Rapatkan Barisan

Minggu, 09 November 2014 - 12:43 WIB
Rapatkan Barisan
Rapatkan Barisan
A A A
SWANSEA - Benteng pertahanan Arsenal harus memperbaiki kinerja saat meladeni Swansea City di Liberty Stadium, hari ini. Lini belakang diharapkan tidak mengulang kesalahan seperti ketika tampil di Liga Champions.

Perhatian pada kinerja para bek muncul karena The Gunners membuang keunggulan tiga gol kala bertemu Anderlecht, Rabu (5/11). Hanya bermain imbang, peluang Arsenal menjadi juara grup dan merebut status unggulan di babak 16 besar kini menipis.

“Sama seperti tahun lalu dan musim sebelumnya, kami kurang solid dalam menggalang lini pertahanan. Karena itu, kami harus bertahan lebih baik. Bertahan sebagai tim. Kami harus berpikir lawan tetap berbahaya selama pertandingan masih berlangsung. Itu yang perlu kami pahami,” ucap bek tengah Arsenal Per Mertesacker, dilansir Telegraph.

Ada beberapa celah pada pertahanan Arsenal. Titik terlemah disinyalir pada sektor kiri, area yang dikawal Kieran Gibbs atau Nacho Monreal. Faktanya, Anderlecht beberapa kali menusuk ke kotak penalti dari sektor tersebut. Rapuhnya pertahanan Arsenal terlihat pula di Liga Primer. Kemasukan 11 kali dari 10 laga merupakan buktinya. Armada Arsene Wenger itu cuma tiga kali mencatat tiga clean sheet.

Rata-rata penyebabnya hampir sama, yakni terbukanya celah di sisi kiri serta menurunnya konsentrasi. Sebanyak 9% dari 11 gol itu tercipta dari dalam kotak penalti di sektor kiri. Kemudian 9% dari titik putih dan 45% dari dekat luar kotak penalti. Periode kebobolannya mayoritas menjelang bubaran. Sekitar 24% pada menit ke-80 dan 32% ketika injury time.

Penyakit terparah adalah menurunnya konsentrasi. Dari 10 partai Liga Primer musim ini, Arsenal tiga kali gagal menang, meski sempat memimpin. Itu terjadi saat menghadapi Hull City (2-2), Manchester City (2-2), dan Leicester City (1-1). Hasil tersebut diterima karena mereka merasa kemenangan sudah digenggam.

Faktor lain mengapa pertahanan Arsenal agak mudah ditembus akibat rendahnya clearance. Tercatat cuma Mathieu Debuchy yang optimal, yakni tujuh clearanceper laga. Selebihnya di bawah lima. Bahkan, Gibbs biasanya cuma melakukan 2,4 clearance, lebih rendah dibandingkan Monreal (4) dan Mertesacker (4,4). Kondisi ini diakui Wenger. Sang Profesormenilai pasukannya mulai ceroboh jika sudah memimpin.

“Kami tidak lagi agresif saat bertahan. Imbasnya tercipta celah. Kami tidak menghalau umpan silang dan bola panjang. Pertahanan kami cukup buruk dari awal hingga akhir. Kami seperti merasa tidak pernah nyaman,” paparnya. Duel kontra Swansea menjadi kesempatan bagus untuk menyembuhkan penyakit itu. Walau bukan tim ofensif, daya dobrak The Swans tidak bisa diremehkan. Mereka sudah mencetak 13 gol atau 1,3 gol per pertandingan, empat di antaranya disumbang Wilfried Bony.

M Mirza
(bbg)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
39 menit yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
1 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
14 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
14 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
16 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved