Satu Tim di Barcelona, Kini Berseberangan dari Bangku Cadangan

Rabu, 15 April 2015 - 09:32 WIB
Satu Tim di Barcelona,...
Satu Tim di Barcelona, Kini Berseberangan dari Bangku Cadangan
A A A
Barcelona tidak hanya memproduksi pemain kelas dunia. Klub Katalan itu pun melahirkan pelatih berbakat. Kehadiran Luis Enrique, Laurent Blanc, Pep Guardiola, dan Julen Lopetegui pada perempat final Liga Champions musim ini merupakan buktinya.

Membawa tim masingmasing menembus hingga 8 besar kompetisi paling elite Eropa, mereka menunjukkan kualitas yang dipupuk sejak merumput di Camp Nou. Keempat sosok tersebut bahkan satu generasi dan pernah bersamasama memperkuat El Azulgrana. Leg kedua Supercopa de Espana 1996 salah satu contohnya.

Dengan Lopetegui di bawah mistar, Blanc menggalang pertahanan, serta Guardiola dan Enrique menjadi jenderal lapangan tengah, kuartet ini membantu El Azulgrana membungkam Atletico Madrid 3-1 hampir 19 tahun silam. Namun, bukan hanya mereka yang kemudian beralih ke manajemen tim. Di antara 11 nama yang masuk starting line-uplaga itu, Albert Ferrer, Abelardo Fernandez, Sergi Barjuan, Guillermo Amor, dan Juan Antonio Pizzi kemudian turut menimba karier sebagai pelatih.

Hanya dua yang tidak melakukannya: Georghe Popescu dan Guillermo Amor. Popescu tengah menjalani hukuman tiga tahun penjara akibat penipuan, sedangkan Amor sempat menangani Akademi Barcelona dan kini menduduki posisi Direktur Teknik Adelaide United. “Sebenarnya tidak perlu heran. Kami dikelilingi pemain terbaik dan belajar dari pelatih terhebat,” kata anggota skuad Barcelona 1996 lainnya, Hristo Stoichkov, yang sempat mengarsiteki Celta Vigo dan Bulgaria.

Seperti ketika membela Barcelona, para arsitek ini coba menerapkan filosofi serupa kepada anak asuhnya. Di antara mereka, yang paling sukses jelas Guardiola. Bakatnya sebagai nakhoda sudah terlihat saat dia masih bermain. Bersama Bayern Muenchen, dia bakal beradu strategi melawan FC Porto asuhan Lopetegui.

Sementara di tempat terpisah, Enrique yang kembali ke Barcelona, seusai berpetualang di Celta dan AS Roma, meladeni Paris Saint-Germain arahan Blanc. “Permainan Barcelona selalu berdasar pada penguasaan bola dan taktik menyerang. Terlihat benar keempat pelatih itu memiliki pandangan serupa. Saya turut senang melihat prestasi mereka menembus 8 besar Liga Champions. Semoga salah satu bisa masuk final dan merebut gelar,” tandas Amor, dikutip Guardian.

Harley Ikhsan
(bbg)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
52 menit yang lalu
Tim Kedua Kami adalah...
Tim Kedua Kami adalah Iran, Kisah Solidaritas yang Mengharukan di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
3 jam yang lalu
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
3 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
4 jam yang lalu
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved