Seperti Idiot, Tapi Klopp Enggan Mundur
Minggu, 21 Desember 2014 - 17:16 WIB
Seperti Idiot, Tapi Klopp Enggan Mundur
A
A
A
DORTMUND - Pelatih Borussia Dortmund Juergen Klopp merasa timnya terlihat seperti 'idiot' setelah
pertama dalam sejarah keikutsertaannya di Bundesliga, Borussia Dortmund menghabiskan jeda musim dingin di zona degradasi otomatis. Meski demikian, Klopp enggan mundur dari jabatannnya.
Dortmund menelan kekelahan ke-10 di Bundesliga musim ini setelah menyerah 1-2 dari Werder Bremen di Weserstadion, Bremen, Sabtu (20/12/2014). Dua gol Bremen yang dicetak Davie Selke menit ketiga dan Fin Bartels (62), hanya dibalas kapten Dortmund Mats Hummels menit ke-69.
Akibatnya, Dortmund mendekam di peringkat 17 dari 18 kontestan Bundesliga dengan 15 angka. Posisi Dortmund akan menjadi juru kunci di paruh musim pertama ini jika Freiburg yang mengumpulkan 14 poin mampu mengamankan tiga angka saat menjamu Hanover 96, Senin (22/12) dini hari WIB.
"Itu hanya refleksi dari seluruh musim kami sejauh ini. Penampilan kami sangat buruk pada paruh musim pertama," kata Klopp. "Kami terlalu banyak bikin kesalahan, dan sekarang kami seperti sekumpulan idiot yang terdampar di zona degradasi. Tapi kami tidak seburuk itu, kami masih punya waktu untuk mengisi baterai. Jadi, jangan coret kami dari persaingan."
Sepuluh kekalahan dari 17 laga Bundesliga musim ini merupakan jumlah kekalahan yang lebih banyak dari seluruh musim saat Dortmund ditangani Klopp. Namun, pelatih kelahiran Stuttgart, 16 Juni 1967 yang telah memenangi dua gelar Bundesliga (2010/11 dan 2011/12), DFB Pokal (2011/12), dua trofi DFL Supercup (2013, 2014), serta runner up Liga Champions (2012/13) bersama Die Borussen itu enggan mundur dari kursi pelatih.
"Saya bertanggung jawab sepenuhnya. Saya tidak akan lempar handuk dan hanya mengikuti segala sesuatu dari kejauhan. Saya janji, bahwa kami akan berjalan pada trek yang benar, meluruskan apa yang salah. Di paruh kedua musim ini, kami akan jauh lebih sulit untuk dikalahkan. Kami punya tiga pekan untuk menyiapkan diri menghadapi paruh musim kedua," tegas Klopp yang timnya akan menghadapi Juventus pada babak 16 besar Liga Champions musim ini.
pertama dalam sejarah keikutsertaannya di Bundesliga, Borussia Dortmund menghabiskan jeda musim dingin di zona degradasi otomatis. Meski demikian, Klopp enggan mundur dari jabatannnya.
Dortmund menelan kekelahan ke-10 di Bundesliga musim ini setelah menyerah 1-2 dari Werder Bremen di Weserstadion, Bremen, Sabtu (20/12/2014). Dua gol Bremen yang dicetak Davie Selke menit ketiga dan Fin Bartels (62), hanya dibalas kapten Dortmund Mats Hummels menit ke-69.
Akibatnya, Dortmund mendekam di peringkat 17 dari 18 kontestan Bundesliga dengan 15 angka. Posisi Dortmund akan menjadi juru kunci di paruh musim pertama ini jika Freiburg yang mengumpulkan 14 poin mampu mengamankan tiga angka saat menjamu Hanover 96, Senin (22/12) dini hari WIB.
"Itu hanya refleksi dari seluruh musim kami sejauh ini. Penampilan kami sangat buruk pada paruh musim pertama," kata Klopp. "Kami terlalu banyak bikin kesalahan, dan sekarang kami seperti sekumpulan idiot yang terdampar di zona degradasi. Tapi kami tidak seburuk itu, kami masih punya waktu untuk mengisi baterai. Jadi, jangan coret kami dari persaingan."
Sepuluh kekalahan dari 17 laga Bundesliga musim ini merupakan jumlah kekalahan yang lebih banyak dari seluruh musim saat Dortmund ditangani Klopp. Namun, pelatih kelahiran Stuttgart, 16 Juni 1967 yang telah memenangi dua gelar Bundesliga (2010/11 dan 2011/12), DFB Pokal (2011/12), dua trofi DFL Supercup (2013, 2014), serta runner up Liga Champions (2012/13) bersama Die Borussen itu enggan mundur dari kursi pelatih.
"Saya bertanggung jawab sepenuhnya. Saya tidak akan lempar handuk dan hanya mengikuti segala sesuatu dari kejauhan. Saya janji, bahwa kami akan berjalan pada trek yang benar, meluruskan apa yang salah. Di paruh kedua musim ini, kami akan jauh lebih sulit untuk dikalahkan. Kami punya tiga pekan untuk menyiapkan diri menghadapi paruh musim kedua," tegas Klopp yang timnya akan menghadapi Juventus pada babak 16 besar Liga Champions musim ini.
(sha)