Presiden Jadi Tersangka, Persebaya Tenang-Tenang Saja
Senin, 23 Februari 2015 - 14:53 WIB
Presiden Jadi Tersangka, Persebaya Tenang-Tenang Saja
A
A
A
SURABAYA - Kasus hukum yang menimpa Presiden Diar Kusuma Putra tidak akan membawa pengaruh kepada persiapan skuad Persebaya Surabaya. Sebab, seluruh operasional tim di bawah kendali CEO Persebaya, Gede Widiade. "Tidak akan berpengaruh. Sebab, musim ini operasional tim saya handle seratus persen. Mulai awal persiapan hingga sekarang ini,''ujar Gede.
Musim lalu, meski Gede juga sudah berstatus sebagai CEO Persebaya namun perannya memang kurang terlihat. Kendali tim saat itu, selain lebih banyak dijalankan Diar Kusuma Putra juga ada Asisten Manajer Amran Said Ali dan Manajer Coach Rahmad Darmawan.
Sementara musim ini, Persebaya melakukan perombakan komposisi manajemen. Sebagai CEO, Gede turun langsung dalam proses persiapan tim. Mulai dari perekrutan pemain, program latihan hingga memindahkan mess Persebaya dari kawasan Menanggal ke Jemursari, Surabaya. Gede juga menunjuk langsung Manajer Tim Persebaya Harry "Gendhar" Ruswanto.
Seperti diketahui, nama Persebaya sempat diguncang dengan status hukum yang menerpa Presiden Klub Diar Kusuma Putra. Saat ini, pria yang juga menjabat Direktur Utama PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), ditetapkan sebagai tersangka oleh Kajati Jatim terkait dugaan kasus dana hibah di Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim.
Meski kasus hukum menerpa Diar karena statusnya sebagai Wakil Ketua Kadin Jatim, namun banyak pihak mengaitkan dengan Persebaya. "Tidak usah khawatir, Persebaya tetap akan jalan. Soal itu tidak ada pengaruhnya buat tim,''tandas Gede.
Ditambahkan Gede, kontrak kerja dengan beberapa pihak sponsor musim ini, juga tetap jalan seperti awal. Sebelumnya, pengusaha properti asal Surabaya itu mengatakan jika musim ini Persebaya masih didukung sponsor musim lalu, seperti Emtek dan Avian. "Pihak-pihak sponsor masih tetap mendukung kita,''ujarnya.
Musim lalu, meski Gede juga sudah berstatus sebagai CEO Persebaya namun perannya memang kurang terlihat. Kendali tim saat itu, selain lebih banyak dijalankan Diar Kusuma Putra juga ada Asisten Manajer Amran Said Ali dan Manajer Coach Rahmad Darmawan.
Sementara musim ini, Persebaya melakukan perombakan komposisi manajemen. Sebagai CEO, Gede turun langsung dalam proses persiapan tim. Mulai dari perekrutan pemain, program latihan hingga memindahkan mess Persebaya dari kawasan Menanggal ke Jemursari, Surabaya. Gede juga menunjuk langsung Manajer Tim Persebaya Harry "Gendhar" Ruswanto.
Seperti diketahui, nama Persebaya sempat diguncang dengan status hukum yang menerpa Presiden Klub Diar Kusuma Putra. Saat ini, pria yang juga menjabat Direktur Utama PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), ditetapkan sebagai tersangka oleh Kajati Jatim terkait dugaan kasus dana hibah di Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim.
Meski kasus hukum menerpa Diar karena statusnya sebagai Wakil Ketua Kadin Jatim, namun banyak pihak mengaitkan dengan Persebaya. "Tidak usah khawatir, Persebaya tetap akan jalan. Soal itu tidak ada pengaruhnya buat tim,''tandas Gede.
Ditambahkan Gede, kontrak kerja dengan beberapa pihak sponsor musim ini, juga tetap jalan seperti awal. Sebelumnya, pengusaha properti asal Surabaya itu mengatakan jika musim ini Persebaya masih didukung sponsor musim lalu, seperti Emtek dan Avian. "Pihak-pihak sponsor masih tetap mendukung kita,''ujarnya.
(aww)