Tak punya Manajer, PSS Sleman gagal gaet kiper
Rabu, 02 April 2014 - 01:52 WIB
Tak punya Manajer, PSS Sleman gagal gaet kiper
A
A
A
Sindonews.com - Dampak tidak ada manajer mulai dirasakan oleh skuad PSS Sleman. Pasalnya, satu pemain yang masuk rekomendasi gagal dinegosiasi dan tidak ada wakilnya yang berangkat menghadiri managers meeting dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Pelatih Kepala PSS Sleman Sartono Anwar mengatakan, satu pemainnya yang gagal dinegosiasi adalah kiper eks PSPS Pekanbaru dan Mitra Kukar, Amin Syarifudin. Dirinya pun melepaskan pemain tersebut untuk bergabung dengan klub lain.''Gagal dinegosiasi dia (Amin),''kata Sartono ditemui Selasa (1/4).
Seharusnya, menurut Sartono, jika ada manajemen saat ini, pastinya ada upaya mengusulkan kembali ke pihak PT. Putra Sleman Sembada, untuk penambahan harga nego. Namun, dia pun tidak akan mempermasalahkannya dan akan fokus ke tiga kiper sisanya.''Kalau ada manajer bisa mengusulkan untuk menambah,''tuturnya.
Tiga kiper sisanya adalah Ali Barkah yang menjadi kiper kedua PSS musim lalu, Grateo, dan Riyanto. Mau tidak mau, dia harus merasa cukup dengan penjaga gawang yang ada saat ini. Mundurnya Amin Syarifudin ini pun membuat skuad PSS Sleman menjadi 24 pemain. Dan, jumlah itulah yang akan didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Pendaftaran tersebut kemungkinan akan dilakukan sebelum tanggal 4 April mendatang.
Sementara, dua pemain sisa yang masih dalam proses negosiasi, Agus Awang Setyawan di gelandang bertahan dan Erwinsyah Hasibuan di bek, juga masih belum menemui titik temu. Namun, kemungkinan besar keduanya akan menyetujui harga kontrak yang ditawarkan PT Putra Sleman Sembada, karena saat ini masih ikut berlatih.
''Waktunya sudah mepet. Keduanya kalau tidak setuju dengan nilai kontrak seharusnya sudah pergi untuk mencari klub lain. Tapi nyatanya masih, jadi mungkin setuju,''ucapnya.
Satu efek lainnya yang disebabkan tidak adanya manajer, dari PSS Sleman juga tak diketahui siapa yang menghadari manajer meeting bersama PSSI di Jakarta pada Selasa (1/4) ini untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama.
Namun, menurut Sartono, hal ini tidak terlalu bermasalah. Hasil dari acara tersebut ia yakin juga akan sampai ke klubnya.''Sebenarnya saya yang ditunjuk berangkat, tapi tidak mau. Saya pilih melatih saja. Tidak usah khawatir, kalau tidak sampai ke kita hasilnya juga nanti kita lihat dari media,''paparnya.
Mengenai persiapan tim, yang pasti pada Minggu (6/4) mendatang, timnya akan melawan ke Stadion Madya, markas PPSM Magelang. Skuadnya akan latih tanding bersama dengan tim berjuluk Macan Tidar tersebut.
Dia pun berharap, selain untuk menganalisis kelemahan dan perkembangan tim, laga tersebut juga bisa dilihat langsung oleh suporter. Terutama pendukung tim tuan rumah, agar anak-anak asuhannya mendapat tekanan mental.''Semoga nanti masa kampanye di Magelang sudah habis, jadi bisa dilihat langsung suporter. Nantinya untuk mengasah mental pemain kita sebelum masuk kompetisi yang sebenarnya,''ucapnya.
Sebelum melawat ke Magelang, dia juga berencana melakukan latihan bersama dengan salah satu tim dari kompetisi Indonesia Super League (ISL). Latihan tersebut akan diadakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Namun, untuk lawannya masih belum ia ungkapkan. Terpenting bukan Persiram Raja Ampat, yang juga berhomebase di Stadion yang sama dengan PSS Sleman.''Bukan (Persiram),''paparnya.
Sementara itu, Direktur PT Putra Sleman Sembada, Soekeno mengatakan, perwakilan dari PSS Sleman yang menghadiri managers meeting adalah Sartono Anwar. Pihaknya juga telah menunjuk pelatih kepala tersebut untuk menjadi kepala manajer.''SK (surat keputusan) sudah dalam proses. Seharusnya, Pak Sartono yang berangkat,''ucapnya.
Pelatih Kepala PSS Sleman Sartono Anwar mengatakan, satu pemainnya yang gagal dinegosiasi adalah kiper eks PSPS Pekanbaru dan Mitra Kukar, Amin Syarifudin. Dirinya pun melepaskan pemain tersebut untuk bergabung dengan klub lain.''Gagal dinegosiasi dia (Amin),''kata Sartono ditemui Selasa (1/4).
Seharusnya, menurut Sartono, jika ada manajemen saat ini, pastinya ada upaya mengusulkan kembali ke pihak PT. Putra Sleman Sembada, untuk penambahan harga nego. Namun, dia pun tidak akan mempermasalahkannya dan akan fokus ke tiga kiper sisanya.''Kalau ada manajer bisa mengusulkan untuk menambah,''tuturnya.
Tiga kiper sisanya adalah Ali Barkah yang menjadi kiper kedua PSS musim lalu, Grateo, dan Riyanto. Mau tidak mau, dia harus merasa cukup dengan penjaga gawang yang ada saat ini. Mundurnya Amin Syarifudin ini pun membuat skuad PSS Sleman menjadi 24 pemain. Dan, jumlah itulah yang akan didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Pendaftaran tersebut kemungkinan akan dilakukan sebelum tanggal 4 April mendatang.
Sementara, dua pemain sisa yang masih dalam proses negosiasi, Agus Awang Setyawan di gelandang bertahan dan Erwinsyah Hasibuan di bek, juga masih belum menemui titik temu. Namun, kemungkinan besar keduanya akan menyetujui harga kontrak yang ditawarkan PT Putra Sleman Sembada, karena saat ini masih ikut berlatih.
''Waktunya sudah mepet. Keduanya kalau tidak setuju dengan nilai kontrak seharusnya sudah pergi untuk mencari klub lain. Tapi nyatanya masih, jadi mungkin setuju,''ucapnya.
Satu efek lainnya yang disebabkan tidak adanya manajer, dari PSS Sleman juga tak diketahui siapa yang menghadari manajer meeting bersama PSSI di Jakarta pada Selasa (1/4) ini untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama.
Namun, menurut Sartono, hal ini tidak terlalu bermasalah. Hasil dari acara tersebut ia yakin juga akan sampai ke klubnya.''Sebenarnya saya yang ditunjuk berangkat, tapi tidak mau. Saya pilih melatih saja. Tidak usah khawatir, kalau tidak sampai ke kita hasilnya juga nanti kita lihat dari media,''paparnya.
Mengenai persiapan tim, yang pasti pada Minggu (6/4) mendatang, timnya akan melawan ke Stadion Madya, markas PPSM Magelang. Skuadnya akan latih tanding bersama dengan tim berjuluk Macan Tidar tersebut.
Dia pun berharap, selain untuk menganalisis kelemahan dan perkembangan tim, laga tersebut juga bisa dilihat langsung oleh suporter. Terutama pendukung tim tuan rumah, agar anak-anak asuhannya mendapat tekanan mental.''Semoga nanti masa kampanye di Magelang sudah habis, jadi bisa dilihat langsung suporter. Nantinya untuk mengasah mental pemain kita sebelum masuk kompetisi yang sebenarnya,''ucapnya.
Sebelum melawat ke Magelang, dia juga berencana melakukan latihan bersama dengan salah satu tim dari kompetisi Indonesia Super League (ISL). Latihan tersebut akan diadakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Namun, untuk lawannya masih belum ia ungkapkan. Terpenting bukan Persiram Raja Ampat, yang juga berhomebase di Stadion yang sama dengan PSS Sleman.''Bukan (Persiram),''paparnya.
Sementara itu, Direktur PT Putra Sleman Sembada, Soekeno mengatakan, perwakilan dari PSS Sleman yang menghadiri managers meeting adalah Sartono Anwar. Pihaknya juga telah menunjuk pelatih kepala tersebut untuk menjadi kepala manajer.''SK (surat keputusan) sudah dalam proses. Seharusnya, Pak Sartono yang berangkat,''ucapnya.
(aww)