Jalan Terjal Federer Menuju Juara
Sabtu, 08 November 2014 - 14:00 WIB
Jalan Terjal Federer Menuju Juara
A
A
A
LONDON - Langkah Roger Federer di Final ATP bisa diibaratkan seperti membelah gunung. Betapa tidak, impiannya menggagalkan peluang Novak Djokovic menjadi raja tenis dunia untuk ketiga kalinya semakin tipis.
Pembagian grup di Final ATP merupakan salah satu bentuk nyata mengapa banyak kalangan yang meragukannya. Pemain veteran berkebangsaan Swiss itu berada di Grup B bersama dengan Kei Nishikori, Andy Murray, dan Milos Raonic.
Juara 17 kali Grand Slam tidak bisa menganggap sebelah mata kemampuan ketiga rivalnya nanti. Sebab mereka mempunyai keahlian masing-masing dalam mengayunkan raket.
Melihat catatan rekor ketiga petenis saat bertemu Federer, hanya Raonic yang belum mampu mengimbangi permainannya. Tercatat, dari tujuh penampilan baru satu kemenangan yang berhasil diamankannya.
Berbeda dengan Raonic, Nishikori dan Murray justru mampu mengimbangi permainan pemain kelahiran Basel, 8 Agustus 1981. Kita lihat saja apakah Federer mampu melewati grup maut di turnamen bergengsi akhir tahun ini.
Berikut keempat petenis di Grup B
Roger Federer
![Jalan Terjal Federer Menuju Juara]()
Lima mahkota juara (Dubai, Halle, Cincinnati, Shanghai, Basel) sudah bisa dijadikan sebagai modal bagus Federer di Final ATP
Kei Nishikori
![Jalan Terjal Federer Menuju Juara]()
Tiga mahkota juara di Jepang, Barcelona, dan Malaysia Terbuka mengiringi perjalanannya di musim ini. Bagi sebagian kalangan prestasi Nishikori terbilang tidak begitu mengesankan. Namun dia mampu menciptakan sejumlah sejarah, yakni menjadi runner up di Madrid, AS Terbuka, dan menginjakkan kakinya di London alias Final ATP pertama kalinya.
Andy Murray
![Jalan Terjal Federer Menuju Juara]()
Sejak memutuskan kemitraannya dengan Ivan Lendl, karir Murray seakan tenggelam bak ditelan bumi. Terbukti, sepanjang tahun ini saja dia baru mengoleksi dua trofi juara di Austria dan Valencia Terbuka. Menurunnya performa petenis Inggris Raya tidak terlepas dari masalah fisik dan cedera yang dialaminya tersebut.
Milos Raonic
![Jalan Terjal Federer Menuju Juara]()
Raonic hanya membawa bekal juara Washington Terbuka. Namun dia bisa menjadi batu sandungan buat rivalnya di grup maut ini. Karena keberadaannya di Final ATP telah membuka mata dunia bahwa pemain Kanada itu mempunyai kharisma yang tak kalah populer dengan petenis lain.
Pembagian grup di Final ATP merupakan salah satu bentuk nyata mengapa banyak kalangan yang meragukannya. Pemain veteran berkebangsaan Swiss itu berada di Grup B bersama dengan Kei Nishikori, Andy Murray, dan Milos Raonic.
Juara 17 kali Grand Slam tidak bisa menganggap sebelah mata kemampuan ketiga rivalnya nanti. Sebab mereka mempunyai keahlian masing-masing dalam mengayunkan raket.
Melihat catatan rekor ketiga petenis saat bertemu Federer, hanya Raonic yang belum mampu mengimbangi permainannya. Tercatat, dari tujuh penampilan baru satu kemenangan yang berhasil diamankannya.
Berbeda dengan Raonic, Nishikori dan Murray justru mampu mengimbangi permainan pemain kelahiran Basel, 8 Agustus 1981. Kita lihat saja apakah Federer mampu melewati grup maut di turnamen bergengsi akhir tahun ini.
Berikut keempat petenis di Grup B
Roger Federer
.jpg)
Lima mahkota juara (Dubai, Halle, Cincinnati, Shanghai, Basel) sudah bisa dijadikan sebagai modal bagus Federer di Final ATP
Kei Nishikori
.jpg)
Tiga mahkota juara di Jepang, Barcelona, dan Malaysia Terbuka mengiringi perjalanannya di musim ini. Bagi sebagian kalangan prestasi Nishikori terbilang tidak begitu mengesankan. Namun dia mampu menciptakan sejumlah sejarah, yakni menjadi runner up di Madrid, AS Terbuka, dan menginjakkan kakinya di London alias Final ATP pertama kalinya.
Andy Murray
.jpg)
Sejak memutuskan kemitraannya dengan Ivan Lendl, karir Murray seakan tenggelam bak ditelan bumi. Terbukti, sepanjang tahun ini saja dia baru mengoleksi dua trofi juara di Austria dan Valencia Terbuka. Menurunnya performa petenis Inggris Raya tidak terlepas dari masalah fisik dan cedera yang dialaminya tersebut.
Milos Raonic
.jpg)
Raonic hanya membawa bekal juara Washington Terbuka. Namun dia bisa menjadi batu sandungan buat rivalnya di grup maut ini. Karena keberadaannya di Final ATP telah membuka mata dunia bahwa pemain Kanada itu mempunyai kharisma yang tak kalah populer dengan petenis lain.
(bbk)