PSS gagal pamer kekuatan di kandang lawan
Jum'at, 28 Maret 2014 - 01:21 WIB
PSS gagal pamer kekuatan di kandang lawan
A
A
A
Sindonews.com - PSS Sleman membatalkan rencananya untuk melakukan uji coba tandang jelang kompetisi Divisi Utama musim ini. Klub pertama yang akan dihadapinya pada 15 April mendatang, yaitu Persenga Nganjuk pun harus menjadi awal yang bagus dalam mengarungi kompetisi.
Pelatih Kepala PSS Sleman Sartono Anwar mengatakan, sebenarnya pihaknya membutuhkan uji coba tandang untuk mematangkan skuad. Namun, harapannya kompetisi bisa diundur ternyata tidak terjadi. Sesuai jadwal, Divisi Utama mulai bergulir pada 15 April mendatang.''Waktunya mepet, secara otomatis uji coba tandang kita batalkan,''kata dia, Kamis (27/3).
Rencananya, awal setelah Pemilu 9 April mendatang, skuadnya akan dibawa menjajal kekuatan lawan, seperti Kuningan, Purwodadi, dan Ciamis. Sebab, sebelumnya saat lawatannya ke Banyumas dan Cilacap, belum dia anggap uji coba. Karena memang terjadi beberapa insiden.
Seperti, saat lawan Persibas Banyumas, skuadnya tidak bisa tampil optimal karena satu pemainnya terkena kartu merah. Kemudian, menjajal PSCS Cilacap juga tidak maksimal disebabkan terjadi insiden kerusuhan antarsuporter.
Meski tidak jadi uji coba tandang demi mematangkan skuad, dia pun tetap optimistis bisa meraih targetnya musim ini. Yaitu, lolos ke babak 16 besar dan menjadi salah satu dari dua klub Divisi Utama yang promosi ke kompetisi Indonesia Super League (ISL).''Tidak apa, semua klub kan juga merasakan hal yang sama,''tuturnya.
Lanjutnya, laga perdana melawan Persenga Nganjuk di Maguwoharjo, Sleman, pada 15 April mendatang pun sebisa mungkin untuk meraih poin penuh. Meskipun, dia sendiri juga masih buta kekuatan calon lawannya tersebut.''Belum tahu kita kekuatan calon lawan,''ujarnya.
Setelah menjamu Persenga Nganjuk, skuad Elang Jawa ini kemudian akan melakukan laga tandang ke dua klub. Yaitu, melawan madiun Putra pada 22 April, lalu Perseman Manokwari, tiga hari selanjutnya. Selanjutnya, baru derby klub DIY, menjamu PSIM Yogyakarta di Maguwoharjo, pada 29 April nanti.
Dalam persiapannya, PSS Sleman pun hanya bisa melakukan latihan bersama dengan tim-tim lokal. Namun, tanpa dilihat para suporternya, karena dalam masa kampanye. Mengenai komposisi tim, Sartono pun sudah merasa puas dengan 25 pemain yang dipunyainya. Dengan formasi 3-4-3 yang menjadi andalan, Guy Junior dan Saktiawan Sinaga yang akan menjadi andalan utama di lini depannya.''Tipikal permainan kita cepat dan tanpa menggunakan playmaker,'' ucapnya.
Pelatih Kepala PSS Sleman Sartono Anwar mengatakan, sebenarnya pihaknya membutuhkan uji coba tandang untuk mematangkan skuad. Namun, harapannya kompetisi bisa diundur ternyata tidak terjadi. Sesuai jadwal, Divisi Utama mulai bergulir pada 15 April mendatang.''Waktunya mepet, secara otomatis uji coba tandang kita batalkan,''kata dia, Kamis (27/3).
Rencananya, awal setelah Pemilu 9 April mendatang, skuadnya akan dibawa menjajal kekuatan lawan, seperti Kuningan, Purwodadi, dan Ciamis. Sebab, sebelumnya saat lawatannya ke Banyumas dan Cilacap, belum dia anggap uji coba. Karena memang terjadi beberapa insiden.
Seperti, saat lawan Persibas Banyumas, skuadnya tidak bisa tampil optimal karena satu pemainnya terkena kartu merah. Kemudian, menjajal PSCS Cilacap juga tidak maksimal disebabkan terjadi insiden kerusuhan antarsuporter.
Meski tidak jadi uji coba tandang demi mematangkan skuad, dia pun tetap optimistis bisa meraih targetnya musim ini. Yaitu, lolos ke babak 16 besar dan menjadi salah satu dari dua klub Divisi Utama yang promosi ke kompetisi Indonesia Super League (ISL).''Tidak apa, semua klub kan juga merasakan hal yang sama,''tuturnya.
Lanjutnya, laga perdana melawan Persenga Nganjuk di Maguwoharjo, Sleman, pada 15 April mendatang pun sebisa mungkin untuk meraih poin penuh. Meskipun, dia sendiri juga masih buta kekuatan calon lawannya tersebut.''Belum tahu kita kekuatan calon lawan,''ujarnya.
Setelah menjamu Persenga Nganjuk, skuad Elang Jawa ini kemudian akan melakukan laga tandang ke dua klub. Yaitu, melawan madiun Putra pada 22 April, lalu Perseman Manokwari, tiga hari selanjutnya. Selanjutnya, baru derby klub DIY, menjamu PSIM Yogyakarta di Maguwoharjo, pada 29 April nanti.
Dalam persiapannya, PSS Sleman pun hanya bisa melakukan latihan bersama dengan tim-tim lokal. Namun, tanpa dilihat para suporternya, karena dalam masa kampanye. Mengenai komposisi tim, Sartono pun sudah merasa puas dengan 25 pemain yang dipunyainya. Dengan formasi 3-4-3 yang menjadi andalan, Guy Junior dan Saktiawan Sinaga yang akan menjadi andalan utama di lini depannya.''Tipikal permainan kita cepat dan tanpa menggunakan playmaker,'' ucapnya.
(aww)