Absen tiga laga, Raja Isa terancam didepak Persijap

Minggu, 04 Mei 2014 - 16:13 WIB
Absen tiga laga, Raja...
Absen tiga laga, Raja Isa terancam didepak Persijap
A A A
Sindonews.com - Manajemen Persijap Jepara sepertinya tak mau menunggu terlalu lama menyikapi mangkirnya Pelatih Raja Isa dalam tiga kali pertandingan resmi Indonesia Super League (ISL). Pelatih berpaspor Malaysia itu sudah absen saat Persijap menjamu Semen Padang, Persija Jakarta, dan ketika tandang ke Banjarmasin kontra Barito Putra.

Tanpa bimbingan dari pelatih kepala, Persijap tumbang dalam tiga laga terakhir. Akibatnya Persijap menjadi juru kunci atau diperingkat Grup Barat ISL. Sebelumnya tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu sudah cukup stabil berada di peringkat 9. Menanggapi kondisi ini Direktur Utama PT Jepara Raya Multitama, M Said Basalamah menuturkan, pihaknya akan bijak menyikapi kondisi ini.

PT Jepara Raya Multitama selaku perusahaan pengelola tidak akan memberikan keputusan secara sepihak, namun akan dikomunikasikan terlebih dulu. “Saya paham, berada di tempat yang jauh, tapi kita harus profesional. Kita tidak bisa lama-lama ditinggalkan," ungkap Basalamah, Minggu (4/5).

Menurut dia, saat akan berangkat ke Malaysia, Raja Isa sudah izin kepadanya. Tentunya, bagaimana nanti nasib ke depannya juga akan dibicarakan lagi setelah yang bersangkutan datang langsung ke Jepara. Rencananya mantan pelatih Persiram Raja Ampat dan PSM Makassar itu akan datang setelah laga Persita Tangerang kontra Persijap Jepara Minggu (4/5).

“Jeda kompetisi nanti, perlu ada keputusan yang tidak merugikan tim. Namun, pemecatan harus ada kompensasi yang harus dibayar karena sampai sekarang kondisi finansial sedang tidak bagus,” jelasnya.

Basalamah menjelaskan, dari komunikasi yang dilakukan dengan pelatih yang sudah tujuh musim melatih klub di Liga Indonesia, kondisi ibu yakni orang tua dari Raja Isa memang dalam kondisi belum stabil. Sore kondisinya mulai membaik, malamnya malah kondisinya buruk lagi.

Persijap saat ini memang sangat membutuhkan pelatih kepala. Sebab dalam putaran kedua nanti, Persijap bakal melakoni 10 pertandingan lagi yakni 5 di home dan 5 away. Sepuluh pertandingan itu nanti yang bakal menentukan tim Kota Ukir itu apakah akan mampu bertahan di kasta sepak bola tertinggi di tanah air, atau degradasi ke Divisi Utama.

Jika Anam Syahrul dkk masih berada di peringkat 11 atau 10, akan turun kelas musim depan. Karena ISL musim ini setiap grup yang akan terdegradasi dua tim. Ketua Umum Barisan Suporter Sejati (Banaspati) Persijap H Saadi mendesak perlu segera ada keputusan tegas terhadap Raja Isa. Sebab, tim saat ini membutuhkan nakhoda karena sedang dalam kondisi terjun bebas di dasar klasemen.
(akr)
Berita Terkait
Hasil Liga 2 2021/2022:...
Hasil Liga 2 2021/2022: Persis Solo Benamkan 10 Pemain Persijap Jepara
Hasil Liga 2 2021/2022:...
Hasil Liga 2 2021/2022: Persijap Jepara vs Persis Solo Berbagi Angka
Hanya Tersisa Jejak...
Hanya Tersisa Jejak Baju, Kakek 90 Tahun Diduga Hanyut di Sungai
Tiga Pencari Ikan Ditemukan...
Tiga Pencari Ikan Ditemukan Meninggal, Satu Masih Hilang
Tradisi Mudun Lemah,...
Tradisi Mudun Lemah, Bentuk Syukur Ketika Anak Bisa Berjalan
25 Pengendara Motor...
25 Pengendara Motor Knalpot Brong Ditangkap Polres Jepara
Berita Terkini
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
9 jam yang lalu
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
10 jam yang lalu
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
10 jam yang lalu
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
10 jam yang lalu
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
12 jam yang lalu
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Juara, Viktor Lai Taklukkan Istora di Final Indonesia Open 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved