Ahsan Ogah Tunggu Empat Tahun Lagi
Minggu, 28 September 2014 - 20:33 WIB
Ahsan Ogah Tunggu Empat Tahun Lagi
A
A
A
INCHEON - Rasa puas terpancar dari pasangan Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan. Ia berhasil menyumbangkan medali emas kedua untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2014, Incheon, Korsel. Ahsan pun mengakui jika ia bermain habis-habisan dan ogah menunggu empat tahun lagi untuk meraih emas Asian Games.
Pertemuan dengan pasangan tuan rumah, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong memang menjadi partai menarik. Kedua pasangan ini merupakan musuh abadi dan dalam pertemuan selama ini Hendra/Ahsan sudah mengalami lima kali kekalahan.
“Kami sangat bersyukur atas kemenangan ini dan bisa mempersembahkan medali emas kedua untuk Indonesia. Terima kasih kepada pelatih kami, Herry IP dan Aryono Miranat, serta semua rekan-rekan di tim ganda putra yang telah membantu kami di latihan,” ujar Hendra dilansir badmintonindonesia, Minggu (28/9).
“Di pertandingan final, kami tampil lepas, all out saja. Apalagi ini event empat tahun sekali. Saya tidak mau menunggu empat tahun lagi, jadi saya berjuang habis-habisan untuk memenangkan medali emas Asian Games kali ini,” kata Ahsan.
Kunci kemenangan Hendra/Ahsan adalah pengalaman pertemuan selama ini. Mereka sudah banyak dapat pelajaran dari kekalahan sebelumnya. Bermain ekstra sabar menjadi faktor penentu kesuksesan ganda Merah Putih itu.
Sementara itu pelatih Heri IP mengatakan pasangan Korsel itu memang sulit ditembus pertahanannya, namun dengan bermain di kandang sendiri pastinya mereka mendapatkan tekanan dari publik sendiri yang menginginkan kemenangan. "Hendra/Ahsan lebih bisa menguasai kedaaan dan bisa menjalankan strategi dengan baik. Melawan Lee/Yoo kuncinya harus sabar, bukan berarti tidak menyerang, tapi iramanya diatur dan pintar mencari kesempatan. Kalau mereka siap dan kita serang, sulit ditembus,” ujar Herry IP.
Tim bulutangkis telah mengamankan empat medali yaitu dua medali emas dari Greysia/Nitya dan Hendra/Ahsan serta satu medali perunggu dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Sedangkan satu medali lagi baru akan dipastikan Tontowi/Liliyana di partai final ganda campuran yang akan berlangsung di Gyeyang Gymnasium, Senin (29/9), pukul 20.15 waktu Incheon.
Pertemuan dengan pasangan tuan rumah, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong memang menjadi partai menarik. Kedua pasangan ini merupakan musuh abadi dan dalam pertemuan selama ini Hendra/Ahsan sudah mengalami lima kali kekalahan.
“Kami sangat bersyukur atas kemenangan ini dan bisa mempersembahkan medali emas kedua untuk Indonesia. Terima kasih kepada pelatih kami, Herry IP dan Aryono Miranat, serta semua rekan-rekan di tim ganda putra yang telah membantu kami di latihan,” ujar Hendra dilansir badmintonindonesia, Minggu (28/9).
“Di pertandingan final, kami tampil lepas, all out saja. Apalagi ini event empat tahun sekali. Saya tidak mau menunggu empat tahun lagi, jadi saya berjuang habis-habisan untuk memenangkan medali emas Asian Games kali ini,” kata Ahsan.
Kunci kemenangan Hendra/Ahsan adalah pengalaman pertemuan selama ini. Mereka sudah banyak dapat pelajaran dari kekalahan sebelumnya. Bermain ekstra sabar menjadi faktor penentu kesuksesan ganda Merah Putih itu.
Sementara itu pelatih Heri IP mengatakan pasangan Korsel itu memang sulit ditembus pertahanannya, namun dengan bermain di kandang sendiri pastinya mereka mendapatkan tekanan dari publik sendiri yang menginginkan kemenangan. "Hendra/Ahsan lebih bisa menguasai kedaaan dan bisa menjalankan strategi dengan baik. Melawan Lee/Yoo kuncinya harus sabar, bukan berarti tidak menyerang, tapi iramanya diatur dan pintar mencari kesempatan. Kalau mereka siap dan kita serang, sulit ditembus,” ujar Herry IP.
Tim bulutangkis telah mengamankan empat medali yaitu dua medali emas dari Greysia/Nitya dan Hendra/Ahsan serta satu medali perunggu dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Sedangkan satu medali lagi baru akan dipastikan Tontowi/Liliyana di partai final ganda campuran yang akan berlangsung di Gyeyang Gymnasium, Senin (29/9), pukul 20.15 waktu Incheon.
(bbk)