Akumulasi Kartu, Alcorse Absen Satu Laga
Minggu, 18 Mei 2014 - 14:59 WIB
Akumulasi Kartu, Alcorse Absen Satu Laga
A
A
A
Sindonews.com – PSIS Semarang tidak akan diperkuat Julio Alcorse dalam laga perdana putaran kedua kontra Persis Solo pada Sabtu (31/5) mendatang. Penyerang asal Argentina tersebut absen dalam satu laga lantaran mendapatkan tiga kartu kuning, terakhir saat ditantang Persis di Stadion Manahan, beberapa waktu lalu.
Selain Alcorse, pemain lain yang harus duduk di pinggir lapangan saat menjamu Laskar Sambernyawa adalah bek kanan, Welly Siagian. Alcorse selama ini menjadi skuad inti Mahesa Jenar dan dalam 7 kali pertandingan, sudah mencetak 5 gol. Adapun Welly, tidak setiap pertandingan di turunkan sejak menit-menit awal.
Namun demikian, performa mantan pemain PSCS Cilacap ini cukup menjanjikan. Pemain inti PSIS lainnya juga ada yang telah mendapatkan dua kartu kuning masing-masing Ronald Fagundez (gelandang) dan Safrudin Tahar (stoper).
Jika diganjar satu kartu lagi, mereka harus absen satu kali laga. Beberapa pemain lainnya juga telah mendapatkan kartu kuning diantaranya Fauzan Fajri dan Catur Adi Nugroho (kiper). Sejak kali pertama turun hingga tampil di enam laga, Alcorse memang sedikit temperamental.
Ketika sedang melakukan duel udara ataupun ditempel ketat lawan saat berada di kotak terlarang, biasanya dia kerap bersitegang dengan pemain musuh. Bahkan, terkadang terjadi saling dorong dan sikut hingga akhirnya dilerai oleh wasit.
Manajer PSIS Semarang Wahyu Winarto tidak menyalahkan pemain yang absen dalam satu kali pertandingan lantaran akumulasi kartu kuning. Pemain mendapatkan kartu kuning karena memang kondisi di lapangan.
“Pemain tidak akan berpikir ingin mendapatkan kartu kuning, atas apa tindakannya terhadap pemain lawan. Itu memang tuntutan kondisi di lapangan, dan belum tentu pandangan wasit itu tepat,” katanya.
Pria yang akrab disapa Liluk ini menepis Alcorse pemain temperamental. Selama ini mantan penyerang Persijap Jepara itu tampil baik. Jika Alcorse Absen, masih ada pemain lainnya seperti Harry Nur yang bisa menjadi starting eleven. Kendati tidak diperkuat saat menghadapi Persiku Kudus, PSIS juga bisa memenangkan pertandingan kendati dengan susah payah.
“Kita tidak pernah bergantung kepada satu pemain,” tandasnya.
Pelatih PSIS Eko Riyadi tidak mempermasalakan beberapa anak asuhnya yang mendapatkan kartu kuning. Dalam permainan sepak bola, pelanggaran itu hal yang wajar. “Sejak awal saya tidak menginstruksikan permainan keras, tapi bermain bola dengan indah dan enjoy,” kata mantan Pelatih Persitema Temanggung ini.
Selain Alcorse, pemain lain yang harus duduk di pinggir lapangan saat menjamu Laskar Sambernyawa adalah bek kanan, Welly Siagian. Alcorse selama ini menjadi skuad inti Mahesa Jenar dan dalam 7 kali pertandingan, sudah mencetak 5 gol. Adapun Welly, tidak setiap pertandingan di turunkan sejak menit-menit awal.
Namun demikian, performa mantan pemain PSCS Cilacap ini cukup menjanjikan. Pemain inti PSIS lainnya juga ada yang telah mendapatkan dua kartu kuning masing-masing Ronald Fagundez (gelandang) dan Safrudin Tahar (stoper).
Jika diganjar satu kartu lagi, mereka harus absen satu kali laga. Beberapa pemain lainnya juga telah mendapatkan kartu kuning diantaranya Fauzan Fajri dan Catur Adi Nugroho (kiper). Sejak kali pertama turun hingga tampil di enam laga, Alcorse memang sedikit temperamental.
Ketika sedang melakukan duel udara ataupun ditempel ketat lawan saat berada di kotak terlarang, biasanya dia kerap bersitegang dengan pemain musuh. Bahkan, terkadang terjadi saling dorong dan sikut hingga akhirnya dilerai oleh wasit.
Manajer PSIS Semarang Wahyu Winarto tidak menyalahkan pemain yang absen dalam satu kali pertandingan lantaran akumulasi kartu kuning. Pemain mendapatkan kartu kuning karena memang kondisi di lapangan.
“Pemain tidak akan berpikir ingin mendapatkan kartu kuning, atas apa tindakannya terhadap pemain lawan. Itu memang tuntutan kondisi di lapangan, dan belum tentu pandangan wasit itu tepat,” katanya.
Pria yang akrab disapa Liluk ini menepis Alcorse pemain temperamental. Selama ini mantan penyerang Persijap Jepara itu tampil baik. Jika Alcorse Absen, masih ada pemain lainnya seperti Harry Nur yang bisa menjadi starting eleven. Kendati tidak diperkuat saat menghadapi Persiku Kudus, PSIS juga bisa memenangkan pertandingan kendati dengan susah payah.
“Kita tidak pernah bergantung kepada satu pemain,” tandasnya.
Pelatih PSIS Eko Riyadi tidak mempermasalakan beberapa anak asuhnya yang mendapatkan kartu kuning. Dalam permainan sepak bola, pelanggaran itu hal yang wajar. “Sejak awal saya tidak menginstruksikan permainan keras, tapi bermain bola dengan indah dan enjoy,” kata mantan Pelatih Persitema Temanggung ini.
(wbs)