Kemenangan Indonesia Masih Diselimuti Ketegangan
Senin, 19 Mei 2014 - 15:13 WIB
Kemenangan Indonesia Masih Diselimuti Ketegangan
A
A
A
NEW DELHI - Pemain tunggal kedua Indonesia, Simon Santoso menyempurnakan kemenangan Indonesia atas Singapura 5-0. Kepastian itu diperoleh setelah menyudahi perlawanan Lee Kwan Ting Sean dua game langsung 21-16, 22-20.
Meski berhasil menyapu bersih di laga pertama yang dimainkan di Siri Fort indoor Stadium, Senin (19/5), secara umum keseluruhan penampilan Tim Piala Thomas Indonesia masih menyimpan sedikit masalah. Hampir semua pemain mengakui adanya ketengangan, seperti diakui pasangan M. Ahsan/Hendra Setiawan, Dionysius Hayom Rumbaka, serta pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro.
Simon sendiri yang menjadi penyempurna kemenangan pun sempat mengalami kesulitan di game kedua. Beruntung mental dan pengalaman bertanding tak melemahkan semangat Simon.
Sementara itu di partai keempat, pasangan Angga/Ryan yang tanding sebelum Simon juga berhasil menang dua game, yakni 21-9, 21-15 dengan menggulung Yong Kai Terry Hee/Zi Liang Derek Wong. Di atas kertas seharusnya pasangan muda Indonesia tersebut tidak mengalami kesulitan mengingat pasangan Singapura itu adalah bukan pasangan tetap. Namun, tetap saja pasangan Indonesia tidak mudah meraup angka demi angka.
“Di game pertama, lawan masih belum mengetahui permainan kami, sehingga kami bisa menguasai mereka. Tetapi pada game kedua mereka lebih mengantisipasi. Kami memang berpeluang besar untuk menang, apalagi Derek kan sebetulnya bukan pemain ganda, dia fokus di nomor tunggal,” ujar Angga dilaman PBSI.
“Kami merasa banyak melakukan kesalahan sendiri pada game kedua. Terry/Derek juga sering tiba-tiba mempercepat tempo permainan,” tambah Rian.
Urusan pasangan baru di Piala Thomas, sama seperti Ahsan/Hendra ini juga adalah Piala Thomas yang pertama buat Angga/Rian. Di Piala Thomas 2012, Rian pernah menjadi bagian tim Indonesia, namun ia tak berpasangan dengan Angga. Jadi mereka merasa wajar jika diselimuti ketegangan di debut Piala Thomas ini.
Namun seperti dituturkan Angga, ia dan Rian mampu menguasai perasaan tersebut. “Ini Piala Thomas pertama buat kami sebagai pasangan tetap, namun kami sudah pernah ikut kejuaraan beregu di Piala Sudirman 2013. Rasanya sama saja, pokoknya kalau diturunkan ya harus siap untuk sumbang poin. Bukan cuma di nomor ganda saja, di nomor tunggal juga begitu,” tutur Angga.
Meski berhasil menyapu bersih di laga pertama yang dimainkan di Siri Fort indoor Stadium, Senin (19/5), secara umum keseluruhan penampilan Tim Piala Thomas Indonesia masih menyimpan sedikit masalah. Hampir semua pemain mengakui adanya ketengangan, seperti diakui pasangan M. Ahsan/Hendra Setiawan, Dionysius Hayom Rumbaka, serta pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro.
Simon sendiri yang menjadi penyempurna kemenangan pun sempat mengalami kesulitan di game kedua. Beruntung mental dan pengalaman bertanding tak melemahkan semangat Simon.
Sementara itu di partai keempat, pasangan Angga/Ryan yang tanding sebelum Simon juga berhasil menang dua game, yakni 21-9, 21-15 dengan menggulung Yong Kai Terry Hee/Zi Liang Derek Wong. Di atas kertas seharusnya pasangan muda Indonesia tersebut tidak mengalami kesulitan mengingat pasangan Singapura itu adalah bukan pasangan tetap. Namun, tetap saja pasangan Indonesia tidak mudah meraup angka demi angka.
“Di game pertama, lawan masih belum mengetahui permainan kami, sehingga kami bisa menguasai mereka. Tetapi pada game kedua mereka lebih mengantisipasi. Kami memang berpeluang besar untuk menang, apalagi Derek kan sebetulnya bukan pemain ganda, dia fokus di nomor tunggal,” ujar Angga dilaman PBSI.
“Kami merasa banyak melakukan kesalahan sendiri pada game kedua. Terry/Derek juga sering tiba-tiba mempercepat tempo permainan,” tambah Rian.
Urusan pasangan baru di Piala Thomas, sama seperti Ahsan/Hendra ini juga adalah Piala Thomas yang pertama buat Angga/Rian. Di Piala Thomas 2012, Rian pernah menjadi bagian tim Indonesia, namun ia tak berpasangan dengan Angga. Jadi mereka merasa wajar jika diselimuti ketegangan di debut Piala Thomas ini.
Namun seperti dituturkan Angga, ia dan Rian mampu menguasai perasaan tersebut. “Ini Piala Thomas pertama buat kami sebagai pasangan tetap, namun kami sudah pernah ikut kejuaraan beregu di Piala Sudirman 2013. Rasanya sama saja, pokoknya kalau diturunkan ya harus siap untuk sumbang poin. Bukan cuma di nomor ganda saja, di nomor tunggal juga begitu,” tutur Angga.
(bbk)