Pemain muda Persib bikin banyak kesalahan
Kamis, 27 Maret 2014 - 16:38 WIB
Pemain muda Persib bikin banyak kesalahan
A
A
A
Sindonews.com - Para penggawa Persib Bandung kembali menjadi sorotan. Minimnya kontribusi terhadap tim membuat mereka yang kini tidak bisa disebut muda lagi mulai dipertanyakan keberadaannya.
Alumnus Persib junior yang telah beberapa musim berkostum senior belum juga menunjukkan peningkatan kemampuannya. Alhasil mereka tidak kunjung dapat menembus skuad utama di bawah arahan Djadjang Nurjaman.
Pada uji coba melawan Pelita Bandung Raya (PBR) U-21 di Stadion Persib, Rabu (26/3) lalu, Djadjang menurunkan sejumlah pemain yang kurang mendapat menit bermain di kompetisi reguler. Sejak menit pertama pelatih yang akrab disapa Djanur ini telah menurunkan Sigit Hermawan yang bertugas menusuk pertahanan lawan di sisi kanan. Posisi Sigit dilapis oelh Muhamad Agung Pribadi yang bermain sebagai bek sayap kanan.
Sedangkan Jajang Sukmara mengisi posisi Tony Sucipto dengan tampil membantu Atep di sisi bersebrangan. Layaknya Jordi Alba di Barcelona, dia ditugaskan melakukan overlap untuk membantu penyerangan.
Namun begitu dari skema yang diterapkan Djanur tidak berjalan mulus. Meski menghadapi tim dengan kualitas di bawah Persib, Sigit cs masih kesulitan membongkar pertahanan lawan. Kesalahan elementer masih kerap dilakukan.
Menguasai bola sepenuhnya, mereka malah salah melakukan dribbling yang segera direbut lawan. Begitupun saat melakukan passing yang kerap salah sasaran. Koordinasi antar lini masih menjadi hambatan.
Diakui Djanur ada beberapa catatan terhadap sejumlah pemain tersebut. Hampir sepanjang pertandingan mantan asisten Indra Thohir saat Persib menjuarai Liga Indonesia pertama ini, tidak berhenti memberikan intruksi. Djanur pun terlihat kesal karena arahannya tidak berjalan dengan maksimal.
"Agung, Sigit, Rudiyana banyak melakukan kesalahan dan saya akui mereka banyak catatan," kata dia kepada wartawan seusai pertandingan.
Kurangnya kesempatan bermain dimaklumi Djanur menjadi kelemahan sejumlah anak asuhnya. ''Saya maklum karena memang menit bermain yang tidak banyak sangat wajar butuh proses untuk mereka,''kata dia.
Pada uji coba tersebut Agung menyumbang satu dari lima gol yang dilesakan tim. Sementara Sigit yang tidak berhenti berlari sepanjang dia bermain harus ditarik keluar lantaran cedera.
Sementara berkaca pada track record sejumlah pemain muda yang dimiliki Persib tidak memiliki kontribusi besar. Rata-rata mereka hanya menghuni bangku cadangan. Kalaupun masuk sebagai pemain pengganti, mereka hanya diberikan waktu kurang dari sepuluh menit.
Tingginya tekanan Persib untuk menggapai piala dengan segera, mengharuskan tim memenangkan setiap pertandingan. Atas dasar itu, wajar jika pelatih tidak berani menurunkan pemain yang benar-benar memiliki kemampuan.
''Ini bukan ajang pemain muda atau tua namun bagaimana mengamankan kemenangan itu lebih penting,''kata Djanur saat Persib mengandaskan perlawanan Barito Putera, 9 Maret lalu
Alumnus Persib junior yang telah beberapa musim berkostum senior belum juga menunjukkan peningkatan kemampuannya. Alhasil mereka tidak kunjung dapat menembus skuad utama di bawah arahan Djadjang Nurjaman.
Pada uji coba melawan Pelita Bandung Raya (PBR) U-21 di Stadion Persib, Rabu (26/3) lalu, Djadjang menurunkan sejumlah pemain yang kurang mendapat menit bermain di kompetisi reguler. Sejak menit pertama pelatih yang akrab disapa Djanur ini telah menurunkan Sigit Hermawan yang bertugas menusuk pertahanan lawan di sisi kanan. Posisi Sigit dilapis oelh Muhamad Agung Pribadi yang bermain sebagai bek sayap kanan.
Sedangkan Jajang Sukmara mengisi posisi Tony Sucipto dengan tampil membantu Atep di sisi bersebrangan. Layaknya Jordi Alba di Barcelona, dia ditugaskan melakukan overlap untuk membantu penyerangan.
Namun begitu dari skema yang diterapkan Djanur tidak berjalan mulus. Meski menghadapi tim dengan kualitas di bawah Persib, Sigit cs masih kesulitan membongkar pertahanan lawan. Kesalahan elementer masih kerap dilakukan.
Menguasai bola sepenuhnya, mereka malah salah melakukan dribbling yang segera direbut lawan. Begitupun saat melakukan passing yang kerap salah sasaran. Koordinasi antar lini masih menjadi hambatan.
Diakui Djanur ada beberapa catatan terhadap sejumlah pemain tersebut. Hampir sepanjang pertandingan mantan asisten Indra Thohir saat Persib menjuarai Liga Indonesia pertama ini, tidak berhenti memberikan intruksi. Djanur pun terlihat kesal karena arahannya tidak berjalan dengan maksimal.
"Agung, Sigit, Rudiyana banyak melakukan kesalahan dan saya akui mereka banyak catatan," kata dia kepada wartawan seusai pertandingan.
Kurangnya kesempatan bermain dimaklumi Djanur menjadi kelemahan sejumlah anak asuhnya. ''Saya maklum karena memang menit bermain yang tidak banyak sangat wajar butuh proses untuk mereka,''kata dia.
Pada uji coba tersebut Agung menyumbang satu dari lima gol yang dilesakan tim. Sementara Sigit yang tidak berhenti berlari sepanjang dia bermain harus ditarik keluar lantaran cedera.
Sementara berkaca pada track record sejumlah pemain muda yang dimiliki Persib tidak memiliki kontribusi besar. Rata-rata mereka hanya menghuni bangku cadangan. Kalaupun masuk sebagai pemain pengganti, mereka hanya diberikan waktu kurang dari sepuluh menit.
Tingginya tekanan Persib untuk menggapai piala dengan segera, mengharuskan tim memenangkan setiap pertandingan. Atas dasar itu, wajar jika pelatih tidak berani menurunkan pemain yang benar-benar memiliki kemampuan.
''Ini bukan ajang pemain muda atau tua namun bagaimana mengamankan kemenangan itu lebih penting,''kata Djanur saat Persib mengandaskan perlawanan Barito Putera, 9 Maret lalu
(aww)