Raih Gelar Penutup, Djokovic Merasa tak Sempurna
Selasa, 18 November 2014 - 12:11 WIB
Raih Gelar Penutup, Djokovic Merasa tak Sempurna
A
A
A
LONDON - Gelar juara Final ATP yang baru saja direngkuh Novak Djokovic dinilainya tidak sempurna. Ia merasa kecewa dan ganjil setelah gelar penghujung tahun diperolehnya tanpa memeras keringat setelah Roger Federer yang menjadi lawannya urung tampil.
Lawan Djokovic itu menarik diri karena mengaku punggungnya cedera setelah bertandingan di semifinal melawan kompatriotnya asal Swiss, Stan Wawrinka. Sebagai gantinya, Djokovic diberikan pertandingan hiburan melawan Andy Murray hanya satu set.
Dilaporkan BBC, Selasa (18/11), Djokovic tidak bisa menyalahkan Federer. "Pasti dia ingin tampil di final, kalau dia bisa. Bisa jadi ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam sejarah. Sungguh ini suatu situasi yang ganjil, jujur saja," ucap petenis Serbia itu.
Sebagai Raja Tenis Dunia, tentunya Djokovic ingin mengakhiri musim ini dengan sebuah penampilan yang spekatakuler. "Pastinya sebuah kemenangan di turnamen besar sangat diharapkan dengan melawan pesaing besar. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Dia mengundurkan diri dan itulah yang terjadi," imbuh Djokovic.
Djokovic baru tahu bahwa Federer menarik diri, saat berlangsungnya pertandingan final nomor ganda. Dan petenis nomor satu dunia itu memuji Murray yang sudi menggantikan Federer sebagai pengganti partai final.
Direktur eksekutif ATP, Chris Kermode mengungkapkan ia menguhubungi Murray pukul 14:00 siang (waktu London). Beruntung Murray menyanggupinya dan langsung bertolak ke stadion.
Lawan Djokovic itu menarik diri karena mengaku punggungnya cedera setelah bertandingan di semifinal melawan kompatriotnya asal Swiss, Stan Wawrinka. Sebagai gantinya, Djokovic diberikan pertandingan hiburan melawan Andy Murray hanya satu set.
Dilaporkan BBC, Selasa (18/11), Djokovic tidak bisa menyalahkan Federer. "Pasti dia ingin tampil di final, kalau dia bisa. Bisa jadi ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam sejarah. Sungguh ini suatu situasi yang ganjil, jujur saja," ucap petenis Serbia itu.
Sebagai Raja Tenis Dunia, tentunya Djokovic ingin mengakhiri musim ini dengan sebuah penampilan yang spekatakuler. "Pastinya sebuah kemenangan di turnamen besar sangat diharapkan dengan melawan pesaing besar. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Dia mengundurkan diri dan itulah yang terjadi," imbuh Djokovic.
Djokovic baru tahu bahwa Federer menarik diri, saat berlangsungnya pertandingan final nomor ganda. Dan petenis nomor satu dunia itu memuji Murray yang sudi menggantikan Federer sebagai pengganti partai final.
Direktur eksekutif ATP, Chris Kermode mengungkapkan ia menguhubungi Murray pukul 14:00 siang (waktu London). Beruntung Murray menyanggupinya dan langsung bertolak ke stadion.
(bbk)