Merio mendekati 2.000 poin
Minggu, 20 April 2014 - 16:54 WIB
Merio mendekati 2.000 poin
A
A
A
Sindonews.com - Merio Ferdiansyah konsisten menunjukkan kapabilitasnya sebagai mesin poin tersubur di Speedy NBL Indonesia 2013-2014. Shooting guard Stadium Jakarta ini memborong 24 poin saat timnya menundukkan Pacific Caesar Surabaya, 81-75, dalam lanjutan seri V Jakarta di Hall A Basket Senayan, Minggu (20/4).
Mengawali game dari kursi bench, Merio tampil kurang greget di kuarter pembuka. Pemain kelahiran Sukabumi ini hanya mengemas 3 angka. Stadium pun tertinggal 16-21.
Head coach Stadium asal Filipina Frankie Lim baru memberi minute play lebih banyak kepada Merio pada kuarter kedua. Hasilnya, 12 tambahan angka disumbangkan oleh pemain bertinggi 180 cm ini. Stadium pun berhasil mengejar defisit, hingga akhirnya menutup kuarter kedua dengan hasil imbang 42-42.
Kejar mengejar angka terjadi di kuarter ketiga. Pacific yang tak ingin kecolongan, mencoba membatasi ruang gerak Merio. Strategi itu cukup efektif. Di kuarter ini, Merio hanya menyumbang tambahan 3 poin. Namun, Stadium berhasil mengantisipasinya dengan lebih mengoptimalkan serangan dari paint area. Stadium menutup kuarter ini dengan berbalik unggul 61-56.
Merio menyumbang tambahan 6 poin di kuarter terakhir yang berlangsung ketat. Stadium pun berhasil mengungguli lawannya dengan margin enam angka. Ini adalah kemenangan ketiga Stadium atas Pacific dari tiga pertemuan pada musim reguler ini (3-0). Sekaligus kemenangan ke-9 dari total 10 pertemuan sejak NBL Indonesia bergulir.
”Merio adalah tipikal pemain yang tidak takut salah. Seperti halnya bintang Miami Heat, LeBron James. Di setiap penampilannya, dia selalu berupaya maksimal dan percaya diri dengan kemampuannya,” puji head coach Stadium, Frankie Lim.
Menyusul tambahan 24 angka yang dicetak dalam game ini, koleksi poin Merio kini menyentuh angka 1.905. Artinya, hanya butuh tambahan 95 poin lagi, Merio akan segera menahbiskan diri sebagai pemain pertama yang sukses menembus 2.000 poin di NBL Indonesia.
Sebelumnya, Merio juga telah mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang bergabung dalam 1,000 Points Club NBL Indonesia atau klub pencetak seribu poin. Hingga saat ini, sudah 26 pemain bergabung dalam klub elite tersebut.
Mengawali game dari kursi bench, Merio tampil kurang greget di kuarter pembuka. Pemain kelahiran Sukabumi ini hanya mengemas 3 angka. Stadium pun tertinggal 16-21.
Head coach Stadium asal Filipina Frankie Lim baru memberi minute play lebih banyak kepada Merio pada kuarter kedua. Hasilnya, 12 tambahan angka disumbangkan oleh pemain bertinggi 180 cm ini. Stadium pun berhasil mengejar defisit, hingga akhirnya menutup kuarter kedua dengan hasil imbang 42-42.
Kejar mengejar angka terjadi di kuarter ketiga. Pacific yang tak ingin kecolongan, mencoba membatasi ruang gerak Merio. Strategi itu cukup efektif. Di kuarter ini, Merio hanya menyumbang tambahan 3 poin. Namun, Stadium berhasil mengantisipasinya dengan lebih mengoptimalkan serangan dari paint area. Stadium menutup kuarter ini dengan berbalik unggul 61-56.
Merio menyumbang tambahan 6 poin di kuarter terakhir yang berlangsung ketat. Stadium pun berhasil mengungguli lawannya dengan margin enam angka. Ini adalah kemenangan ketiga Stadium atas Pacific dari tiga pertemuan pada musim reguler ini (3-0). Sekaligus kemenangan ke-9 dari total 10 pertemuan sejak NBL Indonesia bergulir.
”Merio adalah tipikal pemain yang tidak takut salah. Seperti halnya bintang Miami Heat, LeBron James. Di setiap penampilannya, dia selalu berupaya maksimal dan percaya diri dengan kemampuannya,” puji head coach Stadium, Frankie Lim.
Menyusul tambahan 24 angka yang dicetak dalam game ini, koleksi poin Merio kini menyentuh angka 1.905. Artinya, hanya butuh tambahan 95 poin lagi, Merio akan segera menahbiskan diri sebagai pemain pertama yang sukses menembus 2.000 poin di NBL Indonesia.
Sebelumnya, Merio juga telah mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang bergabung dalam 1,000 Points Club NBL Indonesia atau klub pencetak seribu poin. Hingga saat ini, sudah 26 pemain bergabung dalam klub elite tersebut.
(dka)