PSSI Harusnya Salahkan Pemain, Bukan Tim
Kamis, 30 Oktober 2014 - 21:17 WIB
PSSI Harusnya Salahkan Pemain, Bukan Tim
A
A
A
SLEMAN - Komisi Disiplin PSSI mendiskualifikasi kedua tim,baik PSS Sleman dan PSIS Semarang atas permainan sepak bola gajah yang sudah dilakukan pada Minggu, 26 Oktober lalu di Yogyakarta. Kedua tim yang sama-sama ingin kalah menciptakan lima gol bunuh diri.
Hukuman diskualifikasi yang di jatuhkan Komisi Disiplin PSSI pada tim dinilai kurang tepat, karena pelaku kesalahan ada pada pemain maupun pelatih yang sengaja mengarahkan pemain untuk mengalah.
"Sanksi pada tim tidak tepat, yang seharusnya mendapat sanksi itu dari pemain dan pelatih. Subjeknya pemain yang salah, meningkat ke orang yang mengarahkan, jadi jangan tim yang disalahkan," kata Ibnu Subianto. Kamis (30/10/2014).
Ibnu merupakan mantan Bupati Sleman yang pernah memimpin PSS Sleman pada periode 2000 - 2004, ditambah perpanjangan satu tahun pada tahun 2005. Ibnu juga orang yang berjasa dalam membuat Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta pada tahun 2005 silam.
Tim, kata dia, tidak bersalah dalam permainan sepak bola gajah. Orang yang berada dalam tim itu yang disalahkan karena tidak sportif dalam berlaga.
"Komdis (Komisi Disiplin) malah melindungi orang yang salah kalau sanksi sepakbola gajah itu diberikan pada tim. Yang salah itu pemain, orang-orang yang mengarahkan pemain, itu yang perlu diberi sanksi," katanya.
Ibnu memberi gambaran pada sebuah institusi. Jika yang melakukan kesalahan subjek atau orang yang bekerja di dalam institusi, maka institusi tidak bisa dihukum karena tidak bersalah. Hanya saja, kesalahan individu itu mencoreng institusi yang bersangkutan.
"Kesalahan pada pemain, jangan tim yang disalahkan. Tapi memang imbasnya ke tim, orang taunya pada tim, bukan personal," imbuhnya.
Hukuman diskualifikasi yang di jatuhkan Komisi Disiplin PSSI pada tim dinilai kurang tepat, karena pelaku kesalahan ada pada pemain maupun pelatih yang sengaja mengarahkan pemain untuk mengalah.
"Sanksi pada tim tidak tepat, yang seharusnya mendapat sanksi itu dari pemain dan pelatih. Subjeknya pemain yang salah, meningkat ke orang yang mengarahkan, jadi jangan tim yang disalahkan," kata Ibnu Subianto. Kamis (30/10/2014).
Ibnu merupakan mantan Bupati Sleman yang pernah memimpin PSS Sleman pada periode 2000 - 2004, ditambah perpanjangan satu tahun pada tahun 2005. Ibnu juga orang yang berjasa dalam membuat Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta pada tahun 2005 silam.
Tim, kata dia, tidak bersalah dalam permainan sepak bola gajah. Orang yang berada dalam tim itu yang disalahkan karena tidak sportif dalam berlaga.
"Komdis (Komisi Disiplin) malah melindungi orang yang salah kalau sanksi sepakbola gajah itu diberikan pada tim. Yang salah itu pemain, orang-orang yang mengarahkan pemain, itu yang perlu diberi sanksi," katanya.
Ibnu memberi gambaran pada sebuah institusi. Jika yang melakukan kesalahan subjek atau orang yang bekerja di dalam institusi, maka institusi tidak bisa dihukum karena tidak bersalah. Hanya saja, kesalahan individu itu mencoreng institusi yang bersangkutan.
"Kesalahan pada pemain, jangan tim yang disalahkan. Tapi memang imbasnya ke tim, orang taunya pada tim, bukan personal," imbuhnya.
(akr)