Tampung Atlet, DKI Siapkan 7000 Unit Kamar
Rabu, 24 September 2014 - 12:46 WIB
Tampung Atlet, DKI Siapkan 7000 Unit Kamar
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggeber persiapan Asian Games 2018. Setidaknya 7000 unit kamar masuk dalam rancangan pembangunan perkampungan atlet (athlete village).
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menginginkan perkampungan atlet ini nantinya seperti apartemen. Ia mengaku sudah mendapatkan pengalaman saat berkunjung ke Incheon, Korsel belum lama ini. "Kita maunya apartemen. Kalau dibuat seperti apartemen, nantinya akan dikenakan sewa,' ujar pria yang disapa Ahok itu, Rabu (24/9).
Menurut Ahok di Korea, semua atlet yang menggunakan kamar di perkampungan atlet dikenakan sewa USD 50 per malam atau setara dengan Rp 597 Ribu. "Kamar yang ditempati merupakan apartemen yang nantinya akan dijual. Setiap kamar dibuat sederhana dengan hanya ada ranjang. Setelah dipakai dua minggu lebih, baru kemudian kamar-kamar itu dijual ke umum," ungkapnya.
Untuk lokasi perkampungan atlet Asian Games 2018 mendatang, Ahok sudah mempunyai gambaran seperti yang di Kemayoran. "Kita hitung 7.000 unit aja sudah bisa jalan. Kan untuk apartemen 2 kamar, atlet bisa berdua. Sendiri juga bisa," ujarnya.
Ahok pun yakin ada pengembang yang ingin melakukan hal tersebut. "Kita mau minta dia (pengembang) kasih kita. Kalau pengembang tidak mau untuk kasih izin kan SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah) pengembang bangun apartemen kan mesti 4 tahun. Kita minta tolong mereka untuk sewain dulu ke kita. Kita tinggal bikin regulasi, sewain. Kan selama ini yang punya apartemen tidak boleh sewain, sebab bukan hotel. Untuk kasus Asian Games ini boleh," pungkasnya.
Nantinya pembangunan ini akan dilakukan oleh swasta dan tidak terpusat di Kemayoran saja. "Siapa yang mau ikutan kita kasih izin bangun. Nggak pakai lelang, kita kasih izin SIPPT-nya. Kalau dia mau bangun pas tahun 2018 boleh nggak dipimjemin, nah kita mesti hitung waktunya. Kalau dia selesai tahun 2017, dipijemin nggak lucu juga dong. Siapa yang mau beli apartemen, terus disewain begitu aja," ujarnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menginginkan perkampungan atlet ini nantinya seperti apartemen. Ia mengaku sudah mendapatkan pengalaman saat berkunjung ke Incheon, Korsel belum lama ini. "Kita maunya apartemen. Kalau dibuat seperti apartemen, nantinya akan dikenakan sewa,' ujar pria yang disapa Ahok itu, Rabu (24/9).
Menurut Ahok di Korea, semua atlet yang menggunakan kamar di perkampungan atlet dikenakan sewa USD 50 per malam atau setara dengan Rp 597 Ribu. "Kamar yang ditempati merupakan apartemen yang nantinya akan dijual. Setiap kamar dibuat sederhana dengan hanya ada ranjang. Setelah dipakai dua minggu lebih, baru kemudian kamar-kamar itu dijual ke umum," ungkapnya.
Untuk lokasi perkampungan atlet Asian Games 2018 mendatang, Ahok sudah mempunyai gambaran seperti yang di Kemayoran. "Kita hitung 7.000 unit aja sudah bisa jalan. Kan untuk apartemen 2 kamar, atlet bisa berdua. Sendiri juga bisa," ujarnya.
Ahok pun yakin ada pengembang yang ingin melakukan hal tersebut. "Kita mau minta dia (pengembang) kasih kita. Kalau pengembang tidak mau untuk kasih izin kan SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah) pengembang bangun apartemen kan mesti 4 tahun. Kita minta tolong mereka untuk sewain dulu ke kita. Kita tinggal bikin regulasi, sewain. Kan selama ini yang punya apartemen tidak boleh sewain, sebab bukan hotel. Untuk kasus Asian Games ini boleh," pungkasnya.
Nantinya pembangunan ini akan dilakukan oleh swasta dan tidak terpusat di Kemayoran saja. "Siapa yang mau ikutan kita kasih izin bangun. Nggak pakai lelang, kita kasih izin SIPPT-nya. Kalau dia mau bangun pas tahun 2018 boleh nggak dipimjemin, nah kita mesti hitung waktunya. Kalau dia selesai tahun 2017, dipijemin nggak lucu juga dong. Siapa yang mau beli apartemen, terus disewain begitu aja," ujarnya.
(bbk)