Menyambut Final di Anfield

Kamis, 06 November 2014 - 12:00 WIB
Menyambut Final di Anfield
Menyambut Final di Anfield
A A A
Rot isch unseri liebi, blau die ewige treui. Merah pujaanku, biru kesetiaan sejatiku. Tidak percuma jika spanduk Mutenzer Kurve, julukan fansdie hardFC Basel, selalu terpampang di St Jakob Park.

Kelompok pemuja FC Basel ini terbilang paling fanatik di Swiss, mengalahkan klub besar di Heidiland, seperti FC Zurich, FC Grassshoper, SC Young Boys Bern. Tidak terkecuali ketika Die Bebbi, julukan Basel, melayani Ludogorets Razgrad, klub asal Bulgaria, dini hari kemarin. Meski partai itu bisa dibilang laga paling tidak menarik pada Grup B Liga Champions, nyaris tak ada bangku kosong. Sedikitnya 35.000 pendukung memenuhi St Jakob Park.

Padahal, tiga pertandingan sebelumnya, tidak terkecuali saat melawan Ludogorets, dua pekan lalu, penampilan Basel kurang meyakinkan. Posisi Die Bebbidi grup berada di urutan buntut setelah dua kali kalah. “Dukungan kami ke Basel jangan pernah diragukan,” kata Steve Wagner, salah satu pendukung die hardFC Basel. Sepanjang pertandingan fans tak henti-hentinya bernyanyi menyemangati Die Bebbi.

Nyanyian ini makin membahana ketika Breel Embolo, penyerang muda yang masih berusia 20 tahun, menetaskan golnya pada menit ke-34. Sorakan penonton makin meriah seusai Derlis Gonzalez, Shkelzen Gashi, dan Marek Suchy memperbesar keunggulan tuan rumah.

Yakin Liverpool, saingan berat Basel di grup ini, tak akan bisa menahan Real Madrid, Pelatih Basel Paulo Sousa mulai menarik satu demi satu pemain andalannya setelah empat gol itu. Gonzalez, Gashi, dan Fabian Frei digantikan Davide Challa, Marcelo Diaz, dan Matias Delgado. Namun, tuan rumah tetap mengancam. Hanya karena kepiawaian sekaligus kemujuran penjaga gawang, Ludogorets terhindar dari gol-gol berikutnya.

Basel sebenarnya tampil pincang pada pertandingan ini. Trio andalan Marco Streller, Ivan Ivanov, dan Serey Die berhalangan akibat berbagai alasan. Permainan tim juga belum mencapai level ideal karena Sousa menerapkan sistem bongkar pasang pemain. Setidaknya kemenangan 4-0 atas Ludogorets membuat partai terakhir melawan Liverpool, 9 Desember mendatang, menjadi final.

Siapa yang kalah akan gagal melangkah ke perdelapan final. Sebelumnya Basel harus mengalahkan Real Madrid di St Jakob Park, sedangkan Liverpool bertandang ke markas Ludogorets. Di atas kertas, Basel kemungkinan kalah melawan Madrid. Sementara Liverpool bisa menaklukkan atau minimal seri melawan Ludogorets.

Laporan Kontributor KORANSINDO
KRISNA DIANTHA
SWISS
(bbg)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
38 menit yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
39 menit yang lalu
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
3 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
16 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved