Ngotot Mattoanging Homebase, PSM Rogoh Rp1,5 Triliun
Senin, 24 November 2014 - 14:55 WIB
Ngotot Mattoanging Homebase, PSM Rogoh Rp1,5 Triliun
A
A
A
MAKASSAR - Manajemen PSM Makassar menyiapkan dana segar sebesar Rp1,5 triliun untuk mengelola Stadion Mattoanging sebagai homebase pada Indonesia Super League (ISL) musim 2015.
Kucuran dana wah tersebut dilakukan manajemen PSM agar tim tertua di Indonesia tersebut kembali berlaga di kandangnya. Setelah selama semusim harus bermarkas di Surabaya menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Tomo. Kondisi ini juga membuat tim PSM kesulitan mengatasi pengeluaran tim hingga mengakibatkan krisis finansial.
Presiden Direktur Bosowa Corporation Erwin Aksa mengatakan, pihaknya sudah memasukkan proposal ke pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) sebagai pengelola stadion. Bahkan, Erwin membocorkan menyediakan dana sekitar Rp1,5 triliun."Rencananya kita ingin membangun kawasan olahraga terbaik dan modern di Indonesia. Jadi dananya juga harus besar,"kata dia.
Selain itu, Erwin mengatakan pihaknya akan mengelola stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Makassar tersebut dengan jangka waktu yang panjang yakni 20 tahun, dengan menggunakan sistem Build, Operate and Transfer (BOT). "Sistem BOT ini diaplikasikan akan untuk mengompensasikan semua pendapatan YOSS selama dikelola,"katanya.
Untuk itu, dirinya berharap pihak YOSS segera merespons hal tersebut. Bahkan pihaknya tidak tertarik melakukan kerja sama jika memang pihak stadion tidak mau melepaskan hak kepengelolaan stadion tersebut."Kalau tidak bisa, mingkin kita akan bangun stadion baru saja,"katanya.
Sekadar diketahui, pihak PSM juga pernah menawarkan bentuk kerja sama seperti ini pada musim lalu, di mana pihak skuad Juku Eja siap menggelontorkan dana yang banyak agar hak kepengelolaan stadion bisa diambil alih, dan dilakukan renovasi. Namun pihak YOSS tidak terlalu merespons hal tersebut hingga membuat kerja sama ini batal dan PSM bermarkas di Surabaya.
Bukan hanya itu, pihak YOSS memberikan isyarat, jika pihaknya hanya ingin menyewakan stadion. Apalagi, beberapa bulan ini sudah dilakukan perbaikan agar bisa memenuhi stadarisasi PT Liga Indonesia selaku penyelenggara kompetisi ISL.
Kucuran dana wah tersebut dilakukan manajemen PSM agar tim tertua di Indonesia tersebut kembali berlaga di kandangnya. Setelah selama semusim harus bermarkas di Surabaya menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Tomo. Kondisi ini juga membuat tim PSM kesulitan mengatasi pengeluaran tim hingga mengakibatkan krisis finansial.
Presiden Direktur Bosowa Corporation Erwin Aksa mengatakan, pihaknya sudah memasukkan proposal ke pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) sebagai pengelola stadion. Bahkan, Erwin membocorkan menyediakan dana sekitar Rp1,5 triliun."Rencananya kita ingin membangun kawasan olahraga terbaik dan modern di Indonesia. Jadi dananya juga harus besar,"kata dia.
Selain itu, Erwin mengatakan pihaknya akan mengelola stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Makassar tersebut dengan jangka waktu yang panjang yakni 20 tahun, dengan menggunakan sistem Build, Operate and Transfer (BOT). "Sistem BOT ini diaplikasikan akan untuk mengompensasikan semua pendapatan YOSS selama dikelola,"katanya.
Untuk itu, dirinya berharap pihak YOSS segera merespons hal tersebut. Bahkan pihaknya tidak tertarik melakukan kerja sama jika memang pihak stadion tidak mau melepaskan hak kepengelolaan stadion tersebut."Kalau tidak bisa, mingkin kita akan bangun stadion baru saja,"katanya.
Sekadar diketahui, pihak PSM juga pernah menawarkan bentuk kerja sama seperti ini pada musim lalu, di mana pihak skuad Juku Eja siap menggelontorkan dana yang banyak agar hak kepengelolaan stadion bisa diambil alih, dan dilakukan renovasi. Namun pihak YOSS tidak terlalu merespons hal tersebut hingga membuat kerja sama ini batal dan PSM bermarkas di Surabaya.
Bukan hanya itu, pihak YOSS memberikan isyarat, jika pihaknya hanya ingin menyewakan stadion. Apalagi, beberapa bulan ini sudah dilakukan perbaikan agar bisa memenuhi stadarisasi PT Liga Indonesia selaku penyelenggara kompetisi ISL.
(aww)