Sepak Bola demi Perdamaian

Kamis, 19 Februari 2015 - 09:50 WIB
Sepak Bola demi Perdamaian
Sepak Bola demi Perdamaian
A A A
Gagal mendapatkan gol di pertandingan dini hari kemarin tidak membuat Shakhtar Donetsk pesimistis menatap legkedua, 11 Maret mendatang.

Demi para korban perang di Ukraina Timur; termasuk kota tempat Shakhtar berasal, Donetsk, Luiz Adriano dkk bertekad habishabisan di Allianz Arena. Jika melihat reputasi Bayern, hasil imbang tanpa gol adalah pencapaian luar biasa. Pasalnya, sejak pecah perang saudara dan menewaskan lebih 5.000 orang, Shakhtar praktis tidak bisa bermain atau berlatih di kampung halaman.

Mereka harus mengungsi dan memindahkan tempat latihan ke Kiev. Sementara untuk laga Eropa, Lviv menjadi arena yang disetujui UEFA. Meski telah berada di tempat yang relatif aman, para pemain Shakhtar tetap tidak bisa berkonsentrasi sepenuhnya terhadap sepak bola.

Menurut penjaga gawang, Andriy Pyatov, pembicaraan para pemain di ruang ganti dan ketika makan siang bukanlah soal wanita, kendaraan mewah, atau sepak bola; melainkan perang.

”Jika tidak ada orang yang tewas setiap hari, mungkin kami dapat fokus pada pertandingan. Terkadang, ketika Anda sedang bertanding setelah mendengar beberapa bus diserang dan orang-orang tewas, Anda akan selalu memikirkan hal itu. Itu sangat berpengaruh. Bahkan, ketika Anda berusaha menyembunyikannya. Secara internal, Anda tidak bisa berkonsentrasi. Anda mencoba untuk tetap profesional. Namun, yang ada di pikiran Anda tetap sama,” ungkap Pyatov, dilansirThe Guardian.

Pyatov juga mengaku bersyukur karena Shakhtar tetap solid, meski kerap dibayangi rasa ketakutan akibat konflik yang sedang melanda daerah yang biasa disebut Donbass itu. Secara khusus, penjaga gawang berusia 30 tahun itu memuji tangan dingin sang pelatih, Mircea Lucescu, yang mampu meyakinkan para pemainnya untuk tinggal di Ukraina.

Karena itu, Pyatov berharap situasi keamanan di Donetsk segera kondusif. Dia menegaskan seluruh pemain Shakhtar bertekad mendinginkan situasi lewat sepak bola. Mereka ingin memberikan hiburan kepada penduduk dengan bermain sepak bola sebaik mungkin.

”Negara sedang dilanda kesedihan yang mendalam. Namun, hidup harus tetap berjalan. Kami harus tetap bermain sepak bola dan mengalihkan perhatian orang-orang dari politik dan perang. Tugas kami bermain dan memberikan harapan serta perasaan yang baik,” pungkas kiper yang memiliki 47 capsbersama tim nasional Ukraina itu.

Alimansyah
(ftr)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
1 jam yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
2 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
2 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
2 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
3 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
8 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved