Polisi Tangkap Pembunuh Taboada

Jum'at, 05 Desember 2014 - 07:45 WIB
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Taboada
A A A
MADRID - Pelaku kekerasan kepada suporter Deportivo La Coruna hingga meninggal, sebelum laga kontra Atletico Madrid digelar di Estadio Vicente Calderon Madrid, 30 November lalu, mulai menemui titik terang.

Kepolisian Negeri Matador mengumumkan tiga orang anggota ultras (suporter garis keras) Los Colchoneros dari kelompok Frente Atletico. Polisi mampu meringkus ketiga pelaku setelah menganalisis semua rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian serta video yang direkam beberapa orang yang berada di lokasi tempat Francisco Javier Romero Taboada mengembuskan napas terakhir.

Dua dari tiga tersangka yang ditangkap merupakan warga Pozuelo de Alarcon (salah satu area di Madrid). Berdasarkan penyelidikan, kemungkinan besar jumlah tersangka bisa bertambah karena polisi memfokuskan penyelidikan kepada Frente Atletico. Masalahnya, baik tersangka maupun teman-teman korban (anggota Ultras Deportivo) tidak mau menyebutkan identitas pelaku lain. Ultrasdari kedua kubu yang berlawanan itu seakan kompak menutup mulut rapat-rapat.

Tercatat, dua anggota Frente Atletico dan tujuh Ultras Deportivo yang telah dikeluarkan oleh hakim Maria del Coro karena tidak cukup bukti ternyata justru meminta kepada jaksa untuk dimasukkan kembali ke penjara tanpa jaminan guna menghindari pengulangan tindakan kriminal -ada masa mendatang. Mereka takut akan menjadi korban dari rekan-rekan sesama ultras.

Kerusuhan yang terjadi hari Minggu lalu memang meninggalkan duka yang mendalam, khususnya bagi Deportivo, yang kehilangan salah satu pendukung setianya. Suporter 43 tahun itu Rabu (3/12) telah dikebumikan di pemakaman Feans, La Coruna. Pemakaman Taboada dihadiri sekitar 300 orang, termasuk mantan Presiden Deportivo Augusto Cesar Lendoiro. Peti Taboada ditutupi bendera Super Depor .

Guna menghormati Taboada, saat Deportivo berhadapan dengan Malaga pada Copa del Rey, dini hari kemarin, diadakan prosesi mengheningkan cipta selama satu menit. Klub juga menurunkan harga tiket menjadi 1 euro. Rencananya, prosesi serupa akan kembali dilakukan ketika kedua tim juga bertemu di Primera Liga akhir pekan nanti.

“Kami ingin pertandingan melawan Malaga menjadi aksi untuk melawan kekerasan. Kami ingin semua warga kota yang menentang kekerasan hadir ke stadion. Kami ingin menunjukkan kepada semua orang jika kami bersatu melawan kekerasan dan membuktikan semangat sejati fans kami,” pungkas Presiden Deportivo Tino Fernandez, dilansir itv.com.

Alimansyah
(ars)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
51 menit yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
1 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
1 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
1 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
1 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
7 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved