Pelatih Yogya Takut Atlet Hengkang

Senin, 01 September 2014 - 14:52 WIB
Pelatih Yogya Takut...
Pelatih Yogya Takut Atlet Hengkang
A A A
SEMARANG - Minimnya anggaran untuk pembinaan atlet dikeluhkan para pelatih cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan ke PON XIX/2016. Bahkan mereka khawatir, para atlet yang berpotensi nantinya memilih untuk pindah mewakili daerah lain karena selisih tali asih yang cukup besar.
Pelatih Gulat dari Kulonprogo, Mursanto mengatakan, dana yang diterima dari provinsi untuk pembinaan atletnya di tingkat kabupaten hanya sebesar Rp50 juta. Uang sebesar tersebut dirasanya masih di bawah dari cukup. Sebab, pastinya selama setahun tidak hanya melakukan latihan saja. Namun atlet akan diikutkan dalam suatu event atau kejuaraan.

''Kabupaten menerima Rp1 miliar untuk satu tahun. Jumlah tersebut nantinya dibagi untuk 34 cabor (cabang olahraga). Kita di gulat mendapatkan Rp50 juta. Seluruh kegiatan yang kita ikuti menggunakan dana itu,''kata pria yang juga menjabat sebagai kepala seksi bidang prestasi Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) DIY, Minggu (31/8).

Efeknya, pembinaan pun tidak bisa maksimal. padahal potensi-potensi atlet di bawah naungannya, sangat banyak. Tak hanya itu, di kejuaraan PON mendatang, juga sangat riskan adanya atlet yang berpindah untuk mewakili daerah lain karena melihat tali asihnya, DIY yang belum ideal.

Ketika atlet DIY mendapatkan prestasi di ajang Porda atau juga Pra-PON pada 2015 mendatang, mereka hanya diberi tali asih sekitar Rp2,5 juta atau maksimal Rp7,5 juta saja. Jika dibandingkan dengan daerah tetangga, Jawa Tengah, selisihnya sangat besar.

''Tali asih untuk Porda di Jateng bisa sekitar Rp30 hingga 50 juta. Kita medali emas hanya Rp2,5 juta saja. Jika anak-anak lari ke Jateng, kita tidak bisa juga menyalahkan, walaupun kita telah membinanya sejak awal,” ucapnya.

Minimnya pendanaan dari tingkat provinsi memang juga diakui di cabang olahraga lain. Pelatih Panahan DIY, Budi Widayanto mengeluhkan keterlambatan masalah fasilitas alat yang digunakan untuk menunjang latihan anak-anak asuhannya.''Keterlambatan pada alat ya. Biasanya setelah Pra PON untuk persiapan PON, baru ada,''ujarnya.
(aww)
Berita Terkait
Dua Finalis PON XIX...
Dua Finalis PON XIX Jawa Barat dan Maluku Utara Bertemu di Group B
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Memalukan! Muktamar...
Memalukan! Muktamar XIX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kendari Ricuh
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
2 Partai Tinju Internasional...
2 Partai Tinju Internasional Guncang Bali Big Fight XIX
Berita Terkini
FIFA Jawab Tuduhan Main...
FIFA Jawab Tuduhan Main Gila di Piala Dunia 2026: Integritas Wasit Tak Boleh Diragukan!
10 menit yang lalu
Alam Bisa Singkirkan...
Alam Bisa Singkirkan Inggris dari Piala Dunia 2026
57 menit yang lalu
Rahasia di Balik Sepatu...
Rahasia di Balik Sepatu Pink Timnas Inggris
1 jam yang lalu
Mesin Gol Maroko Cedera,...
Mesin Gol Maroko Cedera, Singa Atlas Kehilangan Taring?
2 jam yang lalu
Final Piala Dunia 2026...
Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Konser Impian: Justin Bieber, BTS, dan Madonna Satu Panggung
3 jam yang lalu
Soroti Laga Argentina...
Soroti Laga Argentina vs Mesir, Zohran Mamdani: The Pharaohs Dirampok
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved