberikan kesempatan kepada mereka yang masih muda.
Dari pantauan tersebut diketahui, babak pertama skuad Laskar Mataram masih kurang mendominasi permainan. Namun, ketika babak kedua, malah bisa semakin menekan pihak lawan. Dengan hasil perkembangan ini, kemungkinan pemain yang akan diturunkannya sejak awal pertandingan saat kompetisi resmi pun berubah.''Bisa jadi kita melakukan perubahan starting line-up, kalau yang muda lebih dominan agresif seperti ini,''ucapnya.
Namun, diakuinya masih sedikit kekurangan dari segi mentalnya. Sebab, mereka yang masih muda belum pernah merasakan aura pertandingan di saat ada tekanan dari penonton. ''Kita baru dalam proses mengenalkan mereka. Seperti ini lho kekuatan tim-tim yang akan kita hadapi nanti di kompetisi,''tuturnya.
Dia pun berharap, setelah masa kampanye pemilu nanti, bisa dilakukan uji coba resmi. Yaitu, dengan memberikan pertandingan layaknya kompetisi resmi yang dilihat oleh banyaknya suporter, baik pendukung maupun lawan.
''Ada satu dua yang masih demam panggung. Sebenarnya ya kita pengin ada penonton, ada sedikit beban mental. Setelah pemilu nanti, kalau boleh uji coba resmi, ya, ayo. Ada keinginan ke sana,''ucapnya.
Mengenai penampilan para pemain seniornya, di dua pertandingan uji coba tanpa penonton tersebut memang masih dirasa kurang. Namun, hal tersebut penyebabnya karena saat ini selain latihan strategi juga masih diberikan program peningkatan fisik.
Jadi, banyak kemungkinan para pemain senior kehabisan staminanya saat melakukan pertandingan di dua laga tersebut. Tak hanya itu juga, ada beberapa pemain intinya yang belum bisa total karena masih dibekap cedera. Seperti yang dirasakan oleh Topas Pamungkas, Eko Budi Santoso, dan Andi Kurniawan.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta Seto Nurdiyantara mengatakan, anak-anak asuhannya yang masih muda mempunyai stamina cukup bagus dan bermotivasi tinggi. Setiap uji coba pertandingan tanpa penonton yang selama ini dilakukan pun selalu ada peningkatan.''Dengan tampilnya anak-anak muda, mereka mempunyai stamina yang lumayan, aliran bola lebih cepat,''kata dia.
Penilaian tersebut muncul dari pantauannya selama latihan bersama dengan dua tim terakhir, yaitu saat lawan PS Altaria, klub di bawah PSSI Pengcab Kota Yogyakarta dan menjajalnya bertanding dengan tim selevel, PPSM Magelang. Dalam dua laga tersebut, Seto Nurdiyantara di babak pertama menurunkan mayoritas pemain senior. Kemudian paro kedua baru memberikan kesempatan kepada mereka yang masih muda.
Dari pantauan tersebut diketahui, babak pertama skuad Laskar Mataram masih kurang mendominasi permainan. Namun, ketika babak kedua, malah bisa semakin menekan pihak lawan. Dengan hasil perkembangan ini, kemungkinan pemain yang akan diturunkannya sejak awal pertandingan saat kompetisi resmi pun berubah.''Bisa jadi kita melakukan perubahan starting line-up, kalau yang muda lebih dominan agresif seperti ini,''ucapnya.
Namun, diakuinya masih sedikit kekurangan dari segi mentalnya. Sebab, mereka yang masih muda belum pernah merasakan aura pertandingan di saat ada tekanan dari penonton. ''Kita baru dalam proses mengenalkan mereka. Seperti ini lho kekuatan tim-tim yang akan kita hadapi nanti di kompetisi,''tuturnya.
Dia pun berharap, setelah masa kampanye pemilu nanti, bisa dilakukan uji coba resmi. Yaitu, dengan memberikan pertandingan layaknya kompetisi resmi yang dilihat oleh banyaknya suporter, baik pendukung maupun lawan.
''Ada satu dua yang masih demam panggung. Sebenarnya ya kita pengin ada penonton, ada sedikit beban mental. Setelah pemilu nanti, kalau boleh uji coba resmi, ya, ayo. Ada keinginan ke sana,''ucapnya.
Mengenai penampilan para pemain seniornya, di dua pertandingan uji coba tanpa penonton tersebut memang masih dirasa kurang. Namun, hal tersebut penyebabnya karena saat ini selain latihan strategi juga masih diberikan program peningkatan fisik.
Jadi, banyak kemungkinan para pemain senior kehabisan staminanya saat melakukan pertandingan di dua laga tersebut. Tak hanya itu juga, ada beberapa pemain intinya yang belum bisa total karena masih dibekap cedera. Seperti yang dirasakan oleh Topas Pamungkas, Eko Budi Santoso, dan Andi Kurniawan.
(aww)