Tinju India Senang Sarita Devi Cuma Dihukum Setahun
Rabu, 17 Desember 2014 - 17:51 WIB
Tinju India Senang Sarita Devi Cuma Dihukum Setahun
A
A
A
NEW DELHI - Kekhawatiran Tinju India (BI) terkait soal hukuman Sarita Devi akhirnya tidak terbukti. Sebab petinju wanita India itu hanya dilarang bertanding setahun dan denda Rp13 Juta. Itulah yang membuat BI senang dan masih bisa mengandalkan atlet andalannya mendulang medali di Olimpiade 2016 mendatang.
Awalnya, Sarita Devi diperkirakan bakal mendapatkan hukuman seumur atas tindakan tidak sportifnya. Ia menolak medali perunggu di Asian Games 2014 setelah menilai kekalahannya dari petinju Korsel, Park Ji Na tidak fair dan menuduh juri berlaku curang.
Tak ayal Presiden Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) Ching-kuo Wu sempat berang. Dia pulalah yang meramalkan jika masa depan Sarita Devi akan berakhir sebagai olahragawan adu jotos tersebut.
Tapi nyatanya setelah menunggu beberapa bulan dengan perasaan tidak nyaman, BI mendapatkan 'kabar gembira' setelah hukuman yang dijatuhkan hanya setahun. "Putusan AIBA sangat melegakan kami. Jika setahun berarti hukuman akan berakhir pada Oktober 2015 dan bisa saja dikurangi jika Sarita Devi berkelakuan baik," tutur Presiden BI Sandeep Jajodia dilansir reuters, Rabu (17/12/2014).
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan BI adalah melakukan lobi pada AIBA agar hukuman benar-benar bisa dikurangi hingga Sarita Devi termotivasi untuk tampil di Olimpiade 2016. Sarita Devi sendiri mengaku lega setelah mengetahui hukuman tersebut. "Saya lega. Saya sekarang bisa berpartisipasi di olimpiade dan bekerja keras untuk membawa kemenangan bagi bangsa dan negara," tegasnya.
Awalnya, Sarita Devi diperkirakan bakal mendapatkan hukuman seumur atas tindakan tidak sportifnya. Ia menolak medali perunggu di Asian Games 2014 setelah menilai kekalahannya dari petinju Korsel, Park Ji Na tidak fair dan menuduh juri berlaku curang.
Tak ayal Presiden Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) Ching-kuo Wu sempat berang. Dia pulalah yang meramalkan jika masa depan Sarita Devi akan berakhir sebagai olahragawan adu jotos tersebut.
Tapi nyatanya setelah menunggu beberapa bulan dengan perasaan tidak nyaman, BI mendapatkan 'kabar gembira' setelah hukuman yang dijatuhkan hanya setahun. "Putusan AIBA sangat melegakan kami. Jika setahun berarti hukuman akan berakhir pada Oktober 2015 dan bisa saja dikurangi jika Sarita Devi berkelakuan baik," tutur Presiden BI Sandeep Jajodia dilansir reuters, Rabu (17/12/2014).
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan BI adalah melakukan lobi pada AIBA agar hukuman benar-benar bisa dikurangi hingga Sarita Devi termotivasi untuk tampil di Olimpiade 2016. Sarita Devi sendiri mengaku lega setelah mengetahui hukuman tersebut. "Saya lega. Saya sekarang bisa berpartisipasi di olimpiade dan bekerja keras untuk membawa kemenangan bagi bangsa dan negara," tegasnya.
(bbk)